• Kampung Jatiwayang, Ngemplak Simongan, Semarang

Kolektif Hysteria bersama warga Jatiwayang dengan sokongan penuh dari Direktorat Kesenian, Ditjen Kebudayaan,  Kemendikbud menggelar acara unik di Kampung Jatiwayang, Ngemplak Simongan, Semarang minggu-minggu ini. Acara yang bertajuk Arus Bukit itu selain melibatkan seniman dari Semarang juga ikut serta partisipan dari luar kota seperti dari Banjarmasin, Lombok, Mataram, Bogor, Surakarta, Surabaya, Malang, Cirebon, Rembang, Bandung, Yogyakarta bahkan Kolombia dan Jerman. Ketua Panitia Istiqbalul Fitriya mengatakan tidak seperti pameran pada umumnya, seniman akan menjalani residensi selama semingguan untuk membaur bersama warga. “Diharapkan dari aktivitas live in ini karya mereka akan dekat dengan masyarakat dan bisa memberi kontribusi terutama kampung,” katanya pada media Rabu (21/8) kemarin.

Sebanyak 23 seniman visual dan 24 seniman pertunjukan terlibat dalam helatan yang berlangsung sejak 3 Agustus hingga puncaknya 24 dan 25 Agustus besok. Berbeda dengan Festival Bukit Jatiwayang pertama tahun lalu, acara kali ini mengangkat isu bukit sebagai titik masuk. Dalam siaran persnya, disebutkan bahwasanya Semarang adalah kota bukit namun jarang sekali topografi ini dianggap sebagai penanda kota atau branding apalagi diaktivasi sebagai tempat aktivitas kesenian. Melalui kegiatan ini diharapkan bukit-bukit dapat diberdayakan kembali. Amatan media menunjukkan puluhan seniman yang tinggal dalam basecamp bersama berlalu lalang tiap hari untuk menggambar dinding atau membuat instalasi di kampung.

Advertisement

Ajit Mahendra (26) warga Jalan Srinindito Timur Nomor 7 RT 02 RW 3, Ngemplak Simongan merasa sangat senang dengan adanya aktivitas ini nama kampung terangkat dan menjadi indah. “Bagus sekali kegiatannya, kami merasa bangga terlibat dalam kegiatan ini,” katanya. Ada belasan rumah yang dindingnya dilukisi dengan aneka karakter yang masih relevan dengan isu kampung. Waris Sutriono (40) warga Srinindito Timur Nomor 2 RT 6 RW 3 menambahkan juga merasa senang karena kegiatan ini bisa mengajarkan kepada generasi muda tentang kampung dan merawat budaya.

Selain aktivitas mural dan grafiti kegiatan ini juga diisi dengan berbagai rangkaian acara yang tidak kalah menarik. Ada bukit buku yakni pameran buku di tengah kampung dan juga bazaar makanan oleh warga setempat. Ribuan buku yang didatangkan dari puluhan penerbit dari macam-macam ini turut meramaikan acara yang sedianya dibuka pada tanggal 24 Agustus mendatang oleh Tubagus Andre Sukmana, Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Seni Media Ditjen Kebudayaan,  Kemendikbud. Dalam siaran persnya Andre menyatakan “kegiatan ini merupakan realisasi dari program Ekspresi ‘Seniman Jalanan’ yang difasilitasi oleh Direktorat Kesenian, Ditjen Kebudayaan,  Kemendikbud bekerjasama dengan laboratorium komunitas ‘Grobak Hysteria’ Semarang sebagai dukungan terhadap perkembangan skena seni visual di Semarang,” katanya.

Adapun nama-nama yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain: Gerakan Seni Rupa Bogor (Bogor), Akar Imaji (Aceh), Bartiast (Banjarmasin), Tanahindie (Makasar), Kuntari (Bandung) feat Jonas Engel (Jerman), Serbuk Kayu (Surabaya), Kudus Street Art (Kudus), Pasir Putih (Lombok), Gandeng Renteng KGSP (Pasuruan), Uwit (Salatiga), Demak Komunal (Demak), Valeriana (Colombia), Propagandasmu (Magelang), Poharin (Malang), Ruang Atas (Surakarta), Topeng Losari (Cirebon), Damar Kurung (Gresik), NadaDien+Tari Sufi SKrm (Rembang), Jatiwangi Art Factory (Majalengka), Wukir Suryadi (Jogja), Bamboo percussion Skrm (Rembang), Dua Sejoli (Jakarta), Majelis, Rrefal, Siti n Urbaya, Bedebah, Dengan Kata Lain, The Joints, Serambi, Tata Swara, Sore Tenggelam, Raddest Gang, Rrfall, Absurdnation, Electrical Address, Tridhatu, Soegi Bornean, Akbarr Walkink, Cipul, Bring No Clan, STO, Tri Aryanto Semarang, Direct Performance Up, dan Hysteria Art Lab (Semarang).

Advertisement

AGENDA:

WORKSHOP

RABU, 21 Agustus

  1. CREATIVE SKETCH STREET ART

bersama STOKEMAKI, pk 14.00

depan rumah Pak Tomas, RT 4 RW III, Jatiwayang

KAMIS, 22 Agustus

  1. BUAT ALAT MUSIKMU SENDIRI

(dari tanah liat) oleh Jatiwangi Art Factory, Majalengka

pk 12.00-14.00

tempat SDN 01 Ngemplak Simongan

  1. REKAM KAMPUNG VIA DAMAR KURUNG

bareng Cakopang (founder Damar Kurung Institut, Gresik)

pk 12.00-14.00

tempat SDN 01 Ngemplak Simongan

  1. CERITA GAMBAR LINGKUNGAN

bersama Uwit Art Space (Salatiga)

pk 12.00-14.00

tempat SDN 01 Ngemplak Simongan, Semarang

Cp : 08816920065 (bombom)

HARI PERTAMA

Sabtu, 24 Agustus 2019

Forum I

Waktu: Pukul 13.30-15.15

Topik: Ketangguhan Bukit

Pemantik:

– Mila Karmila (Akademisi)

– Soim, S.H., M.Hum. (Badan Penanggulangan Bencana Kota Semarang)

Forum II

Waktu: Pukul 15.15-16.45

Topik: Kebijakan Permukiman Bukit

Pemantik:

– Dinas Tata Kota dan Perumahan Kota Semarang*

– Elisa Sutanudjaja (Rujak Center for Urban Studies)

– Ir. Mohammad Agung Ridlo, M.T. (Akademisi)

16.30 kuratorial tour

  1. Sore Tenggelam (Smg)
  2. Soegi Bornean
  3. Rrefal

19.00

  1. Tridhatu
  2. Absurdnation
  3. Kuntari (Bandung) feat Jonas Engel (Jerman)
  4. Electrical Address
  5. Raddest Gang

HARI KEDUA

Minggu, 25 Agustus 2019

Forum III

Waktu: Pukul 14.00-15.30

Topik: Dudhah Jatiwayang

Pemantik:

– Pak Slamet (Warga Jatiwayang)

– Tri Subekso (Arkeolog)

Forum IV

Waktu: Pukul 11.00-12.30

Topik: Masa Depan Kawasan Bukit di Semarang

Pemantik:

– Warsito, S.Sos (Lurah Ngemplak Simongan)

– Johan Rifai (DPRD Kota Semarang)*

– Badan Perencanaan Pembangunan Kota Semarang*

– Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang*

*dalam konfirmasi

14.00

  1. Barongsai dan Liong
  2. Arak-arakan etnis warga kampung
  3. Reog

pentas

  1. NadaDien+Tari Sufi SKrm (Rembang)
  2. penampilan warga jatiwayang (berselang seling
  3. Wukir Suryadi (Jogja)
  4. Bamboo percussion Skrm (Rembang)
  5. Dua Sejoli (Bandung)
  6. Topeng Losari (Cirebon)

PAMERAN VISUAL

  1. Gerakan Seni Rupa Bogor (Bogor)
  2. Akar Imaji (Aceh)
  3. Direct Performance Up (Smg)
  4. Bartiast (Banjarmasin)
  5. Tanahindie (Makasar)
  6. Kuntari (Bandung) feat Jonas Engel (Jerman)
  7. Serbuk Kayu (Surabaya)
  8. Kudus Street Art (Kudus)
  9. Pasir Putih (Lombok)
  10. Gandeng Renteng KGSP (Pasuruan)
  11. Uwit (Salatiga)
  12. Demak Komunal (Demak)
  13. Valeriana (Colombia)
  14. Propagandasmu (Magelang)
  15. Poharin (Malang)
  16. Ruang Atas (Surakarta)
  17. Topeng Losari (Cirebon)
  18. Damar Kurung (Gresik)
  19. NadaDien+Tari Sufi SKrm (Rembang)
  20. Jatiwangi Art Factory (Majalengka)
  21. Wukir Suryadi (Jogja)
  22. Bamboo percussion Skrm (Rembang)
  23. Dua Sejoli (Jakarta)

BUKIT BUKU
(bazaar buku di kampung)

PENERBIT
Rua Aksara | Bening Pustaka | Gading | YOI | Mata Bangsa & Mata Angin | Pocer | Shiramedia | Interlude | Nyala | Gambang | IBC | Kakatua | Beruang | Gigih Pustaka | Bengkel Sastra Taman Maluku | Trubadur | i:boekoe | warung arsip | JBS | Pelangi Sastra | Circa | Hasfa Publishing | Pelataran Sastra Kaliwungu

TOKO BUKU
Baca Buku Dulu | Krisanbooks | Order Buku

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya