Kabar bahagia kembali terdengar dari istana kerajaan Inggris. Setelah publik dibuat terpesona dengan detail-detail pernikahan Putri Eugenie of York dan Jack Brooksbank, beberapa hari setelahnya pihak kerajaan resmi mengumumkan kehamilan Duchess of Sussex, Meghan Markle, yang dipersunting Pangeran Harry bulan Mei kemarin. Berita menggembirakan ini diumumkan langsung lewat akun Twitter resmi Kensington Palace, @KensingtonRoyal. Meghan diprediksi akan melahirkan anak pertamanya pada musim semi 2019 mendatang.

Advertisement

Pengumuman kehamilan Meghan Markle ini dirilis ketika ia sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Australia bersama sang suami. Tur ini termasuk juga rencana kunjungan ke Fiji dan Tonga beberapa waktu ke depan. Orang mendadak khawatir saat tahu rencana kepergiannya ke 2 negara tersebut. Ternyata Fiji dan Tonga termasuk jajaran negara yang rawan terinfeksi virus zika, virus yang rentan menjangkit wanita hamil. Wah, gimana ya pihak kerajaan menyikapi ini? Simak yuk bareng Hipwee News & Feature!

Setelah publik banyak berspekulasi, akhirnya kemarin, pihak istana resmi mengumumkan kabar kehamilan anak pertama Meghan Markle dan Prince Harry

Meghan Markle dikabarkan tengah hamil via evoke.ie

Bulan ini jadi bulan penuh kegembiraan bagi keluarga kerajaan Inggris. Selain pernikahan putri Eugenie yang baru digelar Jumat (12/10) kemarin, ada juga berita kehamilan dari Meghan Markle dan Prince Harry. Sebelumnya, pasangan ini diketahui hadir di acara pernikahan Eugenie. Meghan datang mengenakan mantel biru tua. Saat itu publik sudah banyak berspekulasi kalau dirinya tengah berbadan dua. Sebelum-sebelumnya, gerak-gerik Meghan juga seperti sudah bisa dibaca oleh masyarakat, bahwa ia sedang menutupi kehamilannya.

Baru Senin (15/10) akhirnya pihak kerajaan resmi mengumumkan kehamilan Meghan lewat akun twitter @KensingtonRoyal. Kabarnya kehamilannya ini sudah masuk minggu ke-12 lho…

Berita resmi kehamilan Meghan dilansir bersamaan dengan kabar kunjungan kenegaraannya ke Australia bersama Prince Harry. Setelah Australia, mereka berencana akan mengunjungi Fiji dan Tonga, 2 negara yang terjangkit virus zika

Meghan dan Harry saat tiba di Sydney, Australia via www.timeslive.co.za

Advertisement

Selain Australia, Fiji dan Tonga juga masuk sederet negara yang akan dikunjungi Meghan Markle dan Prince Harry dalam waktu dekat. Melihat kondisi Meghan yang sedang hamil, publik jadi khawatir karena Fiji dan Tonga termasuk dua negara yang ada dalam daftar area-area rawan virus zika, seperti yang dilansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Pihak Kensington Palace katanya sih sudah mempertimbangkan hal ini. Tapi perjalanan dinas keduanya tetap bakal berlanjut.

Kasus terparah virus zika di Fiji dan Tonga memang udah terjadi 2016 lalu, tapi menurut profesor di London School of Hygiene & Tropical Medicine bukan berarti nggak ada kemungkinan terjangkit sama sekali

Negara-negara yang terjangkit virus zika via www.tedderfield.com

CDC membuat klasifikasi negara-negara mana yang paling parah terinfeksi virus zika. Kalau Tonga masuk kategori 1, dimana virus tergolong baru masuk dan proses penularannya diyakini masih berlangsung. Sedangkan Fiji masuk kategori 2, dimana virus sudah terdeteksi sejak sebelum 2015 dan proses penularannya pun masih berlangsung. Tahun ini, kabarnya belum ada kasus infeksi zika yang dilaporkan terjadi di Fiji. Tahun 2017 pun udah jarang sebenarnya. Sedangkan kasus zika paling banyak di Fiji dan Tonga itu terjadi tahun 2016. Meski begitu, Adam Kucharski, profesor di London School of Hygiene & Tropical Medicine tetap nggak menyarankan orang bepergian ke sana, karena kemungkinan terinfeksi masih ada.

Virus zika sendiri termasuk berbahaya, terlebih bagi wanita hamil, karena bisa memengaruhi pertumbuhan janinnya

Virus zika berbahaya bagi janin via www.bignewsnetwork.com

Wanita hamil yang terinfeksi zika berisiko menularkan virus itu ke janinnya. Virus yang ditularkan lewat gigitan nyamuk dan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi ini dapat menyebabkan keguguran. Kalaupun bayi berhasil dilahirkan, ia bisa terkena sindrom microcephaly, dimana ukuran kepalanya lebih kecil yang disebabkan pertumbuhan otak tidak sempurna, gangguan penglihatan, atau cacat neurologis. Menurut CDC, 1 dari 7 bayi yang tertular virus zika pasti memiliki gangguan kesehatan.

Selain Fiji dan Tonga, masih banyak lho negara-negara di dunia yang udah terjangkit virus zika. Kalau dari data yang dilansir Maret kemarin sih ada 90 negara, salah satunya Indonesia. Paling banyak tuh di benua Afrika dan Kepulauan Karibia. Meski data ini terus diperbarui, tapi ada baiknya kamu nggak bepergian ke sana dulu deh. Karena katanya, zika ini belum ada obatnya lho!

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya