Kondisi cuaca di Amerika saat ini masih jauh dari kata nyaman. Buat kita yang belum pernah merasakan salju, mungkin malah pengin merasakan langsung gimana sensasinya saat hujan salju turun, atau saat halaman rumah dipenuhi salju-salju tebal. Tapi buat orang-orang yang sudah lama tinggal di negara 4 musim, salju dan musim dingin adalah mimpi buruk. Apalagi kalau suhunya merosot tajam seperti yang terjadi di Amerika sekarang. Sampai -50 lo!

Suhu super ekstrem yang bahkan dibilang lebih dingin dari Antartika dan Puncak Everest ini, banyak dikaitkan dengan polar vortex dan pemanasan global. Banyak orang yang baru mendengar istilah ‘polar vortex‘. Bagi kamu yang penasaran, sebenarnya apa sih polar vortex itu? Dan sebenarnya gimana kaitannya sama global warming? Simak dulu deh ulasan Hipwee News & Feature kali ini. Kami juga mengumpulkan potret mencengangkan sebagai dampak dari polar vortex nih~

Polar vortex via www.noaa.gov

Istilah polar vortex sebenarnya merujuk pada sebuah area besar bertekanan rendah dengan udara dingin, yang mengelilingi kutub utara dan selatan bumi –dikutip dari National Oceanic Atmospheric Administratin (NOAA) AS

Udara dingin akibat polar vortex via www.nytimes.com

Untuk istilah ‘vortex’nya sendiri sebetulnya mengacu pada aliran udara berlawanan arah jarum jam yang membantu menjaga udara dingin di sekitar kutub

Advertisement

Pusaran kutub atau polar vortex ini akan menjadi kurang stabil saat musim dingin datang. Area dingin yang tadinya cuma di sekitaran kutub jadi melebar, akibatnya udara dingin dari Arktik ini berhembus ke selatan (Amerika Serikat dan sekitarnya)

Angin dingin yang meluas ini membawa cuaca dingin dan memicu badai salju di sejumlah wilayah di Amerika Serikat. Nggak kaget kalau suhu di sana jadi menurun drastis

Polar vortex bukan suatu hal yang baru –meski baru sering dibicarakan akhir-akhir ini karena dampaknya yang begitu luas. Diperkirakan istilah polar vortex pertama kali muncul dalam buku karya Eliakim Littell berjudul “Living Age” tahun 1853

Terus apa sih kaitannya sama global warming? Menurut ilmuwan, seperti dikutip dari The Guardian, pemanasan global mengakibatkan es yang menutup lautan di kutub mencair, makin lama makin sedikit jumlahnya

Advertisement

Nah, berkurangnya es ini ternyata menyebabkan lautan kutub menyerap panas saat musim panas berlangsung. Panas ini lalu akan dilepaskan selama musim dingin yang ternyata memicu munculnya angin “pengganggu” pusaran di kutub

Berbahayakah polar vortex ini? Mengingat ia bisa membawa angin dingin ekstrem ke wilayah-wilayah selatan kutub utara, jadi bisa dikatakan kalau polar vortex ini cukup bahaya

Apalagi kalau wilayah yang kena dampak polar vortex ini belum pernah mengalami suhu ekstrem sebelumnya. Orang bisa kaget dan kurang persiapan. Di Amerika sudah ada puluhan korban meninggal akibat cuaca ini lo!

Melihat berbagai foto atau video yang diunggah orang-orang Amerika sana, tampaknya polar vortex ini memang nggak main-main lo Guys. Sampai sekarang, sepertinya belum jelas kapan cuaca ekstrem ini bakal berakhir. Ya, kita doakan saja semoga suhu di sana, atau berbagai belahan dunia lain, segera kembali normal ya~

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya