The Face Shop, Innisfree, Nature Republic, Etude House, Tony Moly, adalah segelintir brand kosmetik Korea yang sekarang banyak kita lihat di pusat-pusat perbelanjaan. Soal peminat, jangan ditanya. Di Indonesia sendiri, merek-merek di atas punya banyak sekali penggemar. Nggak heran kalau beberapa produk sampai sulit didapat karena sering ludes terjual. Begitupun dengan penjualan online atau jasa titipnya, yang nggak kalah laris manis!

Ternyata popularitas produk kosmetik Korea ini nggak cuma sampai di negara kita, tapi juga di seluruh dunia. Pantas aja kalau make up Korea jadi barang ekspor terbesar ketiga di Negeri Ginseng itu. Padahal sebelumnya industri kosmetik dunia dikuasai habis-habisan sama Perancis dan Amerika Serikat. Lihat aja merek-merek macam L’Oreal, Estée Lauder, Sephora, atau Clinique, yang hampir selalu ada di mal-mal besar Indonesia. Jadi apa ya rahasia Korea Selatan sampai bisa menyusul popularitas merek-merek kosmetik yang notabene sudah berdiri jauh lebih lama? Yuk, kita ulas 6 faktanya bareng Hipwee News & Feature!

1. Tentu saja ini semua nggak lepas dari persebaran gila-gilaan Korean Wave, mulai dari K-Pop sampai K-Drama. Ngaku deh kalau kamu jadi sering ikut-ikutan tren seleb Korea!

Pengaruh seleb Korea via www.myfatpocket.com

Advertisement

Popularitas K-Pop dan K-Drama membawa pengaruh kuat dalam industri kecantikan secara global. Apalagi kalau lihat fans seleb Korea yang bisa begitu fanatiknya. Nonton drakor atau video klip k-pop setiap hari, membuat mereka secara nggak sadar terdorong buat memiliki paras seperti idolanya, yang seolah tanpa cacat itu. Bisa ditebak ‘kan apa yang mereka lakukan selanjutnya? Iya, kepoin produk kosmetiknya. Nggak heran kalau K-Beauty jadi bisa merajai pasar.

2. Udah gitu mereka juga didukung sepenuhnya oleh pemerintah. Psst, ini rahasianya kenapa harga produk-produk kosmetiknya bisa menjangkau dompet mahasiswa

Harganya terjangkau via blog.glowrecipe.com

Beda sama pemerintah kita yang tak begitu menaruh perhatian sama industri kecantikan lokal. Pemerintah Korea mendukung habis-habisan bisnis satu ini. Ibaratnya nih, kalau punya orang tua yang support hobi kita, tentu kita bakal lebih cepat berkembang. Sama halnya K-Beauty di Korea. Salah satu bentuk dukungan pemerintah Korea adalah dengan membebaskan produk kosmetik dari pajak. Mau ekspor, ya ekspor aja, makanya harganya bisa jauh lebih murah dibanding produk-produk AS atau Eropa.

3. Negara ini juga berhasil membawa pendekatan baru soal kecantikan. Kalau dulu kita cuma kenal 3 tahapan membersihkan wajah, di Korea ada 10 langkah! Produknya juga beda-beda lho

Ribet nggak sih… via k-beauty-europe.com

Mungkin ini jadi rahasia kenapa kulit orang Korea mulus-mulus. Lha wong sekali bersihin muka aja ada 10 produk yang dipakai! Nggak wajib sih, tapi ini udah jadi standarnya gitu. Sedangkan dulu orang ya mentok cuma kenal cleanser, toner, moisturizer. Kalau di Korea ada yang namanya essence, ampoule, sampai sheet mask! Meski tahapan bersihin muka ala Korea sebanyak itu ternyata nggak malah bikin perempuan malas meniru, justru penasaran mencoba!

4. Banyaknya jenis produk ini mengundang antusiasme beauty vlogger atau blogger. Mereka berlomba-lomba bikin ulasannya

Pengaruh beauty vlogger via www.koreaherald.com

Advertisement

Nggak bisa bisa dipungkiri, kalau keberadaan beauty vlogger atau blogger terkenal juga membawa pengaruh kuat di dunia kosmetik. Ulasan-ulasan mereka soal produk K-Beauty menarik orang buat mencoba hal yang sama. Bahkan perusahaan kosmetik di sana sebenarnya nggak perlu bikin iklan mahal-mahal, endorse aja influencer terkenal.

5. Soal packaging pun nggak usah ditanya. Desainnya itu lho, minimalis tapi tetap imut dan lucu banget! Jadi banyak yang tertarik buat membeli. Soal cocok atau nggak, itu sih urusan belakangan

Dibalut packaging yang cute via mascarateer.com

Apa yang umumnya orang lihat pertama kali sebelum membeli barang? Jelas tampilannya. Perusahaan kosmetik Korea nggak mau menyia-nyiakan ini. Mereka sangat memperhatikan desain packaging produknya, mulai dari bentuk, gambar, sampai warna. Bahkan interior tokonya aja harus dibuat selucu mungkin, biar menarik pembeli.

6. Bahan-bahan pembuatnya juga tergolong unik dan belum pernah dipakai sebelumnya, ada yang pakai siput, rumput laut, lebah, ah banyak deh. Pantas bikin penasaran ya~

Bahan-bahan alami yang nggak biasa via beautymnl.com

Perusahaan kosmetik Korea ternyata banyak memelopori produk yang dibuat dari bahan-bahan alami yang nggak biasa. Pernahkah kamu bayangkan produk kecantikan berbahan ekstrak siput, bintang laut, susu keledai, atau racun lebah? Memang kedengarannya menjijikkan, tapi produk Korea banyak dibuat dari bahan-bahan itu lho. Tapi tenang, setiap perusahaan kosmetik di sana punya divisi riset dan pengembangan yang gila-gilaan. Setiap tahun aja mereka biasa menghabiskan 100 juta dolar cuma buat riset doang! Wajar produk yang dihasilkan jadi bisa terdepan di pasar global.

Rasanya sulit dibayangkan kalau industri kecantikan ternyata bisa jadi sumber kekayaan terbesar suatu negara. Padahal selama ini Indonesia lebih banyak fokus ke bidang lain, kayak pertambangan, gas dan minyak bumi. Tapi ini sih nggak lepas dari persepsi orang Korea soal kecantikan. Mereka melihat kecantikan nggak melulu soal fisik, tapi juga kebanggan dan kepedulian atas diri sendiri. Nggak heran mereka bisa habis-habisan banget kalau soal kosmetik.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya