Pekerjaan menumpuk, banyak orang baru di kantor yang bikin bete, gaji tak juga kunjung bertambah. Itukah yang kamu rasakan tentang kantormu? Saat semua cerita indah tentang kantor idaman dan pekerjaan yang sesuai dengan passion-mu secara perlahan berubah jadi mimpi buruk lantaran berbagai hal, jangan terburu-buru menyalahkan keadaan dan berpikir untuk resign.

Ingat, di zaman serba edan ini mencari pekerjaan yang sempurna tak semudah membalikkan telapak tangan. Jangan sampai keputusanmu yang terburu-buru malah berakhir rasa malu dan menyesal lantaran tak juga kunjung dapat pekerjaan baru setelah keluar dari kantor yang lama.

Bisa jadi hal-hal buruk yang kamu rasakan tentang pekerjaanmu saat ini bersumber dari dirimu sendiri. Ya, bukan kantormu yang berubah jadi neraka, melainkan malaikat di hatimulah yang mulai pergi dan digantikan oleh iblis jahat yang senantiasa membisikkan kalimat-kalimat penuh benci sehingga kepalamu dipenuhi oleh pikiran-pikiran negatif.

Lalu apa yang harus kamu lakukan? Take a deep breath dan mulailah untuk berdamai dengan dirimu sendiri sejenak. Beberapa hal berikut ini bisa jadi solusi dan bisa mengembalikan hari-hari ceriamu seperti dulu:

1. Saat kamu sudah merasa muak dan mencapai titik jenuh dengan pekerjaanmu, ingatlah perjuanganmu saat pertama kali masuk kerja

Saat merasa muak, ingatlah perjuanganmu untuk bekerja via www.123rf.com

Advertisement

Cobalah flashback sejenak dan mengingat bagaimana girangnya kamu dulu ketika mendapat panggilan kerja. Deg-degan mempersiapkan jawaban wawancara, bingung memilih baju yang akan dipakai, sampai harus merelakan waktu buang air besar terlewat hanya karena kamu tak ingin terlambat.

Hal-hal ini mungkin terkesan konyol. Tapi percayalah, kenangan pertama itu tak pernah berbohong. Kalau di awal dulu kamu sangat bersemangat bekerja di tempat itu dan sekarang semangat itu tiba-tiba menghilang, ask yourself. Sebelum kamu menyalahkan lingkungan kerjamu, lebih baik kamu mengoreksi dirimu terlebih dahulu. Apakah ada yang salah denganmu? Apakah ada yang berubah darimu?

2. Jangan Antipati terhadap perubahan di kantor. Perubahan kebijakan di kantor itu pasti dibuat demi kebaikan semua karyawan

Jangan antipati dengan perubahan di kantor via www.periodicodigital.mx

Dulu datang terlambat gak masalah tuh. Sekarang telat 5 menit saja harus potong gaji? Kalau hal-hal semacam ini yang bikin kamu merasa kantor berubah jadi neraka, you really need to know. Peraturan itu dibuat bukan tanpa alasan, dan tidak ada peraturan yang dibuat tanpa pertimbangan matang.

Kalau sampai kantormu menerapkan aturan ketat tentang keterlambatan, itu artinya mulai banyak karyawan yang susah didisiplinkan. Dan kalau kamu terganggu dengan peraturan itu, itu tandanya kamu termasuk salah satu karyawan yang tidak disiplin.

Sekarang coba posisikan dirimu sebagai karyawan yang rajin dan selalu datang pagi. Relakah kamu menerima gaji yang sama dengan karyawan lain yang tukang telat? Maukah kamu menerima bonus yang sama besarnya dengan karyawan lain yang rajin melanggar peraturan? Kalau kantormu melakukan perubahan dalam hal rules kerja dan kebijakan-kebijakan tertentu yang berhubungan dengan kesejahteraan karyawan, tentu semua itu ada alasannya.

Cobalah melihat lebih dalam, memandang lebih luas. Kalau memang ada perubahan aturan yang merugikanmu, jangan ragu untuk mempertanyakannya. Tapi selama peraturan itu wajar-wajar saja dan dibuat dengan dasar yang kuat, jangan egois dan merasa dirimu yang paling benar. Ingat, kalau kamu keluar dari suatu perusahaan hanya gara-gara tak setuju dengan peraturannya, belum tentu kamu akan menemukan perusahaan lain dengan aturan yang lebih longgar.

3. Berdamai dan jujur pada dirimu sendiri. Apakah selama ini kamu sudah bekerja semaksimal dan sebaik mungkin pada pekerjaanmu?

Apakah kamu sudah bekerja semaksimal mungkin? via stress.about.com

“Kenapa orang baru itu langsung dapat kenaikan gaji, ya? Padahal aku kan sudah lebih lama bekerja di sini.”

Nah, kalau kondisi semacam ini sedang kamu hadapi sekarang, cobalah jujur pada diri sendiri. Apa selama ini kamu sudah bekerja dengan maksimal? Apa kamu memberikan kontribusi yang cukup besar untuk tim kerjamu? Jangan buru-buru menuding atasanmu tidak adil dan pilih kasih, atau bahkan menuduh karyawan baru tersebut telah cari muka pada atasanmu.

Bisa saja karyawan baru langsung dapat kenaikan gaji lantaran ia memang bekerja lebih baik, tak ragu datang lebih pagi dan pulang lebih malam, tidak segan menerima tugas di luar jobdesc utama, serta tak pernah perhitungan dan selalu ringan tangan untuk membantu pekerjaan rekan lainnya.

Jangan dulu merasa tersingkirkan dan dipandang sebelah mata. Justru kamu harus cari strategi sebaik mungkin agar kamu bisa mencuri perhatian atasanmu. Lakukan performa terbaikmu sebagai seorang karyawan. Do more than is required of you!

4. Berhenti mengeluh, karena mengeluh hanya membuat bebanmu semakin menumpuk. Lebih baik cari solusi dan segera selesaikan permasalahanmu

Berhenti mengeluh, segera cari solusinya via imgkid.com

Mengeluh memang gampang, tapi sama sekali tak akan menyelesaikan masalahmu. Daripada sibuk curhat di sosial media tentang pekerjaan yang menumpuk, lebih baik gunakan waktu dan energimu untuk mulai menyelesaikannya.

Putar lagu favoritmu dan pasang headset, selesaikan pekerjaanmu sedikit demi sedikit. Saat mulai merasa lelah, tak ada salahnya jajan di minimarket dan membeli camilan-camilan yang bisa mengembalikan tenagamu. Lakukan apapun yang bisa membuat semangat dan mood-mu kembali membaik.

Cara itu masih belum bisa mengurangi pekerjaanmu yang menumpuk? Coba komunikasikan dengan atasanmu. Ya, kamu bukan robot yang bisa bekerja 24 jam dan bosmu juga bukan patung yang tak bisa mendengar protes atau memberikan masukan. Susun alasan yang jelas dan logis kenapa kamu merasa beban kerjamu terlalu berat, sampaikan dengan kata-kata yang baik dan penuh rasa hormat.

Hal ini tentu lebih baik dilakukan daripada kamu hanya bisa kasak-kusuk di belakang, membicarakan kebijakan si bos yang dirasa tidak menguntungkan. Selama bos mu adalah seorang pemimpin yang baik, dia pasti akan mencari solusi yang terbaik untuk para karyawannya.

5. Pompa semangatmu agar lupa dengan keinginanmu untuk resign. Ingat, di luar sana ada banyak orang yang sedang kesusahan mencari pekerjaan

Pompa semangat sampai lupa ingatan untuk resign via www.bee-inc.com

Di saat kamu sibuk berkeluh kesah tentang kondisi kantor yang makin tak menyenangkan, di luar sana ada jutaan orang berpanas-panasan mencari pekerjaan. Maka dari itu, jangan mudah menyerah hanya karena masalah-masalah sepele yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan jalan musyawarah.

Ketika sudah masuk dunia kerja, singkirkan semua sifat kekanak-kanakanmu. Jangan manja dan mudah menyerah hanya karena satu-dua batu kerikil menghalangi jalanmu. Kalau sudah melakukan semua hal itu dan ternyata kamu masih merasa kantor seperti neraka, mungkin itu tandanya kamu harus benar-benar memulai sesuatu yang baru.

Tapi ingat, jangan pernah meninggalkan kesan buruk pada rekan kantor dan atasanmu, ya! Sebab kamu tak pernah tahu, bisa saja di masa depan nanti kamu akan kembali bertemu dan bekerja sama dengan mereka. Semangat! 🙂