Dibanding dulu waktu nenek kita masih muda, perempuan yang menduduki jabatan penting di pemerintahan memang lebih banyak sekarang. Tapi kalau dilihat dari hasil pemilu 2014 kemarin, ternyata angka tersebut masih belum mencapai target yang ditentukan lo –yakni sebanyak 30%– dari seluruh anggota legislatif. Pada pemilu tahun ini, harapannya sih akan ada lebih banyak perempuan yang terpilih untuk turut andil dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional melalui jalur politik, Guys.

Cita-cita di atas ternyata nggak cuma jadi impian pemerintah Indonesia aja, tapi juga masyarakat secara global. Keterwakilan perempuan di bidang politik ini bahkan jadi urutan ke-5 dalam daftar “Tujuan Pembangunan Berkelanjutan” atau Sustainability Development Goals (SDGs). Nah, biar lebih terbuka lagi wawasannya soal keterlibatan perempuan dalam Pemilu 2019, yuk simak uraian lengkapnya bareng Hipwee News & Feature kali ini~

1. Mungkin kita perlu berbangga diri dulu nih, karena ternyata jumlah calon legislatif (caleg) perempuan tahun ini lebih banyak dibanding tahun 2014 lalu

Jumlah caleg perempuan tahun ini lebih banyak via www.saibumi.com

Advertisement

Dari segi jumlah calon legislatif, ternyata presentase perempuan dalam Pemilu 2019 ini mengalami peningkatan kalau dibandingkan 5 tahun lalu lo Guys. Seperti dikutip Kompas, untuk caleg DPR misalnya, dari total 6.607 caleg di 2014, sebanyak 37,67 persennya adalah perempuan. Nah, kalau tahun ini dari 7.985 caleg DPR, ada 40,08 persen yang perempuan. Mereka memperebutkan 575 kursi di DPR.

2. Meski kalau dilihat dari angka memang meningkat, tapi faktanya masih sedikit caleg perempuan yang mendapat nomor urut atas

Sayangnya, masih sedikit yang dapat nomor urut 1 via radarmojokerto.jawapos.com

Walaupun bukan penentu sepenuhnya caleg bisa melenggang ke parlemen, tapi nomor urut masih dianggap krusial bagi sebagian besar caleg. Percaya nggak percaya, caleg dengan nomor urut 1 itu kebanyakan bakal dipilih lo. Kalau kata Pengamat Komunikasi Politik Universitas Indonesia, Lely Arrianie, ini ada hubungannya sama efek psikologis pemilih, misalnya di desa-desa karena surat suaranya panjang banget, mereka cenderung malas melihat sampai bawah, jadinya yang dipilih yang awal-awal aja.

Nah, meski jumlah caleg perempuan lebih banyak, tapi ternyata masih sedikit yang mendapat nomor urut 1, jumlahnya cuma 19% aja. Sedang sisanya lebih dominan di urutan 3 dan 6. Hmm, atau jangan-jangan keterlibatan perempuan dalam pemilu ini masih dianggap formalitas aja? Soalnya per-daerah pemilihan (dapil) memang mewajibkan adanya keterwakilan perempuan sih~

3. Melihat masih sedikitnya caleg perempuan yang ada di urutan 1, agaknya ini jadi PR besar bagi mereka agar bisa merebut hati para pemilih lewat kampanye mati-matian

Perlu kampanye yang rada “ngoyo” sih ya~ via www.merdeka.com

Advertisement

Mencalonkan diri jadi caleg mungkin memang mudah, yang sulit adalah gimana caranya biar dipercaya dan dipilih. Khusus untuk perempuan, mengingat mayoritas mereka mendapat nomor urut 3 ke atas, tentu mereka harus putar otak bagaimana supaya para pemilih percaya dengan visi misinya. Biasanya sih caleg-caleg ini menyasar isu-isu yang memang dekat dengan perempuan dan anak, atau setidaknya yang nyambung lah sama masalah yang ada di dapilnya.

Ide-ide aja nggak cukup lo, selain itu mereka juga harus memikirkan gimana agar kampanyenya bisa inovatif, kreatif, dan edukatif. Soalnya sekarang kan memang eranya milenial ya, jadi memang mau nggak mau ya harus berusaha dekat dengan anak-anak muda gitu.

4. Jadi kalau ada keluarga perempuan kalian yang maju pemilu tahun ini, dan kebetulan dapat nomor urut 3 ke atas, jangan khawatir, karena ternyata jumlah pemilih perempuan kali ini lebih banyak daripada laki-laki lo!

Jumlah pemilih perempuan dalam pemilu 2019 lebih banyak dibanding laki-laki via wartakota.tribunnews.com

Hasil dari penyempurnaan Daftar Pemilih Tetap (DPT) jilid dua, diketahui bahwa dari 197 juta pemilih yang terdaftar, 96.557.044-nya adalah perempuan. Sedangkan sisanya yakni sebanyak 96.271.476 adalah pemilih laki-laki. Berarti pemilih perempuan lebih banyak nih dari laki-laki, seperti dikutip BBC. Nah, fakta ini bisa lo jadi sasaran empuk para caleg perempuan buat merebut hati para pemilih yang sama-sama perempuan. Makanya penting buat menggodok visi misi yang serius menjawab keresahan para perempuan selama ini.

Nggak cuma caleg perempuan aja yang melihat data di atas sebagai ‘lahan basah’, ternyata kedua paslon presiden dan wakil presiden kita juga melihatnya sebagai ceruk menarik untuk diseriusi. Lihat aja tuh paslon nomor urut 2 yang getol banget menyasar ibu-ibu dan menyebutnya sebagai kelompok “emak-emak”. Sedangkan paslon nomor urut 1 lebih kerap menyebut para wanita sebagai “ibu bangsa”. Hmm~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya