Waktu masih suka langganan majalah remaja dulu, salah satu rubrik yang paling bikin kita semangat baca adalah rubrik horoscope atau zodiak. Biasanya, isinya tuh ramalan seputar keuangan, kesuksesan, atau percintaan. Seringkali banyak pembaca yang merasa apa yang tertulis di sana sangat relate dengan kondisinya di kehidupan nyata.

Sekarang, meskipun popularitas majalah sudah mulai meredup, tapi antusiasme orang akan ramalan bintang tidak ikut pupus. Keberadaan majalah kini sudah digantikan oleh internet. Di media-media sosial kita bisa dengan mudah menemukan akun yang mengunggah segala informasi seputar zodiak, dari soal kepribadian, sampai ramalan soal jodoh.

Advertisement

Cenderung tidak bisa dijelaskan secara ilmiah, tapi kenapa ya banyak orang yang masih percaya dengan zodiak? Di Amerika, 58% remaja usia 18-24 tahun masih percaya sama ramalan bintang. Hmm… mungkin ini 3 alasannya…

1. Namanya hidup, tentu semuanya serba tidak pasti. Tapi dengan membaca ramalan bintang, kita bisa tahu apa yang “kira-kira” akan terjadi di masa depan. Ini yang biasanya dicari orang-orang dari membaca horoscope, karena penasaran aja

Baca zodiak karena penasaran via www.klikdroid.com

Tidak ada yang pasti dari kehidupan manusia. Bahkan apa yang terjadi sedetik kemudian, kita sama sekali tidak tahu. Tapi, kebanyakan ramalan bintang bisa “membaca” apa yang akan dialami orang, dengan menyesuaikan dengan zodiaknya. Gambaran soal apa yang akan terjadi di masa mendatang ini membuat banyak orang selalu tergiur membaca ramalan zodiak tiap minggu, seperti dilansir The Conversation, kebanyakan sih karena penasaran aja…

Ya kalau dipikir-pikir, siapa sih yang nggak penasaran sama apa yang akan kita alami besok, lusa, atau minggu depan? Cuma kalau mau mikir lagi sih, semua ramalan itu nggak ada basis ilmiahnya dan sebenarnya nggak ada yang bisa memastikan bakal terjadi juga ‘kan~

2. Manusia tuh ternyata suka sama hal-hal yang sesuai dengan dirinya, sebaliknya, sesuatu yang bertolak belakang dengan kondisinya cenderung tidak diperhatikan. Ini yang dinamakan efek Barnum

Suka mendengarkan apa yang sesuai preferensinya via quizzclub.com

Advertisement

Sudah jadi tabiat manusia untuk menyukai apa yang sesuai dengan preferensi atau kondisi dirinya. Kalian pasti jadi semangat ‘kan kalau lagi cerita sama orang, ternyata orang itu menyukai film atau musik yang sama, atau pernah mengalami kejadian serupa dengan kalian.

Ya sama halnya dengan apa yang ditawarkan ramalan bintang ini. Sering orang merasa “relate” atau nyambung sama ramalan zodiaknya, padahal sebenarnya, secara tidak sadar mereka sudah memfilter informasi hanya yang sesuai sama dirinya aja. Sedangkan yang tidak sesuai, cenderung tidak diperhatikan, lalu dilupakan.

Ini yang disebut dengan efek Barnum –fenomena dimana seseorang menerima umpan balik tentang dirinya sendiri yang berasal dari penilaiannya pribadi. Paham, ‘kan? Paham dong~

3. Selain itu, kebanyakan pembaca zodiak sebenarnya cuma mencari pembenaran aja. Misalnya menurut astrologi, Aries itu sifatnya moody, ya mereka yang berzodiak Aries jadi merasa biasa aja setiap lagi moody. Lah wong sudah sifatnya~

Suka mencari pembenaran via www.elitedaily.com

Banyak juga nih orang membaca zodiak hanya untuk mencari pembenaran. Misalnya, seseorang punya sifat pemarah, tapi dia tidak merasa sifatnya itu merugikan hanya karena sesuai dengan karakter zodiaknya. Atau seseorang yang jadi makin suka menunda-nunda pekerjaan karena menurut zodiaknya ia termasuk “procrastinator“.

Kalau semua yang dibilang ramalan zodiak itu benar, berarti sifat manusia cuma terbatas pada 12 jenis zodiak aja dong ya? Padahal ada miliaran manusia yang hidup di muka bumi ini…

Nah, gimana, apakah kamu masih percaya sama ramalan bintang?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya