Kebiasaan memakai kantong plastik sekali pakai memang sulit dilepaskan. Tapi mengingat Indonesia sudah jadi sorotan karena jadi negara penghasil sampah plastik terbesar di dunia, mau tidak mau kita harus secepat mungkin melakukan diet plastik. Tahu sendiri ‘kan, sudah banyak korban ‘berjatuhan’ akibat sampah plastik yang berceceran dan mencemari lingkungan, seperti biota-biota laut. Kalau laut sudah tercemar plastik, logikanya ikan yang kita makan sehari-hari juga sebenarnya terkontaminasi kandungan plastik lo.

Upaya diet plastik tidak mudah kalau cuma dilakukan atas inisiatif sendiri. Soalnya kadang kita masih suka malas atau lupa bawa kantong belanja sendiri. Nah, ternyata ada kota-kota di Indonesia yang sudah berani memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) untuk melarang penggunaan plastik sekali pakai lo. Wah, di daerah mana aja tuh? Terus bagaimana ya pelaksanaannya? Simak dulu deh ulasan Hipwee News & Feature kali ini.

Sejak 2016, Banjarmasin ternyata sudah melarang penggunaan sampah plastik. Karena aturan itu, mereka sudah bisa mengurangi sekitar 54 juta lembar kantong plastik lo!

Diet plastik di Banjarmasin sudah berjalan via mediaindonesia.com

Advertisement

Dua tahun lalu, Banjarmasin berinisiatif menerapkan Perda melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai. Aturan ini awalnya cuma diterapkan di 130 pusat perbelanjaan modern. Meski menimbulkan pro-kontra, tapi sekarang masyarakat sana sudah makin sadar dan mendukung sepenuhnya program tersebut lo. Dilansir Media Indonesia, sejak pertama diberlakukan, Banjarmasin bisa mengurangi kantong plastik sampai 55%! Kebijakan ini juga bisa menghemat pengeluaran pemerintah karena memangkas dana sampai Rp563 juta/bulan, untuk penyediaan kresek.

Tahun ini, kabarnya pemerintah Banjarmasin bakal mulai menerapkan aturan yang sama di sekolah dan pasar tradisional. Semangat deh rakyat Banjarmasin, semoga makin banyak kota-kota lain di Indonesia yang ikut berjuang dan berdiet plastik bersama-sama~

Selain Banjarmasin, Balikpapan dan Bogor juga sudah menerapkan Perda yang sama sejak 2018 kemarin. Jadi jangan kaget kalau pusat-pusat perbelanjaan di sana sudah tidak menyediakan plastik

Bogor dan Balikpapan juga menerapkan aturan yang sama via www.bogor-today.com

Tahun 2018 kemarin, giliran Balikpapan dan Bogor yang melarang pemakaian tas kresek. Sejak pertama diterapkan Juni 2018 lalu, sudah ada 70-80 retail modern di Balikpapan yang melakukan diet plastik. Sedangkan untuk di pasar tradisional tahapnya masih sebatas sosialisasi. Kalau di Bogor, kebijakan anti plastik diterapkan sejak bulan Desember. Beberapa toko bahkan sampai menyediakan kantong alternatif berbahan ramah lingkungan lo –seperti dari serat singkong dan bahan daur ulang.

Advertisement

Dilansir Liputan6, Walikota Bogor, Bima Arya mengatakan, di tahap awal ini ritel-ritel masih boleh menghabiskan stok kantong plastik, tapi ke depannya, ia tidak segan memberi sanksi siapapun yang melanggar kebijakan itu. Sanksinya tidak main-main lo, mulai dari denda, kurungan, sampai pencabutan izin!

Yang terbaru ini Kota Denpasar. Aturan pelarangan kantong plastik di sana mulai berlaku per 1 Januari 2019. Tapi kampanyenya sudah mulai sejak 2017 kemarin

Kebijakan no plastic di Denpasar via radarbali.jawapos.com

Untuk Kota Denpasar, larangan kantong plastik mulai diberlakukan 1 Januari kemarin. Mengingat sosialisasi yang sudah dilakukan sejak 2017, pemerintah bakal langsung menerapkan kebijakan itu di seluruh pusat perbelanjaan, tidak cuma toko modern aja, tapi juga pasar-pasar tradisional. Nah, buat memudahkan pembeli, katanya di pasar tradisional bakal disediakan troli kayak di swalayan-swalayan gitu.

Kota-kota di atas bisa jadi contoh baik buat daerah-daerah lain. Kalau kamu mau dukung kotamu menerapkan kebijakan yang sama, kamu bisa lo gabung di kampanye #PantangPlastik yang diinisiasi Greenpeace

Kampanye #PantangPlastik via twitter.com

Tidak bisa dimungkiri kalau penggunaan plastik sekali pakai di Indonesia ini sudah mencapai tahap miris. Bukannya apa-apa ya, masalahnya, plastik yang kadang malah cuma kita pakai semenit aja ini baru bisa terurai setelah ribuan tahun. Itu baru 1, padahal setiap orang aja mungkin bisa pakai plastik lebih dari 1. Kebijakan yang sudah diterapkan di kota-kota di atas, harusnya bisa menginspirasi daerah lain di Indonesia buat menerapkan aturan yang sama.

Kalau ingin mendukung pemerintah kotamu menerapkan kebijakan yang sama, kamu bisa gabung dengan kampanye #PantangPlastik yang diinisiasi Greenpeace ini. Caranya tinggal buka aja link di sini dan ikuti langkah-langkahnya. Jadi, yuk, mulai diet plastik sejak sekarang. Bayangkan kalau 1 kota bisa mengurangi puluhan juta tas kresek setiap bulannya, gimana kalau semua kota melakukan hal yang sama?

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya