Mungkin hampir semua pendaki di dunia mendambakan pendakian Everest. Selain memiliki salah satu puncak gunung tertinggi di dunia dengan ketinggian 8.848 meter di atas permukaan laut, Gunung Everest juga jadi legenda karena jalur pendakiannya yang sangat berbahaya. Meskipun banyak pendaki yang harus kehilangan nyawa dalam upaya mencapai puncak Everest, tiap tahunnya semakin banyak pendaki gunung dari seluruh dunia yang merasa tertantang dan ingin menaklukkan gunung tersebut. Mereka secara berkelompok datang dengan membawa perlengkapan ‘perang’ demi bertahan hidup dan mencapai puncaknya.

Sayangnya, itu ternyata juga berarti semakin banyak sampah yang menumpuk di pegunungan legendaris tersebut. Miris sekali kalau membayangkan gambaran sempurna puncak Gunung Everest yang tertutup salju, nyatanya kini nasibnya juga sama dengan kebanyakan tempat di bumi ini — dipenuhi sampah. Sampah-sampah seperti bekas tenda, plastik, dan bahkan kotoran manusia kabarnya berserakan di sana. Saking parahnya masalah sampah ini, pemerintah Cina baru saja menutup sementara base camp yang dikelolanya di wilayahnya di Tibet. Mau tahu seberapa parahnya? Lihat yuk banyaknya sampah yang menumpuk disana bersama Hipwee News & Feature~

1. Salah satu tempat tertinggi di dunia pun kini dipenuhi sampah. Semakin banyak orang yang ingin menaklukkan puncak Everest, mirisnya berarti semakin banyak sampah yang tertinggal di sana

Gunung Everest yang bersalju nggak cuma punya pemandangan serba putih, tapi jadi warna-warni karena sampah via news.vice.com

2. Dilaporkan ada 8,4 ton sampah yang berhasil dikumpulkan petugas pada tahun lalu dan masih banyak sampah tersisa yang belum dibersihkan

Sampah-sampah ini dikumpulkan oleh petugas khusus via www.bbc.com

3. Sampah terdiri atas sisa pendakian seperti tenda, tabung kompor gas mini, hingga kotoran manusia berceceran di kawasan base camp pendakian

Banyak lo pendaki yang meninggalkan tenda dan juga sampah makanan disana 🙁 via thehimalayantimes.com

4. Bahkan, mayat pendaki juga ditinggalkan disana karena proses evakuasi yang nggak mudah. Tubuh mereka yang sudah nggak bernyawa dibiarkan membeku

Mayat ditinggalkan di gunung karena susah melakukan evakuasi via www.ranker.com

5. Untuk mengantisipasi, sebenarnya sudah diberlakukan aturan bahwa pendaki wajib membawa turun sampah minimal 8 kg agar tidak kena denda

Pendaki diwajibkan membawa 8 kg sampah per orang agar tidak didenda via gripped.com

6. Tapi ternyata masalah sampah di Gunung Everest masih belum terpecahkan. Hanya 15 ton sampah yang berhasil dibawa turun dari 25 ton sampah yang ada

Sayangnya, sampahnya masih sangat banyak via www.youtube.com

7. Karena masalah sampah ini, pemerintah Cina baru saja menutup sementara kawasan base camp Tibet di pegunungan Everest. Mereka akan melakukan aksi bersih-bersih sampah besar-besaran

Demi membersihkan kawasan Gunung Everest, China sampai menutup sementara ‘base camp’ Tibet via www.livescience.com

8. Belum ada pemberitahuan sampai kapan penutupan berlangsung. Yang jelas, saat ini memang kunjungan turis ke Gunung Everest sedang dibatasi

Selama pembersihan, kunjungan ke Gunung Everest dibatasi sampai batas waktu yang belum ditentukan via phys.org

Advertisement

Kasus Gunung Everest yang penuh sampah ini kan bisa jadi pelajaran kita bersama. Buat para pendaki gunung, jadilah pendaki gunung yang cerdas. Bawalah kembali sampah yang dibuat selama pendakian berlangsung. Selain mengotori, hal itu juga bisa merusak lingkungan gunung pendakian lo.

Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak. Jangan mengambil apapun kecuali gambar. Jangan membunuh apapun kecuali waktu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya