Guru memang seharusnya dihormati dan dijunjung tinggi atas jasa-jasanya mendidik generasi penerus bangsa. Maka dari itu, guru adalah salah satu profesi paling dihormati di negara dengan pendidikan terbaik seperti Finlandia. Bukan cuma posisinya yang prestisius, guru-guru di Finlandia juga mendapat gaji yang sangat tinggi. Tapi uniknya, ternyata ada satu tempat di mana guru bisa menghasilkan lebih banyak uang dan bahkan jadi miliuner : Korea Selatan! 

Yang lebih unik lagi, guru yang justru bisa meraup pundi-pundi uang di Korea Selatan bukanlah guru sekolah biasa (gajinya tinggi juga sih) tapi guru-guru les pelajaran. Kalau guru les di Indonesia gajinya cenderung kecil dan nggak tentu, guru-guru les Korea yang bekerja di tempat les yang disebut ‘hagwon‘ ini pendapatannya bisa selangit. Bahkan banyak diantara mereka yang sampai dipuja layaknya selebriti. Kok bisa ya? Buat yang penasaran, yuk simak ulasan spesial Hipwee News & Feature kali ini!

1. Korea Selatan adalah negara yang terobsesi dengan pendidikan. Sekolah biasa saja tak cukup, hampir semua orangtua di sana bakal memasukkan anaknya ke hagwon

Selain sekolah biasa, jadwal anak-anak Korea pasti dipenuhi hagwon sejak SD via news.donga.com

2. Beda dari les pelajaran di Indonesia yang mungkin cuma 2-3 jam habis sekolah, hagwon di Korea Selatan bisa buka sampai larut malam. Sampai ada larangan keras dan razia bagi hagwon yang buka di atas jam 10 malam

Hampir semua murid di Korea Selatan pulang malam. Banyak yang baru pulang di atas jam 10 via www.kyeonggi.com

Advertisement

Sebelum dilarang, banyak hagwon yang buka sampai jam 12 malam. Meskipun telah dilarang dan dirazia sekalipun, banyak anak dan orangtua yang mengeyel terus belajar di hagwon atau ruang belajar hingga tengah malam. Menurut mereka, belajar hanya sampai jam 10 malam itu kurang. Kok segitunya banget ya 🙁

Kalau tidak di hagwon, mereka akan baca buku atau mendengarkan kelas online di ruang belajar kayak gini

3. Maka dari itu, bisnis hagwon di Korea Selatan sangat menguntungkan. Dilansir dari Forbes, orangtua rela menghabiskan 25% atau lebih gajinya untuk biaya hagwon, supaya anaknya tidak tertinggal dengan anak-anak yang lain

Biaya hagwon seringkali jadi pengeluaran terbesar orangtua via news.joins.com

4. Kultur ‘tidak mau ketinggalan dari yang lain’, juga jadi faktor kenapa guru-guru les tertentu bisa jadi favorit dan untung besar. Semua murid dan orangtua ingin diajari oleh guru yang dinilai paling oke

Kalau teman sekelasnya punya guru les yang oke, anak-anak lainnya biasanya akan mengikuti via www.thestar.com

5. Hagwon pun memfasilitasi kompetisi terbuka antar pengajar-pengajarnya. Kalau memang banyak yang meminati kelas seorang guru les, guru itu yang akan terus diberi pekerjaan

Kelas guru populer biasanya besar dan selalu penuh seperti ini via m.post.naver.com

6. Apalagi kalau ada guru les yang bisa meloloskan muridnya ke universitas-universitas ternama Seoul Univ, Korea Univ, dan Yonsei Univ (SKY). Guru itu dijamin langsung populer dan jadi rangking 1

Anaknya masuk SKY Univ itu dinilai jadi pencapaian terbesar orangtua di Korea Selatan via www.hani.co.kr

7. Bukan cuma kelas biasa, guru les ranking 1 biasanya juga membuat proyek lain seperti kelas online, dvd, atau buku yang laris manis. Popularitas mereka bisa menyamai selebriti lo

Salah satu poster guru no.1 di hagwon Masterstudy via m.blog.naver.com

8. Masih dilansir dari Forbes, guru les berstatus bintang seperti itu bisa menghasilkan $4 juta (sekitar Rp56 M) per tahun! Kayak guru les bernama Kim Ki-Hoon yang selalu disupiri dengan mobil mewah

Guru populer seperti Kim ini biasanya memiliki ciri khas atau cara mengajar unik via www.cbsnews.com

9. Bahkan guru les yang akhirnya bisa membangun kerajaan bisnisnya dengan membangun hagwon sendiri. Megastudy adalah salah satu perusahaan yang paling besar

Son Joo-Eun, pendiri hagwon populer Megastudy kini jadi miliuner via news.mt.co.kr

10. Namun mirisnya, bahkan penemu Megastudy pun mengungkapkan bahwa dirinya tidak bangga dengan caranya menghasilkan uang. Dia merasa mengambil keuntungan dari obsesi tidak sehat masyarakat Korea terhadap pendidikan

Banyak guru les di sana sebenarnya merasa bersalah karena murid-murid harus belajar sampai malam via www.independent.co.uk

11. Meski selalu mencetak skor akademik tinggi, namun murid-murid Korea Selatan tercatat sebagai pelajar dengan tingkat kebahagiaan terendah. Banyak yang stres berat

Kasus bunuh diri di tingkat pelajar juga tinggi via star.ohmynews.com

12. Alhasil, banyak orangtua muda sampai memilih keluar dari Korea Selatan supaya anak-anaknya tidak harus belajar terlalu keras. Menurut mereka sistem pendidikan di Korea sulit untuk diubah, jadi mending menghindar

Meski etos pendidikan yang begitu keras dan kompetitif jadi kunci penting keberhasilan Korea Selatan berevolusi jadi negara maju, di sisi lain, obsesi terhadap pendidikan kini mencekik warganya sendiri. Terutama generasi muda yang dirampas haknya untuk bisa sekadar bermain dan menikmati masa kecil karena terlalu sibuk belajar. Bahkan kini istilah ‘hell Joseon‘ atau neraka Joseon (sebutan Korea zaman dulu) jadi populer untuk menggambarkan begitu ‘mencekik’ kehidupan di Korea Selatan untuk warganya sendiri. Makanya drama satire ‘Sky Castle’ tentang realita ini, lagi populer-populernya di Korea Selatan sekarang.

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya