COMMUTER LINE, transportasi umum yang dibenci tapi dirindukan oleh berjuta-juta umat di Jakarta. Selain tidak memakan waktu yang lama, commuter line juga ekonomis, alias murah banget. Jadi, kebayang ‘kan kalo peak hour (jam berangkat/pulang kerja) commuter line ini penuhnya kayak apa?

Bahkan istilahnya, kalau di peak hour, gerakin jempol aja gak bisa. Nah saking banyaknya penumpang yang ada di dalam, masing-masing unya karakteristikna sendiri-sendiri. Mulai dari yang wajar-wajar saja hingga yang absurd semua ada di sini. Ini dia, tipe-tipe penumpang di Commuter Line:

1. Si “Sleeping Beauty”. Mereka yang punya kemampuan tidur dengan pulas di gerbong kereta dalam posisi dan kondisi apapun.

Apapun posisi dan kondisinya, harus tidur commuter line via twitter.com

Penumpang tipe ini banyak banget dijumpai di commuter line. Sesuai namanya, dia adalah para penumpang yang selalu tidur apapun keadaannya. Mau duduk, berdiri, mepet, lengang, atau pada saat keadaan sesak sekalipun, dia selalu tidur bahkan kadang pules banget sampai kepalanya di bahu orang lain, atau tak jarang juga ada yang mangap, hehehe.

Selain si tukang tidur, juga ada yang “pura-pura tidur”. Nah kalau ini, biasanya adalah orang yang sudah dapat tempat duduk, tapi malas kalau nanti harus berdiri ngasih tempat duduknya untuk orang lain yang mungkin hamil, orang tua, atau anak-anak, jadi untuk cari aman, dia pura pura tidur deh. Ya, mungkin dia sedang lelah…

2. Candy crush mania. Dari Bekasi hingga ke Planet Jupiter, mereka terus asyik main candy crush. Tak peduli walau negara api sedang menyerang!

Advertisement

Main candy crush sampai negara api menyerang via vivamedianews.com

Game Candy Crush memang bikin ketagihan bagi siapa saja yang memainkannya. Nah, demikian pula dengan penumpang commuter line. Penumpang “candy crush mania” biasanya sedari dia naik, sampai dia akan turun, candy crush tak pernah luput dari pandangannya.

Tangannya lihai menyentuh layar ponselnya, nggak peduli sepenuh apapun gerbongnya. Sambil sesekali menggerutu “aargggh!!!!” kalau lagi kalah, hehehe. Tapi ini memang lumayan membunuh kebosanan dalam perjalanan sih, apalagi kalau keretanya sedang gangguan.

3. Para banci socmed. Mereka yang percaya bahwa perjuangan sebagai penumpang commuter line menarik untuk dikonsumsi oleh followers-nya

Roket eksis! Rombongan kereta harus eksis! via imgarcade.com

Nggak sah rasanya bagi para “banci socmed” untuk nggak menceritakan apa yang dialami di dalam commuter line dengan orang lain. Penumpang tipe “banci socmed” biasanya akan menulis status atau foto kemudian di posting di berbagai sosmed miliknya. Contohnya begini, ia akan foto lagi desak desakan kemudian nge-post foto itu dengan caption:

“Perjuangan roker (rombongan kereta), berdesak-desakan sepulang kerja dalam commuter line, semangaaaattt para rokerr!!”

atau kalau lagi gangguan, dia akan selalu pasang status

 “Kereta gangguan, penumpang di manggarai menumpuk, arggghhh, sumpek, penuh  banget! KZL.”

4. Si “berdiri enak”. Orang yang ngerasa bahwa commuter line adalah harta warisan turun temurun dari engkongnya.

Coba posisi berdirinya diatur dulu Pak… (dok. pribadi) via hipwee.com

Mungkin penumpang ini adalah penumpang yang banyak dibenci sama penumpang lainnya. Penumpang tipe ini, akan berdiri seenaknya, tanpa mempedulikan sekitar atau mengatur posisinya agar rapi dan gak bikin orang lain gak dapet posisi yang enak. Si “berdiri enak” ini akan seenaknya ambil posisi.

Terkadang nyender ke orang, terkadang gak pegangan jadi bikin dia gampang goyah, dan menggoyahkan orang sampingnya. Maklum, kalau di commuter line ‘kan ada efek domino — satu goyang, yang lain ikut goyang. Atau terkadang sikutnya bisa nyikut kepala orang disampingnya. Jadi guys, kalau mau naik commuter line coba diatur yang rapi ya posisinya!

5. Ibu-Ibu dengan “gembolan” banyak. Dia yang nekat bawa barang tentengan seabrek meskipun lagi desak-desakan.

Gembolan gue gak boleh ketinggalan via cerita-dwipantara.blogspot.com

Nah, biasanya ibu-ibu dengan gembolan banyak ini adalah ibu-ibu yang pulang kerja sekalian belanja, atau ibu-ibu yang bawa banyak perkakas (tas utama, goodie bag, tas ASI). Sungguh penumpang jenis ini, biasanya terlihat repot banget.

Begitu masuk dia langsung menoleh atas tempat rak tas, lalu dia akan mencari celah untuk menaruh barang bawaannya, dan akan meminta bantuan siapa saja yang di dekatnya untuk menaruhnya.

Nah, sedikit tips nih, kalau udah tahu di comuter line udah pasti desek-desekan, jadi mending kalau naik commuter line gak usah banyak bawaan, karena pasti akan kerepotan sendiri.

 

6. Penumpang “newbie”. Para pendatang baru yang masih lugu dan belum tahu betapa kerasnya geliat kehidupan di dalam commuter line

Naik commuter line kok gini amat yan mak? via ratibulathas.blogspot.com

Bagi yang belum pernah dan baru pertama kalinya naik commuter line, dan kemudian dia menaikinya di waktu jam berangkat atau pulang kerja, udah pasti akan mengeluh. Si penumpng commuter line newbie ini pasti sepanjang jalan akan “aduh-aduh” karena kedesak, atau akan berkata :

 “Duh, begini amat sih naik kereta!”

Dan biasanya si newbie ini kurang gesit untuk mempersiapkan diri ketika mau turun, alhasil akan teriak teriak pas udah sampe stasiun dengan teriakan:

 “Duh misi doong, saya mau turun, pak saya mau turun pakkk!”. (teriak ke petugas gerbong kereta.)

Penumpang newbie gini biasanya akan kapok naik commuter line.

 

7. Geng sambungan. Sekumpulan orang yang tidak memihak pada gerbong manapun, dan memilih untuk bersikap netral dengan berdiri di sambungan kereta

Penumpang commuter line yang netral via oomwil.wordpress.com

Bagi yang sering naik commuter line, pasti paham apa maksudnya. Maksud dari penumpang “Geng sambungan” adalah sekelompok penumpang yang berdiri di sambungan kereta. Mereka entah bagaimana kenalnya, seolah mereka menjadi “geng” dan mengomentari segala hal.

Tapi pertemanan mereka sepertinya erat sekali, jadi kalau ada anggota gengnya yang baru masuk dari salah satu stasiun pasti akan dibantu masuk ke sambungan kereta tersebut. Geng sambungan kereta ini lumayan menghibur sih kalau kita lagi jenuh, karena biasanya celetukan-celetukannya itu khas dan lucu.

8. Geng gossip girls. Gerombolan mbak-mbak yang memanfaatkan waktu berangkat dan pulang kerja untuk curhat sekaligus bergosip!

Isi waktu dengan bergosip via zpravy.idnes.cz

Penumpang “Geng Gossip Girls” biasanya banyak ditemui di gerbong khusus wanita. Segerombolan mbak-mbak biasanya akan berdiri berdekatan, kemudian saling cerita dari A sampai Z mulai dari masalah kantor, sampai masalah GUNTING KUKU!

Curhatan dan gosipannya pun tak jarang jadi konsumsi satu gerbong. Jadi hati-hati nih para penumpang commuter line kalau mau nge-gosip, lihat kanan-kiri dulu, siapa tahu yang digosipin ternyata satu gerbong!

 

9. Penumpang “Supporter”. Para pemumpang berhati peri yang akan senantiasa mencarikan tempat duduk untuk penumpang yang membutuhkan

Penumpang commuter line berhati peri via bayubagaswara.wordpress.com

Terakhir adalah penumpang “supporter”. Tipe penumpang supporter ini adalah penumpang yang kalau ada ibu hamil atau siapapun yang butuh banget tempat duduk, ia akan sukarela mencarikan tempat duduk atau dengan relanya teriak”:

“Pak, mbak, yang ga hamil, tolong dong berdiri, ada ibu hamil nih, kasih duduk dong”

Biasanya sih penumpang tipe ini adalah ibu-ibu. Kalau orang yang dibantu dapat tempat duduk, akan merasa kalau ia adalah savior nya. Ternyata, di commuter line bisa juga ya dapat pahala, hehehe…

Sungguh unik-unik ‘kan penumpang di commuter line? Meski harus dempet-dempetan dan desek-desekan, ada banyak hal unik dan lucu yang bisa kita temukan dari para penumpangnya. Kalau kamu belum pernah, mesti cobain naik commuter line!  😀