Adakah yang sudah menjalani hubungan dengan kekasihnya selama lebih dari 1 tahun? Atau ada yang sudah 2, 3, 4, 5, 6, atau bahkan 10 tahun? Wah, selamat buat kamu yang sudah menjalani hubungan bertahun-tahun dan semoga segera naik ke pelaminan hehee..

Pacaran yang dijalani dengan hati tulus, sudah pasti banyak pengorbanan yang dilakukan. Bukan cuma perasaan yang dikorbankan, tapi materi juga dikorbankan. Bayangkan kalau pacaran sudah 6 tahun misalnya, pasti kalau mau hitung-hitungan berapa duit yang sudah dihabiskan bersama selama pacaran 6 tahun, sudah sangat cukup untuk ditabung untuk pernikahan, bahkan mungkin bisa digunakan untuk bulan madu.

Dunia ini memang keras. Apapun kondisi dan status kita ini tak pernah lepas dari komentar-komentar miring. Entah kamu sedang jomblo atau bahkan sudah punya kekasih. Sudah punya pacar saja bukan jaminan bisa menjalani hidup dengan tenang dan terbebas dari nyinyiran orang. Banyak mata dan mulut yang selalu nyinyir mengomentari kehidupan mereka yang sudah berpacaran selama 6 tahun bahkan lebih.

1. Pertanyaan paling standar yang sering banget kamu dengar dan bikin kuping merah adalah: “Lama juga ya kalian pacaran, udah ngapain aja?”

Situ juga pacaran ngapain aja? via giphy.com

Ini nih, pertanyaan yang paling nggak sopan. Maknanya terlalu negatif kalau didengar. Emosi iya, sedih juga iya setiap kali mendapat pertanyaan yang memojokkan seperti ini. Tapi, kalau kamu sering dapat pertanyaan seperti ini dari teman-teman, gak perlu kesel atau bahkan memusuhinya. Tenang, cukup jawab aja:

Advertisement

“Situ pernah ngapain aja sama pacar? Ya, sama ajalah kayak kamu sama pacarmu.”

Kalau yang berani nanya seperti itu adalah teman-temanmu yang masih jomblo, cukup jawabnya gini aja:

“Ya, sama ajalah kayak kamu sama mantanmu. Tapi bedanya aku nggak putus, HAHAHA” 

Dijamin, bakal manyun deh dia inget mantannya lagi. Senjata makan tuan! Sesekali bercanda yang menohok juga perlu, sebagai bentuk pertahanan diri.

2. Saking lamanya kamu pacaran, banyak teman-temanmu yang mengira kalau kamu dan pacarmu pasti sering putus nyambung

Putus nyambung kayak BBB aja.. via www.youtube.com

Ya, manusia tidak ada yang sempurna. Bersaudara kandung aja masih bisa hantam-hantaman serumah. Apalagi yang pacaran, yang beda rumah, masih beda visi, beda watak, dan masih mau bebas satu sama lain. Putus nyambung juga termasuk bumbu dari lamanya pacaran seseorang.

Kalau ternyata putus tapi kembali bersama lagi, bukan karena tidak ada pilihan lain. Tapi lebih tepatnya karena sudah nyaman dengan suasana bersama yang saling menerima kekurangan dan melengkapi dengan kelebihan satu sama lain.

Tak cukup sampai disitu, kamu pun dikejar dengan pertanyaan selanjutnya, “Kenapa kamu mau balikan lagi sama dia?”

Ummm, ya udah nyaman aja sih…. via giphy.com

Pacaran lama dan beberapa kali pernah putus-nyambung, kamu pasti sering banget mendapat pertanyaan seperti ini. Untuk menjawab pertanyaan semacam ini sih cukup simpel, dan kamu nggak perlu mencari-cari alasan paling masuk akal cuma supaya bisa dibilang masuk akal oleh mereka.

Kalau alasanmu balikan dengan dia karena memang sudah nyaman, ya jujur saja dan katakan pada mereka bahwa kamu sudah nyaman dengan dia. Suka sama orang aja bisa tanpa alasan, apalagi menghadapi pertanyaan macam begini ‘kan?

Proses interogasi belum selesai, kamu masih harus menjawab pertanyaan ini: “Kenapa kalian putus kalau ujung-ujungnya balikan lagi?”

Yaelah, namanya juga ABG, masih labil! via giphy.com

Orang-orang memang jago banget menginterogasi. Setelah puas dengan jawabanmu tadi, lalu mereka akan kembali bertanya dengan pertanyaan ini.

Yaelah kita bukan Tuhan yang bisa membolak-balikkan hati manusia. Mana tahu juga kalau ternyata hari ini bisa putus karena masalah kecil dan dua jam berikutnya balikan lagi? Ya, pertanyaa ini juga simpel. Kamu gak perlu ambil pusing, cukup jawab aja:

“BIASA, MASIH LABIL!”

Nggak masalah merendah diri sedikit daripada temenmu banyak tanya lagi. Mau dijelasin kayak apa aja, kalau mereka belum pernahngerasain hal seperti itu juga nggak akan pernah ngerti. Nggak dipungkiri kan kalau terkadang kita sikap kita tiba-tiba jadi childish dan egois sama pacar. Tapi kalau udah sadar dan masih cinta mah bakal ada jalan untuk balikan.

Semua orang yang tahu kamu sudah pacaran bertahun-tahun lamanya, pasti bakal berani terang-terangan bertanya ini: “Sudah dikenalin sama keluarganya?”

Udah dikenalin ke camer belum? via wictoria.ru

Ya, memang itu adalah pertanyaan yang sangat wajar. Kamu cukup menjawabnya dengan jujur, tenang dan juga jangan lupa tunjukkan sikap yang seelegan mungkin.

Wahai wanita, pria yang serius dan tulus menjalani hubungan denganmu adalah dia yang mau mengajakmu ke rumahnya dan mengenalkan kepada kedua orang tua, adik, kakak dan keluarga lainnya tanpa kita paksa. Tapi, kalau selama 2 tahun berpacaran dan belum pernah diajak ke rumahnya sih, jngan keburu sedih dulu apalagi sampai putus. Mungkin ada hal lain yang masih belum memungkinkan untuk mengenalkanmu ke keluarganya.

Tenang saja, masih ada cara lain untuk alasan bisa diajakin ke rumahnya. Caranya? Ya, kalau ada waktu luang coba deh bikin kue atau masakan sendiri, terus titipkan ke pacar ketika pulang jalan. Insha Allah, pasti titipan kalian nyampe di dapur ibunya. Lalu, apa yang terjadi? Pasti ibunya si pacar bakal bertanya dan penasaran denganmu. Rutin aja terus sebulan sekali atau dua minggu sekali dengan menu berbeda, kamu akan tahu apa yang terjadi kalau sudah mencoba jurus ini. Semoga berhasi! 🙂

Pada akhirnya, semua orang di alam semesta ini akan bersekongkol bertanya padamu: “Jadi, kapan nikahnya?”

Kapan nih nikahnya? via giphy.com

Pertanyaan keramat ini adalah pertanyaan paling angker bagi mereka yang sudah memasuki umur 22 tahun ke atas. Karena di umur tersebut banyak yang sudah lulus kuliah, dan arom-aromaa pernikahan pun makin semerbak tercium. Apalagi yang sudah bekerja dan umur mencapai hampir 25 tahun. Benar-benar harus tahan kuping ini!

Mereka yang sudah berpacaran lebih 5 tahun dan mencapai umur hampir 25 tahun, jangan pernah dianggap tidak memiliki rencana pernikahan. Kadang, malam selalu menjadi waktu yang paling tepat ketika membicarakan mengenai masa depan dengan pasangan sekalipun melalui chat Line, BBM, atau voice call. 

Lelah sepulang kerja, biasanya kamu bosan dengan pertanyaan ini dari si pacar:

“Bagaimana seharian kerjaannya?” 

Sebagai cewek yang jago banget ngasih kode ke cowok, kamu pun akan mengalihkan pembicaraan basa-basi tersebut. Mulai aja cerita dengan:

“Eh temenku si Anu mau nikah besok lusa, datang bareng yuk yang. Ntar aku nikah maunya pas hari anu dan tanggal anu ah, gimana yang? Seru nggak tuh?”

Ya kalau si cowok meladeni pertanyaan kalian ya syukur, karena setidaknya ada titik cerah yang akan membawamu hubunganmu dengannya ke jenjang selanjutnya. Tapi kalau cowokmu meladeninya sebentar saja, jangan diteruskan, mungkin dia sedang lelah.

Nggak dipungkiri juga, setiap kali ke kondangan imajinasi tentang pernikahan pun akan semakin menjadi-jadi, liar, dan tak terkendali

Imajinasi pernikahan semakin tak terkendali via giphy.com

Cewek itu lebih cepat berimajinasi kalau sudah hadir di undangan pernikahan. Panggung pelaminan sudah dia gambar di kepalanya, di situ ada dia dan pacar, kanan kiri sudah ada ibu-bapaknya dan mertua, bakal menggunakan konsep adat apa, musiknya mau diiringi sama grup kasidah mana, dll. Kalau nggak percaya, perhatikan saja setia ke kondangan, cewek suka lama menatap ke arah pelaminan sambil makan. Karena takut kesurupan dan nggak sadarkan diri, teman yang di sampingnya harus bisik-bisik di kupingnya,

“Jangan mupeng, INSHA ALLAH, AMIN. Hahahaaa…”

Tapi percayalah, lelaki yang mampu bertahan dengan keadaan kita yang sekarang adalah lelaki yang sudah sepenuhnya yakin bahwa kitalah yang akan menemaninya di masa depan. Apalagi kalau sudah mempercayakan kita dalam pemilihan rumah untuk cicilan masa depan.

Lambat laun, harapan membina rumah tangga dengan lelaki pilihan semakin kuat. Bukan karena desakan, melainkan keinginan untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang selanjutnya

Berharap tuk membina rumah tangga denganmu via www.flickr.com

Ketahuilah juga para pria, bahwa dibalik betahnya wanita dalam berpacaran selama 5 tahun atau lebih, banyak tersimpan harapan-harapan indah yang ingin dia bangun bersama kalian. Ketakutan terbesar mereka adalah kehilangan pria yang paling disayangi setelah Tuhan, ibu, dan bapak mereka.

Ketika pria sudah banyak ikut terlibat dalam pembicaraan wanita mengenai pernikahan sekalipun hanya obrolan biasa, percayalah itu semua sudah tersampaikan baik-baik kepada sahabat dan ibu mereka pada malam sebelum mereka tidur.

Ibu kami para wanita sudah tidak khawatir lagi ketika mendengar dari anak gadisnya bahwa pria yang disayangi sudah mulai belajar bertanggung jawab atas anak gadis mereka dengan tidak memberikan harapan palsu. Tenangkan orang tua wanita dengan tidak memberikan harapan pada anak gadisnya di tengah-tengah ramainya orang sekitar yang sudah menikah dalam keadaan “tidak baik”.

Walau sering dihujam dengan pertanyaan aneh gara-gara pacaran lama, kamu tetap yakin pada pria kesayanganmu itu. Kamu yakin, dialah yang akan menjadi imam keluargamu kelak

Kamulah yang akan jadi imamku kelak via coletahmamasyifa.wordpress.com

Pria, tunjukanlah kalau kalian memang mau bertanggung jawab dengan tidak terus memberikan harapan kepada wanita. Menikah juga ibadah yang sangat berpahala. Pertahankanlah pernikahanmu kelak seperti engkau mempertahankan wanitamu selama bertahun-tahun pacaran.

Kalahkan ramalan mereka di luar sana yang menganggap bahwa berpacaran lama akan cepat merasa bosan saat sudah menikah nanti. Jangan hanya berencana berdua. Wanitamu tidak hidup sendiri, mereka hidup dengan kedua orangtua dan keluarga lainnya. Mencintainya berarti harus menyatukan keluargamu dengan keluarganya. Mencintainya sudah sepaket mencintai keluarganya. Begitupun sebaliknya.

Sikap wanita bergantung pada bagaimana sikap pria memperlakukannya. Apa lagi yang dicari wanita selain sudah mendapatkan pekerjaan yang baik dan suka mengkhayal pelaminan impiannya selain pria yang bertanggung jawab untuk mengajaknya membina satu keluarga kecil?