Tiga hari sudah berlalu semenjak pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan utara Bekasi, Jawa Barat. Puing pesawat, barang bawaan penumpang, dan tubuh korban sudah mulai ditemukan. Tapi, sampai saat ini, penyebab jatuhnya pesawat yang baru terbang selama 13 menit masih belum diketahui. Harapan untuk tahu penyebab pasti kecelakaan terletak pada black box yang ditanamkan pada pesawat. Untungnya, sebagaimana baru saja dilaporkan Kompas, black box pesawat Lion Air JT 610 sudah ditemukan siang ini (1/11) oleh seorang penyelam TNI Angkatan Laut dan akan dibawa ke Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Istilah blackbox memang nggak asing di telinga. Setiap ada kecelakaan pesawat, benda tersebut selalu disebut-sebut dan dicari keberadaannya. Katanya, alat itu bisa digunakan untuk mengetahui penyebab suatu kecelakaan pesawat terjadi. Bagaimana caranya ya? Yuk kulik lebih dalam mengenai black box bersama Hipwee News & Feature!

1. Meski namanya ‘black box’ alias kotak hitam, ternyata warna benda tersebut nggak hitam lho tetapi jingga atau oranye menyala biar mudah dicari

Komunitas penerbangan sendiri kabarnya jarang menggunakan istilah ‘black box’, biasanya langsung disebut ‘flight data recorder’ saja via science.howstuffworks.com

Advertisement

Terdapat beberapa teori kenapa akhirnya benda ini disebut ‘black box’, meski warnanya jelas-jelas jingga atau oranye. Dari kondisi kotak ini ketika ditemukan biasanya berwarna hitam karena hangus terbakar, sampai bagaimana istilah ‘black box’ itu secara umum berarti tempat menyimpan data yang besar. Tapi ada juga yang menjelaskan bahwa sewaktu alat ini pertama kali dikembangkan di Australia, cat yang digunakan untuk melapisi kotak ini pada tahun 1950-an adalah cat hitam.

2. Black box bukan cuma satu lho. Ternyata, black box terdiri atas dua alat yaitu Cockpit Voice Recorder serta Flight Data Recorder

Bukan hanya satu, black box sebenarnya ada dua via www.youtube.com

3. Cockpit Voice Recorder digunakan untuk merekam percakapan di kokpit selama 2 jam lamanya. Percakapan ini sangat penting lho untuk tahu penyebab kecelakaan

Sistemnya, setiap dua jam, secara otomatis data rekaman suara kokpit dihapus dan diganti yang baru via www.hispaviacion.es

4. Alat kedua, Flight Data Recorder, berguna untuk merekam data pesawat mulai dari kecepatan, bahan bakar, ketinggian, dan sebagainya dalam 25 jam

Keadaan pesawat seperti ketinggian, bahan bakar, kecepatan, dan sebagainya juga disimpan dalam black box via news.aviation-safety.net

5. Biasanya, black box disimpan pada bagian ekor pesawat. Bagian ini bisa dibilang paling aman saat terjadi kecelakaan

Disinilah letak pasti black box di pesawat via www.cntraveler.com

6. Pelapis luar black box sengaja dibuat dari bahan yang sangat kuat yaitu titanium atau baja tahan karat sehingga nggak akan rusak dalam kondisi berat sekalipun

Black box dirancang nggak gampang rusak biar tetap utuh setelah kecelakaan via science.howstuffworks.com

7. Baterai black box bisa bertahan selama 30 hari dan akan mengeluarkan sinyal jika tenggelam di perairan. Kalau hilangnya di darat, harus dicari secara manual

Sinyal ini yang mempermudah pencarian black box di dalam air via science.howstuffworks.com

8. Nggak sembarang orang boleh membuka data black box. Perlakuan black box pun harus khusus. Untuk membacanya, Indonesia punya alatnya di laboratorium KNKT

Kalau black box sudah terlanjur terendam di air, maka pengeringannya nggak boleh sembarangan. Bisa-bisa memorinya rusak karena perlakuan yang salah~ via science.howstuffworks.com

Dengan berbagai alasan tersebut, pantas saja sih black box selalu dicari keberadaannya dalam setiap kecelakaan pesawat. Semoga black box yang ditemukan bisa memberikan titik cerah untuk tahu penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 ya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya