• 18 Januari 2019, 12:00 am
  • Malang

Gresik (18/1) – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang  melalui praktikum Public Relations III bekerjasama dengan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Pekelingan Sejahtera, Kelompok Garda PR mengubah tembok tua usang menjadi mural dengan pola khas dari  Damar Kurung yang bertempat di Kampung Kemasan Jl. Nyai Ajeng Arem-Arem Kelurahan Pekelingan. Damar Kurung sebagai salah satu ikon Gresik memiliki makna tersendiri di setiap gambar bidangnya yang bercerita. Edukasi sejarah bagi generasi muda diperlukan agar budaya dan sejarah tetap terlestarikan. Kampung Kemasan sebagai salah satu wisata heritage yang banyak didatangi oleh wisatawan untuk berfoto memiliki nilai yang perlu dieksplorasi dan dijaga.

Anggota kelompok Garda PR Alifia Setya mengungkapkan “Edukasi sejarah terkait Kampung Kemasan sangatlah minim selama ini, maka dari itu kami menggunakan media mural tembok dengan pola khas Damar Kurung yang mengisahkan sejarah Kampung Kemasan.”

Advertisement

Kampung Kemasan dengan gaya arsitektur bangunan khas campuran Cina, Eropa dan Timur menyimpan sejarah kejayaan Gresik pada masa itu, sayangnya sedikit wisatawan yang mengetahui sejarah Gresik khususnya Kampung Kemasan. Hal inilah yang membuat Mahasiswa Ilmu Komunikasi tertarik menggarap destination branding Kampung Kemasan. Sebelumnya mahasiswa Ilmu Komunikasi mengadakan Lomba menggambar dan mewarnai Damar Kurung yang diikuti oleh pelajar SD/MI di Kota Gresik. Program Integrasi antara Prodi Ilmu Komunikasi dengan BKM 79 Kecamatan Gresik yang sebelumnya telah sukses dalam acara Launching Discover Gresik yang bertujuan untuk memunculkan potensi dari setiap kelurahan melalui Festival Badhogan dan Budaya Gresik 29 Desember 2018.

Bagi Kelurahan Pekelingan ini menjadi salah satu gebrakan besar untuk membangun potensi yang dimiliki melalui detination branding yang diseriusi. “Kami merasa bersyukur dengan kedatangan Mahasiswa Ilmu Komunikasi yang mau membantu membangun Kelurahan Pekelingan, sehingga akan semakin banyak wisatawan yang berkunjung dan mengenal Kampung Kemasan,” ujar Muslik Kepala Kelurahan Pekelingan.

Dengan adanya inovasi dari Mahasiswa Ilmu Komunikasi diharapkan warga mampu menciptakan inovasi-inovasi yang lebih menarik untuk kelurahan Pekelingan kedepannya sehingga kesejahteraan masyarakat dapat dicapai. “Terkadang apa yang dilakukan itu tidak bisa kita tuai sekarang, namun akan ada masanya kita menikmati apa yang sudah dikerjakan dengan puas,” ungkap Mualim Ketua BKM Pekelingan.

Background

Setelah sukses dengan Kampung Warna Warni Jodipan, Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus membangun berbagai kerjasama dengan berbagai pihak sebagai media pembelajaran bagi mahasiswanya melalui program mata kuliah praktikum. Ilmu Komunikasi UMM memiliki 3 peminatan khusus yaitu Audio Visual, Jurnalistik dan Public Relations. Setiap mahasiswanya harus menempuh mata kuliah praktikum sesuai dengan peminatan selama tiga kali. Setiap tahunnya praktikum tersebut selalu digelar, oleh karena itu terbentuklah kami Garda PR (Garda Public Relations), sebuah kelompok praktikum yang terdiri dari 8 mahasiswa dengan peminatan Public Relations. Saat ini kami sedang menempuh semester VII dan sedang melakukan Praktikum Public Relations 3 yaitu “Management Event”.

Advertisement

Setiap praktikum mahasiswa dituntut untuk mendapatkan real client, saat ini Garda PR mendapatkan klien Kelurahan Pekelingan, Gresik. Kami bekerja sama untuk membangun layaknya Kampung Warna Warni Jodipan yaitu melalui “Destination Branding”. Namun melalui hasil riset Kelurahan Pekelingan memiliki potensi yang dapat dikembangkan yaitu Kampung Kemasan. Bangunan kuno tua yang memiliki ciri khas dan gaya arsitektur yang unik bisa jadi satu-satunya di Indonesia bahkan dunia. Potensi tersebut yang akan kami garap melalui program-program yang telah kami susun. Program yang kami susun akan bersifat sustainable dan dapat dinikmati oleh wisatawan kapanpun.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya