Setiap suku di Indonesia pasti memiliki keunikan cerita masing-masing. Seperti artikel-artikel Hipwee sebelumnya, mengenai urang Sunda, arek Jawa Timur, dan anak-anak Kalimantan, selalu saja ada hal-hal unik dan menarik yang seru untuk diceritakan. Hal yang sama juga dialami oleh orang-orang Sumatera.

Nah, Hipwee sudah menghimpun jawaban-jawabanmu mengenai suka duka menjadi orang Sumatera! Suka duka yang dialami oleh orang Sumatera juga nggak kalah seru, lho! Mulai dikira jago memasak, suka merantau, hingga dibilang galak seperti preman. Langsung aja yuk kita simak cerita lengkapnya!

1. Kontur Wajahmu yang Khas Kerap Mengundang Komentar atau Tebakan Sok Tahu dari Orang.

Struktur wajah yang khas Sumatera via www.muvila.com

“Yang punya muka kotak itu biasanya orang Batak, hahaha. Padahal ya nggak semuanya kayak gitu.”

Elvita Pasaribu, 24, Jakarta

Setiap suku memang memiliki ciri-ciri fisik yang berbeda satu sama lain. Di Sumatera, setiap daerah maupun suku memiliki ciri-ciri fisik yang khas. Salah satu contoh yang paling terkenal adalah suku Batak. Suku Batak dikenal dengan dahi yang lebar, rahang yang tegas, serta tulang pipi yang menonjol.

Advertisement

Karena ciri wajahnya yang khas ini, banyak orang yang sok tahu langsung bisa menebak kalau mereka adalah orang Batak! Hehehe…

Teman (baru kenal): “Kamu orang Batak ya?”

Kamu: “Iya, hehehe… Tahu dari mana gitu?”

Teman: “Udah jelas banget kali. Muka lo kotak, kayak kemeja Jokowi!”

Kamu: “…….. Hahaha…. Itu kotak-kotak kali……….” (ketawa kering)

2. Logat bicaramu pun sangat khas, sehingga orang lain akan tertawa atau malah tergoda menirumu.

Dialek bahasa daerah SUmatra yang mudah dikenal via www.agammediacenter.com

“Sering diejekin teman-teman karena dialek bahasa yang digunakan punya ciri khusus :)”

El, 25, Pekanbaru

Dialek bahasa orang Sumatera adalah salah satu bahasa daerah di Indonesia yang paling dikenal oleh masyarakat luas. Kalau didengar, dialek bahasa di Sumatera memang terdengar mirip-mirip. Padahal setiap daerah dan suku di Sumatera memiliki dialek bahasa yang berbeda satu sama lain. Misalnya, Jambi punya akhiran ‘o’ di tiap katanya. Sementara orang Ulee Kareng di Aceh senang banget mengakhiri kata-kata dengan huruf ‘e’. Banyak juga ucapan-ucapan yang khas dari daerahmu!

Onde mande…

Tulah qe…

Kau nak pergi ke mano?

Yo bonoa la ang ge a?

HORAS!

Karena temanmu menanggap logat kamu ini unik dan lucu, banyak dari mereka yang coba-coba menirunya. Kadang ini membuat kamu tertawa, tapi sering juga ini bikin kamu kesal karena logat teman-temanmu yang dibuat-buat gak mirip sama sekali dengan logat Sumatera-mu yang asli!

“Tapi, di balik itu semua aku nggak keberatan punya logat Melayu yang kental. Jadi terlihat punya karakter sendiri, gitu.”

Dewi, 21, Yogyakarta

3. Soal volume suara, orang Sumatera adalah JUARA PERTAMA

Kayak lagi ajak berantem via www.wowkeren.com

“Aku asli Sumatera, di bagian utaranya. Tepatnya Medan, dan aku suku Batak! Kalau udah pulang ke kampung ayah, siap-siap aja deh jantungnya sehat. Suara mereka itu loh, 11-12 sama toa.”

Frida, 20, Medan

Satu hal yang pasti dan tak boleh kamu lupakan dari orang Sumatera. Mereka sangat terkenal memiliki volume suara yang tinggi cetar membahana. Karena itu, saat kamu pergi ke luar Pulau Sumatera, kamu sering dikira lagi marah-marah. Caramu berbicara memang sangat cepat dan lantang, hingga kadang membuat orang lain yang tak terbiasa mendengarnya menyangka kalau kamu galak dan nggak santai!

Teman: Buset deh kenceng amat suara lo! Bisa ga sih biasa aja ngomongnya? Kagak usah pake toak!

Kamu: WAH SORI BRO! SUARA SAYA MEMANG SUDAH STEREO DARI SANANYA! MAKLUM SAJA… HAHAHA

4. Berkat gaya bicara dan mimik wajahmu, kamu sering dikira galak, jutek, dan kasar… 🙁

Kamu dikira marah-marah dan ngajak berantem via www.hipwee.com

“Dulu waktu awal kuliah sempet dikira jutek dan kasar, cuma gara-gara gaya omongan aku yang cepat dan keras. Kalau lagi “bengong” dan nggak ngapa-ngapain, wajahku juga kata orang jutek. Dikira pemeran antagonis deh.”

Dewi, 21, Yogyakarta

Saat kamu berbicara, kamu terdengar seperti orang-orang yang nggak santai, marah-marah, dan dikira ngajak berantem! Giliran kamu diam, kamu dibilang jutek, nggak ramah, dan menyeramkan.

JADI AKU HARUS GIMANA? AKU INI ORANG SUMATERA ATAU RAISA? KOK SERBA SALAH BEGINI?

5. Entah kenapa, kamu juga sering disangka kaya-raya. Apalagi oleh orang Jawa.

Kamu dikira punya kebun sawit via www.nasionalisme.co

“Begitu orang tahu aku dari Riau, mereka selalu bilang … “Orang disana kaya-kaya ‘kan?” Omaigod!!”

Loly, 21, Pekanbaru

“Orang Sumatera pasti dikirain orang kaya, punya kebun sawit dan punya kebun karet. Padahal aslinya ya sama aja kayak anak rantau lainnya: bahagia di awal bulan dan bersakit-sakit di akhir bulan.”

Novitasari, 20, Jambi

Sebagai orang Sumatera, tak hanya satu-dua kali kamu dikira kaya-raya. Mungkin karena banyaknya lahan sawit dan pertambangan di Sumatera. Padahal, lahan sawit dan pertambangan itu ya biasanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar, bukan penduduk yang sudah bertahun-tahun menetap di sana! Nggak semua orang Sumatera itu sekaya Aburizal Bakrie yang orang Lampung atau Hatta Rajasa yang orang Palembang. Kalau udah makmur, ngapain susah-susah ngerantau banting tulang cari duit?

6. Dibilang kaya itu masih mending. Yang bikin sakit hati adalah kalau kamu dituduh pelit dan matre!

Nggak pelit, cuma hemat aja… via memesly.com

“Banyak yang beranggapan kalau orang Padang itu MATRE dan PELIT. Padahal gak semuanya lho kayak gitu.”

Azara, 20, Jakarta

“Paling nggak suka kalau dibilang ‘Padang Bengkok’, istilah yang ada karena orang Padang katanya perhitungan atau — bahasa frontalnya — pelit.”

Nova Selvia Yuza , 24, Padang

Tuduhan sebagai orang yang pelit dan matre ini paling sering dirasakan oleh kamu yang berasal dari Padang. Kamu dibilang perhitungan soal duit, nggak mau rugi, nggak mau berbagi pada sesama.

Orang Padang memang terkenal ulet dalam berbisnis. Sampai-sampai banyak yang bilang kalau orang Padang itu otaknya otak dagang. apa-apa ujung-ujungnya duit lagi-duit lagi. Padahal nggak semua orang Padang berkarir sebagai pebisnis. Sebagai orang yang merantau dan merintis karir, tentu saja harus memperhitungkan keuangan mereka. Mereka harus pintar berhemat karena jauh dari keluarga mereka, dan hal ini juga dilakukan oleh orang-orang dari daerah lain, bukan?

7. Kamu pun harus terima nasib untuk disamakan dengan supir metromini, copet, dan preman pasar~

Supir Metromini banyak Orang Batak via news.okezone.com

“Dukanya jadi Palembang: banyak yang bilang kalo orang palembang itu galak-galak, judes dan kalo ngomong blak-blakan, kayak preman.”

Risa, 22, Bekasi

Di kota-kota besar di Pulau Jawa — seperti Jakarta dan Bandung — orang-orang Sumatera sering diidentikkan dengan profesi-profesi pekerja kasar, bahkan pelaku kriminal. Karena adanya pemberitaan mengenai seorang preman berdarah Batak, banyak yang akhirnya menganggap bahwa preman-preman pasar dan terminal itu kebanyakan adalah orang Batak. Padahal ya nggak juga kali! Emang situ pernah nanya asal preman-preman pasar itu satu-satu?

8. Sedih juga jika orang hanya mengaitkan Sumatera dengan bencana alam. Banyak hal indah tentang pulaumu yang tak pernah mereka tahu…

Diingat karena bencana alam via www.voucherhotel.com

“Dulu banyak orang yang gak tahu kota Bengkulu. Setelah ada gempa besar dan tsunami di Aceh, orang-orang jadi tahu [Bengkulu]. Padahal ada banyak hal selain bencana yang bisa kamu kaitkan dengan Bengkulu. Di Bengkulu ada rumah pengasingan Bung Karno, benteng peninggalan Inggris, garis pantai yang panjang dan keren, spesies bunga terbesar di dunia (Rafflesia arnoldi)… sampai fakta bahwa Bengkulu dulu adalah milik Inggris, sebelum Belanda mengambil alih dengan memberikan Singapura kepada Inggris.”

Indra, 27, Bengkulu

Tsunami yang menimpa Aceh serta gempa bumi yang terjadi di Padang adalah dua musibah besar yang menimpa warga Sumatera. Dahsyatnya bencana alam yang terjadi pada waktu itu tak hanya menjadi berita utama di Indonesia, melainkan hingga masuk ke dalam berita internasional.

Semenjak itulah banyak orang yang memberi perhatian pada Sumatera. Banyak yang tadiya nggak begitu mempedulikan wilayah Sumatera, sekarang jadi tahu. Tapi sayang sekali, yang orang-orang tahu tentang Sumatera hanya karena bencana alamnya saja. Padahal, banyak sekali hal keren tentang pulaumu yang nggak pernah mereka tahu! Ah, kalau saja mereka bisa lebih membuka mata…

9. Mungkin yang paling sedih adalah ketika orang sama sekali tak tahu kota asalmu. Mereka hanya tahu Padang, Palembang, atau Medan…

Orang Jambi dikira orang Palembang via twicsy.com

“Suka sedih kalau sering disangka sebagai orang Palembang. Padahal aku ‘kan orang Jambi. BTW, kamu tahu gak Jambi itu yang mana di dalam peta? Gak tahu, ya? Yah, sedih lagi, deh.”

Yogie, 24, Jambi (Google aja)

Kebanyakan orang memang hanya tahu kota-kota besar di Sumatera saja, seperti kota Medan, Padang, atau Palembang. Saat kamu berkenalan dengan orang lain, orang itu akan menyangkamu berasal dari kota-kota yang populer di Sumatera.

Teman: “Yeeee, makasi ya pempeknya! Pempek Palembang memang paling enak!”

Kamu: “Aku orang Jambi……….”

Teman: “Kamu orang Bengkulu, ‘kan? Barusan aku lihat di TV, ada gempa lho di Bengkulu.”

Kamu: “Bukan, aku dari Lampung. Tapi makasih ya.”

Ya sudahlah… Sudah biasa…

10. Segala komentar di atas paling sering kamu temui di perantauan. Yup, orang Sumatera memang terkenal sebagai perantau tingkat dewa~

Orang Minang marantau via 2.bp.blogspot.com

“Mudah banget ketemu Urang Awak di kota besar lain. Apalagi di tempat umum kayak pasar, terminal, stasiun, sampai toko buku.”

Nova Selvia Yuza , 24, Padang

Bagian negeri Indonesia yang mana sih yang nggak ada orang Sumateranya? Yup, orang Sumatera itu terkenal sebagai perantau ulung, terutama orang-orang Minang dan Batak. Mereka berani keluar dari kampung, mengadu nasib hingga ke seluruh kota-kota di Indonesia. Bahkan dunia!

“Kemana-mana pasti ada orang Sumatera! Kita emang pada punya jiwa perantau!”

Dewi, 25, Tokyo

Bahkan dalam suku Minangkabau, merantau sudah menjadi sebuah budaya. Sebuah pepatah Minang mengatakan:

“Ka ratau madang dahulu, babuah babungo alun (lebih baik pergi merantau karena di kampung belum berguna).”

Orang Sumatera paling nggak mau jadi jago kandang. Nggak heran, di mana-mana di Indonesia, kita bisa dengan mudahnya bertemu orang-orang Sumatra. Iya ‘kan?

11. Mau bukti nyata betapa hebatnya orang Sumatera di perantauan? Di mana bumi diinjak, di sana ada Warung Padang~

Warung nasi Padang via www.bestbalibooking.com

 “Dimana Indonesia dipijak, disana ada Rumah Makan Padang, jadi kalau tiba-tiba kangen pengen makan rendang atau dendeng, enggak perlu khawatir deh.”

Nova Selvia Yuza , 24, Padang

Wah.. siapa coba yang nggak suka nasi Padang? Sesungguhnya, orang-orang yang nggak suka makan masakan Padang adalah golongan orang-orang yang merugi! Kelezatan makanan khas Padang ini memang terkenal hingga ke mancanegara. Bahkan rendang dinobatkan sebagai makanan terlezat di dunia oleh CNN.

12. Kuliner Sumatera memang nggak ada yang menyaingi. Banyak, enak, dengan bumbu yang pedas dan aroma yang pas.

Makanannya serba pedas via lifebent.blogspot.com

Kuliner khas Sumatera punya cita rasa yang khas. Enak, berbumbu, dengan aroma yang menggoda selera. Semua ini bakal bikin kamu selalu kangen rumah jika sedang merantau.

“Yang paling susah dari menjadi orang Sumatera adalah urusan lidah kalau merantau. Sangat sulit bertemu makanan yang pas di perantauan, baik dari sisi pedasnya, jumlah garamnya, cara penyajiannya… Itu kesusahan yang paling saya rasakan ketika pertama merantau ke pulau Jawa.”

Eko Frima Andani , 25, Jakarta

Dari semua masakan Sumatera, yang paling terkenal di seantero jagad raya ini adalah masakan Padang. Masakan Padang memiliki ciri khas yaitu kaya akan bumbu rempah-rempah dan rasa yang lado alias pedas. Tapi nggak hanya masakan Padang saja, hampir semua masakan khas daerah Sumatera memiliki rasa yang pedas. Nggak heran kalau orang-orang Sumatera doyan banget makanan pedas.

13. Nggak heran, darah Sumatera-mu akan diragukan kalau kamu nggak bisa makan pedas!

Nggak bisa makan! via whatwesharewewrite.blogspot.com

“Aku orang Padang, tapi anti-banget sama makanan pedas. Gak bisa sedikitpun makan cabe. Dan orang-orang sering bilang, “Kok orang Padang gak suka pedes? Pasti Padang jadi-jadian!” Miriis… Itu ‘kan tergantung selera orang…”

Putri, 23, Padang

“Banyak orang menggeneralisasikan bahwa orang Sumatera Utara pasti menyukai pedas. Mereka yang tidak suka pedas, bersiaplah dikomentari: ‘Katanya orang Sumatera… kok ngga suka pedas? Tersesat ya?'”

Franky Ertanto, 25, Jakarta

Maaf aku nggak suka pedas 🙁 Aku hanya manusia 🙁 via www.gurl.com

Karena Sumatera terkenal dengan masakan-masakannya yang enak jugalah, kamu sering dikira jago masak!

“Dikirain pinter masak, bisa masak rendang, dan punya rencana buka resto Padang.”

Dewi, 25, Tokyo

Selain komentar-komentar miring di perantauan, orang Sumatera juga mengalami berbagai kenyataan pahit di rumah sendiri…

14. Di Sumatera, harga tiket buat jalan-jalan itu sudah nyaris mencapai langit!

harga tiket traveling mahal.. via jacksonville.com

“[Kenyamanan hidup] yang sebenarnya itu ada di pulau Jawa, especially Jakarta. Not because Jakarta is glamorous, but from Jakarta we could go to wonderful places with lower cost. Kalo berangkat dari Sumatera, harga tiket jalan-jalan bisa 2 atau 3 kali lipat.”

Tiyas Hening , 25, Prabumulih, Sumatera Selatan

Seperti permasalahan di pulau-pulau lain selain Pulau Jawa, biaya hidup di Sumatera lebih tinggi dibandingkan di Pulau Jawa. Mungkin, perbedaan harga ini jugalah yang membuat orang-orang Jawa beranggapan kalau orang Sumatera itu kaya raya.

15. Kalau kamu beli sesuatu via online, ongkos kirimnya juga bisa lebih mahal daripada barang yang kamu beli 🙁

Berat di ongkir… via industri.bisnis.com

 “Kalo mau beli barang via online, ongkirnya mahal. Kadang malah lebih mahal ongkirnya daripada barang yg dibeli :'(”

Eka, 21, Banda Aceh

Nggak hanya soal harga barang yang serba mahal, ongkir untuk kirim barang dari dan ke Pulau Jawa juga nggak muraaaah!

16. Di Sumatera memang ada rel kereta. Tapi kereta api penumpang itu jarang — hampir semua kereta mengangkut barang.

Adapun tapi terbatas via paguyubancirex.blogspot.com

“[Di Sumatera,] gak ada kereta penumpang kayak di Jawa. Kereta penumpang cuma lewat sekali sehari, itupun tengah malam. Apa-apa mesti naik mobil/ bus, padahal jalan Sumatera  itu berkelak-kelok banget. Jarak satu tempat ke tempat lannya juga jauh banget lagi.”

Sylvia, 26, Muara Enim

Masyarakat di Sumatera mayoritas menggunakan moda transportasi bus atau kendaraan pribadi. Kalau mereka bilang mereka naik ‘kereta’, kemungkinan besar yang mereka maksud itu mobil (banyak orang Sumatera yang menyebut mobil dengan ‘kereta’). Pasalnya, kereta api penumpang itu jarang adanya. Hampir semua kereta adalah kereta barang.

Padahal jarak antara satu kota dan kota lain di Sumatera relatif jauh, itupun harus mendaki gunung lewati lembah melewati hutan dan jalanan yang berkelok-kelok. Saat kamu mudik melalui jalan darat, siap-siap saja menghabiskan waktu berhari-hari di jalan!

17. Naksir seseorang sampai serius mau menikah? Siap-siap patah hati begitu mengetahui kalau suku/marga kalian sama!

Sesama suku Minangkabau dilarang menikah via en.wikipedia.org

“Sumbar terkenal dengan adat Minangkabau dan banyak suku. Satu kendala jika menyukai seseorang: di Minang, kawin sesama suku itu dilarang. Siap-siap patah hati kalau ternyata sukunya sama.”

Lara Sinta, 22, Bukittinggi

Biaya hidup tinggi? Nggak papa lah. Biaya ongkir tinggi? Ya sudahlah. Tapi kalau yang ini soal hati… Soal hati, men! Beberapa suku di Sumatera memiliki peraturan adat yang ketat perihal pernikahan. Adat Minangkabau misalnya, nggak memperbolehkanmu menikah dengan orang yang sesuku denganmu. Orang Batak pun juga dilarang menikah dengan sesama marga atau marga-marga tertentu. Ya Allah maaaakkkk… Nyari pacar aja susah.. Sekalinya ada yang suka, nggak cocok… Sekalinya cocok, ehhh, suku atau marganya yang sama.. ubah aku jadi ubur-ubur sajaaa~~ :((

18. Di luar urusan patah hati, kamu juga harus menelan ludah karena tak meratanya pembangunan di daerah. Mati lampu? Asap hutan? Ya sudahlah… Ini Sumatera.

Bukan di Sumatera via scbd.com

“[Saya yang orang Sumatera] merasa dinomorduakan oleh pemerintah pusat. Misalnya saja soal listrik. Kita orang Sumatera sudah bosan merasakan mati lampu! Padahal sumber daya alam Sumatera sangat melimpah.”

Maqdis , 23, Medan

Pembangunan di Indonesia memang belum merata. Semua lebih cenderung terpusat hanya di Pulau Jawa saja. Sarana transportasi yang kurang, pemadaman listrik yang terlampau lama, sarana pendidikan belum memadai, membuatmu merasa dianak tirikan.

Tak heran kalau banyaL orang Sumatera yang ingin menjajal peruntungan ke Pulau Jawa. Karena dengan merantau dan ‘mencuri’ ilmu di sana, kamu bisa berkontribusi untuk membangun daerah asalmu. Jika hanya mengandalkan pemerintah saja, rasanya harapanmu agar daerah asalmu maju tak akan bisa terwujud.

Walaupun begitu, menjadi orang Sumatera adalah takdir yang akan selalu kamu syukuri dan banggakan 🙂

22. Meski pembangunan tak semerata Pulau Jawa, kamu bersyukur karena daerahmu masih memiliki keindahan alam yang mengagumkan. Jauh dari kemacetan dan polusi…

Keindahan alam yang tak tertandingi via scbd.com

“Gue sebagai anak Sumatera bangga banget sama Sumatera, karena pemandangan alam disana dan suasananya masih sangat sejuk. Yah, menurut gue itu sangat cocok banget buat lo yang pengen hidup damai bernuansa alam. Pokoknya sebagian besar daerah Sumatera itu masih alami banget. Sumatera is the best!

Debi, 22, Bukittinggi

Ada sisi positif yang patut untuk kamu syukuri. Meskipun infrastruktur di sebagian daerah di Sumatera belum bisa dibilang layak, kamu masih bisa merasakan keindahan alam di tanah kelahiranmu ini. Hutan-hutan yang masih lebat, panorama alam yang menyejukkan mata, dan segarnya udara masih bisa kamu rasakan setiap harinya. Ah, betapa menyenangkannya.

23. Tradisi-tradisi suku dan budaya di Sumatera itu masih kental dan lestari…

Tradisi budaya yang masih lestari via travelblog.ticktab.com

“Sumatera itu kental sama tradisinya: tradisi budaya Minang, Batak, Melayu bahkan suku lainnya. Tradisinya juga dikenal baik oleh seluruh Nusantara.”

afif pratama , 19, Pekanbaru

Pulau Sumatera memang kaya akan budaya tradisional. Semua ini tak pelak ada kaitannya dengan masyarakatnya yang selalu menghormati adat.

Hal inilah yang membuat Pulau Sumatera dikagumi oleh orang-orang di Indonesia. Mau merantau sejauh apapun juga, orang Sumatera tetap orang Sumatera. Nggak ada istilah semacam “Saya sekarang sudah jadi orang Jakarta…”

Sekali orang Sumatera, kamu tetap orang Sumatera!

24. Watakmu yang tegas juga membentukmu menjadi manusia yang kuat dan tahan banting!

Punya mental yang kuat dan tahan banting via opionator.wordpress.com

“Mungkin karena orang Sumatera keras, gua jadi ngerasa kalo gua ini tahan banting. Dan mungkin karena sugesti kalo berantem jarang ngerasa sakit.”

Reza Adrian Fernando , 14, Bekasi

“Orang Sumatera itu tahan banting di segala kondisi. Hehehe.”

Tineke Marisa, 30, Lampung

Julukan ‘keras’ yang selalu menempel padamu secara tak sadar telah membentukmu menjadi pribadi  yang kuat dan keras. Kamu tak mudah menyerah dan patah arang. Watakmu yang keras itulah yang membuatmu tahan banting dan mampu bersaing dan bertahan hidup! 🙂

25. Keberanian orang-orang Sumatera untuk merantau membuatmu dikenal sebagai pribadi yang berani dan mandiri!

Pemberani dan mandiri via opionator.wordpress.com

“Aku orang Sumatera. Padang lebih tepatnya. Aku bangga dengan merantau. Itu ngebuktiin kalau orang Padang itu bisa gampang menyesuaikan diri, serta mandiri.”

 Edo, 18, Padang

Tak semua orang berani keluar dari zona nyamannya, namun kamu berani. Sedari muda, kamu sudah dididik untuk mau mandiri, mencari ilmu, mengambil risiko demi hidup yang lebih baik. Betapa menginspirasinya!

26. Sifatmu yang tegas membuat orang-orang di sekitarmu kagum dan segan padamu.

Banyak orang kagum dengan ketegasanmu via ensiklopediaindonesia.com

“Karena image yang “galak”, orang-orang jadi segan dan gak macam-macam sama kita. Hahahaha..”

Linda, 31, Tangerang

Orang-orang di sekitarmu bukan takut, melainkan mereka kagum pada sifatmu yang tegas itu. Karena ketegasan yang kamu tunjukkan sedari awal kamu bertemu orang, orang-orang yang mengenalmu tak akan berani berbuat hal yang buruk kepadamu. Jangan kecil hati, mereka sangat menghargai ketegasan yang kamu miliki.

27. Ibarat Bika Ambon, orang Sumatera itu keras di luar, tetapi lembut di dalam! :’)

Kelihatannya keras, tapi hatinya lembut via atjehliterature.blogspot.com

“Orang Batak itu kayak bika ambon. Luarnya aja yang keras. Dalamnya udah lembut, ngangenin pulak!”

Benediktus Sinaga, 20, Pematangsiantar

Ya, kalau menilai sesuatu jangan hanya dilihat saja dari penampilan luarnya. Orang -orang Sumatera memang memiliki watak yang keras, namun jauh di dalam dirinya terdapat kelembutan hati dan keramahan yang membuat orang-orang di sekitarnya kagum padanya.

Seperti analogi yang dikatakan pembaca di atas. Orang Sumatera itu keras di luar, lembut dan mengangenkan di dalam! 🙂

Nah itulah tadi suka duka yang dirasakan olehmu menjadi orang Sumatera. Terima kasih sudah berbagi ceritamu tentang tanah kelahiranmu itu. Sekali lagi, berbanggalah karena kamu orang Sumatera. Sekali Sumatera, tetap Sumatera selamanya!