Dunia media sosial sedang diramaikan oleh unggahan netizen yang berlomba-lomba mengunggah potret diri mereka saat sudah tua dan keriput. Mereka kebanyakan penasaran gimana penampilan wajah mereka ketika tua. Foto-foto itu hasil editan menggunakan aplikasi bernama FaceApp, yang bisa diunggah gratis lewat Play Store atau App Store.

Tapi ternyata, ada isu yang berhembus kalau FaceApp melanggar privasi penggunanya. Katanya, FaceApp bisa mengakses foto-foto di galeri kita, meskipun foto itu nggak diunggah ke aplikasinya. Ada juga yang mengait-ngaitkan sama Rusia, mengingat perusahaan yang membawahi FaceApp ini berlokasi di St. Petersburg, Rusia.

Advertisement

Nggak cuma itu, baru-baru ini juga ada kabar soal FaceApp palsu berisi virus yang mirisnya sudah diunggah ribuan orang termasuk di Indonesia!

Di saat story IG semua orang penuh dengan #FaceAppChallenge ini, ada seorang tech developer yang mencuit soal pelanggaran privasi di balik popularitas Face App

Artis-artis Indonesia juga ikutan via www.tribunnews.com

Dikutip dari Forbes, Joshua Nozzi, si developer ini memperingatkan kalau aplikasi itu bisa mengambil semua foto dari ponsel kita dan mengunggahnya ke servernya tanpa izin yang jelas dari pengguna. Ia juga menyebut kalau server dari FaceApp berpusat di Rusia, karena FaceApp dimiliki perusahaan Wireless Lab yang berlokasi di St. Petersburg, Rusia.

Tapi karena terlalu banyak menimbulkan kepanikan dan kontroversi, Joshua memutuskan menghapus tweetnya tersebut.

Seorang peneliti keamanan siber, Elliot Alderson, juga turut memberikan komentarnya mengenai rumor pelanggaran privasi ini. Elliot sampai download aplikasinya dan memeriksanya sendiri lo

Permintaan izin akses galeri via www.popsci.com

Advertisement

Elderson, yang juga seorang pakar dunia maya Perancis ini memeriksa kemana perginya foto-foto yang kita unggah ke FaceApp. Menurutnya, FaceApp nggak “mencuri” foto-foto kita di galeri HP, seperti yang dikatakan Joshua Nozzi di atas. FaceApp hanya mengambil foto yang kita unggah saja.

Selain itu, basis server dari aplikasi FaceApp katanya sih bukan berpusat di Rusia, melainkan di Amerika dan Australia. Intinya, dia membantah semua yang dikatakan Joshua lewat tweetnya.

Lagipula, kalau seperti yang ditulis di Forbes, pengguna FaceApp bisa memilih apakah mereka mengizinkan galerinya diakses oleh FaceApp, atau tidak. Ya kalau khawatir data-datanya bakal disalahgunakan, mendingan nggak usah “allow” aplikasi itu buat akses ponsel kita. Semoga aja sih mereka nggak bohong ya~

Benar atau nggaknya FaceApp mencuri data kita memang masih simpang siur. Tapi yang gawat tuh ternyata ada FaceApp palsu beredar, Guys! Hati-hati soalnya ini berisi virus gitu

Popularitas aplikasi FaceApp ternyata dimanfaatkan para penjahat siber untuk menyebarkan virus ke gadget kita. Dilansir dari Kompas, modus yang digunakan, mereka mengunggah video ke YouTube untuk mempromosikan FaceApp palsu ini.

Lalu di kolom deskripsi mereka memasukkan link atau tautan untuk mengunduh aplikasi itu yang ternyata link palsu semacam scammers. Kalau diklik gadget kita bisa terinfeksi virus, bahkan data dalam ponsel kita juga rawan dicuri! Sederhananya, link palsu itu semacam “gerbang” ilegal buat masuk ke gawai kita guna meretas data-data penting. Duh, ngeri…

Di zaman teknologi seperti sekarang, ada baiknya kita hati-hati dengan nggak mudah ikut tren media sosial. Kan kita nggak tahu gimana kondisi sebenarnya di balik tren atau aplikasi yang sedang booming itu, apalagi kalau kita bukan orang IT dan nggak paham teknologi. Mending main aman aja lah~

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya