Orang yang tinggal di Indonesia seperti kita ini, sebenarnya termasuk ‘kelompok beruntung’ yang seringkali bisa melihat film-film blockbuster Hollywood lebih dahulu dibandingkan negara-negara lain. Bahkan dibanding negara asalnya Amerika Serikat. Seperti film Marvel ‘Captain Marvel‘ yang sudah bisa dilihat di bioskop seluruh Indonesia sejak tanggal 6 Maret kemarin. Di negara asalnya sendiri, Amerika Serikat, film ini baru bisa dilihat khalayak luas pada tanggal 8 Maret. Cuma beda dua hari sih, tapi tetap aja duluan…

Beda dari anggapan umum yang mungkin mengira film-film Hollywood dirilis secara serentak di seluruh dunia, kebanyakan film memang dirilis di tanggal yang berbeda-beda di setiap negara. Bahkan tren belakangan, orang Amrik seringkali justru dapat giliran akhir-akhir. Lebih sering dirilis duluan di negara-negara lain, termasuk Indonesia. Terutama film-film Marvel yang biasanya baru dirilis di Amrik seminggu setelah negara-negara lain, seperti dikisahkan laman Screen Rant ini. Ya kita sih senang-senang aja bisa nonton duluan, tapi kira-kira apa ya pertimbangannya? Yuk simak ulasan Hipwee News & Feature ini!

1. Rilis film serentak itu risikonya memang lebih besar karena tidak ada jaminan film itu bakal sukses. Makanya banyak studio akhirnya memilih ‘cicip-cicip’ pasar dulu untuk melihat respon penonton

Premiere ‘Black Panther’ di Korea Selatan via www.hollywoodreporter.com

Advertisement

Karena tidak ada jaminan sukses, merilis film secara serentak di seluruh dunia memang jelas lebih berisiko.Kalau dirilis pada tanggal yang berbeda-beda, studio atau produser film bisa mempelajari dan mengukur animo masyarakat terhadap film tersebut sebelum akhirnya melemparnya ke pasar yang lebih luas. Selain menghindari kerugian besar jika ternyata filmnya memang sepi, strategi ini juga bisa jadi kesempatan untuk melakukan revisi atau perubahan kalau dibutuhkan.

2. Film-film Hollywood dulunya memang selalu dirilis di Amerika duluan, tapi trennya mulai berubah sekitar tahun 2010an. Terutama setelah eksperimen Marvel merilis Iron Man 2 dan Thor

Jadi strategi Marvel via says.com

Sebagai pusat industri film dunia, kebanyakan film blockbuster diproduksi di atau oleh perusahaan-perusahaan Amerika Serikat. Maka dari itu, sebenarnya wajar jika banyak orang mengira film-film itu pasti dirilis duluan di negara asalnya. Dulu memang begitu. Tapi kini pasar Amerika tidak lagi jadi patokan pertama. Apalagi untuk film-film Marvel yang memang terbukti selalu populer di berbagai negara. Sejak Iron Man 2 yang dirilis tahun 2010, masih dilansir dari Screen Rant, banyak film Marvel memang sengaja ditayangkan di negara-negara lain dulu sebelum dirilis di AS.

Untuk rilis film ‘Captain Marvel’ di AS, sengaja diundur ke tanggal 8 Maret (tadinya direncanakan tanggal 6 Maret seperti Indonesia, Perancis, Korea Selatan, dll) untuk sekalian memperingati Hari Perempuan Internasional yang juga jatuh di hari itu. Tapi ya jadinya ketinggalan lagi deh…

3. Strategi ini memang digunakan sebagai ‘hype machine’ alias untuk bikin heboh. Kalau sudah berhasil laris di beberapa negara duluan, ‘kan makin banyak orang penasaran dan pengin nonton

Siapa sih yang tidak kepengin nonton #1 movie in the galaxy?! via says.com

Advertisement

Mempercepat atau menunda rilis film di negara-negara tertentu itu strategi untuk membangun momentum kehebohan. Kalau sudah heboh duluan di luar negeri, pasti film itu akan semakin diminati. Maka merilis film-film duluan di negara dengan pasar besar seperti Indonesia bisa sangat menguntungkan. Jika memang populer, penjualan tiket dalam beberapa hari di negara berpopulasi besar kayak Indonesia ‘kan bisa saja memecahkan rekor penjualan dan akhirnya jadi headline berita.

4. Ternyata ini juga strategi untuk mengurangi pembajakan film. Banyak studio akhirnya memilih merilis filmnya duluan di negara yang rentan dan masih longgar soal pembajakan, seperti Indonesia

Pasar film-film bajakan masih besar di Indonesia via www.thejakartapost.com

Menurut analis film box office, Paul Dargarbedian, merilis film terlebih dahulu di negara-negara tertentu merupakan strategi untuk mengurangi risiko pembajakan. Terutama di negara-negara yang rentan atau tidak memiliki aturan ketat tentang pembajakan film atau pelanggaran hak cipta. Ya semacam Indonesia. Berbanding terbalik dengan Jepang yang notabene warganya sangat taat hukum, Jepang hampir selalu dapat ‘tanggal rilis’ film yang paling akhir. Bahkan hingga berbulan-bulan setelah film tayang di negara-negara lain.

Banyak orang yang mungkin tidak sadar akan banyaknya pertimbangan dalam memutuskan tanggal rilis film. Bukan berarti sebuah kehormatan kalau film-film baru selalu rilis duluan di Indonesia, bisa jadi itu justru karena para produser takut filmnya kena pembajakan.

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya