Kita kerap merasa terganggu akibat tampilan layar dari barang elektronik ketika memakai kacamata. Sering banget harusnya bisa fokus sama kerjaan, eh malah terpecah konsentrasi saat layar ponsel menyala. Nah, hal seperti ini sekarang sudah nggak menjadi masalah lagi berkat adanya Kacamata IRL. Sebagaimana dikutip dari Vice, kacamata dengan lensa berwarna hitam ini memanfaatkan polarisasi horisontal untuk membuat layar yang nyala terlihat mati.

Dengan menggunakan Kacamata IRL ini nggak ada alasan lagi buat kamu susah fokus saat mengerjakan tugas. Tak hanya layar televisi (TV) saja yang tampak mati, tapi juga tablet, komputer maupun laptop juga. Penasaran seperti apa? Simak ulasan Hipwee News & Feature berikut ini.

Awalnya, ide membuat kacamata ini muncul lewat film yang menceritakan sebuah ruangan konferensi menjadi gelap untuk menjaga keamanan

Advertisement

Siapa sangka kalau kacamata ini diciptakan oleh sekelompok seniman, perancang, dan ahli teknologi? Kelompok yang menamakan dirinya IRL ini bertujuan menghubungkan objek seni dan alat dengan fungsi bisa mengontrol teknologi. Terobosan ini bermula dari ide salah satu kerabat mereka, Scott Blew, yang terkesima oleh film Casper Privacy Film. Film tersebut membuatnya terinspirasi untuk memproduksi kacamata yang bisa “menghitamkan” layar.

Dalam Casper Privacy Film diceritakan tentang lapisan yang dipasang di atas tembok kaca dan menyebabkan semua layar di ruangan terlihat hitam dari luar demi menjaga keamanan konten rahasia. Maka, IRL melalui perancangnya, Ivan Cash, sepakat bergabung dengan Blew untuk menciptakan kacamata yang bisa membuat layar mati dan tersedia secara komersial.

Pun demikian dengan film They Live yang turut menjadi inspirasi mereka dalam memproduksi Kacamata IRL lewat cerita penemuan kotak berisi kacamata dengan fungsi menakjubkan

bisa menghitamkan layar via www.entrepreneur.com

Selain Casper Privacy Film, film lainnya yang juga menjadi inspirasi mereka membuat kacamata yaitu They Live. Film ini mengisahkan penemuan kotak berisi kacamata yang jika digunakan dapat menunjukkan pesan tersembunyi di balik iklan biasa. Nah, mirip kan? Proses pembuatan Kacamata IRL ini menghabiskan waktu sekitar enam bulan untuk perkembangan dan pembuatan prototipe. Kemudian berlanjut yang pada akhirnya mereka bisa serius fokus dengan rancangan They Live.

Advertisement

Jika dikaitkan, mereka menilai pada 1988 (tahun film They Live muncul) keberadaan iklan seperti itu menggangu masyarakat lantaran dapat memanipulasi keinginan. Lalu, 30 tahun selanjutnya sudah ditemukan beragam layar iklan di berbagai lokasi. Namanya juga iklan, tentu tak hanya mengajak kita segera ikut mengonsumsi produknya, tapi juga mengubah cara pandang dalam berkehidupan.

Seperti apa bentuk dan pembuatannya?

kacamata IRL via www.kickstarter.com

Dikatakan, Kacamata IRL bisa menghitamkan layar LCD/LED lewat polarisasi horisontal. Seperti yang dilansir dari Vice, saat sebuah lensa terpolarisasi diratakan dan diputar 90 derajat, cahaya yang terpancar oleh layar LCD/LED bakal mati, sehingga layarnya terlihat hitam, padahal sebenarnya tetap menyala. Untuk memblokir cahaya, pihak IRL memakai filter polarisasi horisontal. Ibaratnya, filter ini merupakan “pagar” yang diproduksi dari balok horisontal. Lalu, balok-balok ini terorientasi sepanjang sumbu yang berlawanan, yaitu secara horisontal vs. vertikal, maka cahaya dari layar bisa dipastikan nggak bisa menembus balok-balok itu.

Meski begitu, Kacamata IRL ini baru bisa digunakan untuk mendistraksi penglihatan dari layar komputer, dan TV. Sedangkan untuk layar ponsel masih diusahakan

terinspirasi dari film via www.kickstarter.com

Kalau kamu harap kacamata ini bisa untuk mendistraksi hari-hari dari ponsel tersayang, sepertinya harus diikhlaskan tidak dulu. Karena Kacamata IRL baru dapat digunakan untuk memblokir layar LCD/LED yang biasa terdapat pada televisi dan komputer. Hal ini disebabkan layar ponsel atau papan iklan digital di tempat umum masih menggunakan teknologi OLED. Maka dari itu, pihak IRL hingga kini masih terus berusaha mencari solusinya agar nantinya semua layar dari barang elektronik bisa terdistraksi semua. FYI, kacamata ini sudah dites di bandara, bar, dan toko elektronik, lho.

Membayangan seperti apa dunia kalau tiap orang punya kacamata kayak gini, rasanya tentram juga. Lantaran masyarakat jadi lebih bisa menetralkan keinginan untuk mengonsumsi suatu barang. Pun demikian gaya hidup yang kian berubah gara-gara iklan atau sampai hilang konsentrasi kerja karena sibuk dengan notifikasi di layar ponsel.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya