Fakta-Fakta Menstruasi yang Menyebabkan Remaja Putri Lebih Berisiko Alami Anemia

Menstruasi bisa sebabkan anemia

Hampir setiap kita pasti pernah mendengar kata anemia, dan mengerti bahwa istilah tersebut merujuk pada kondisi kekurangan sel darah merah dalam tubuh. Kondisi yang bisa dialami siapa saja termasuk remaja ini nggak sepele, lo. Kekurangan sel darah merah akan mengurangi aliran oksigen dalam tubuh yang dapat mempengaruhi fungsi organ.

Nah, tapi yang mungkin nggak banyak diketahui, remaja putri lebih rentan mengalami anemia dibanding remaja putra. Dampak anemia pada remaja putri bukan hanya mudah lelah dan lemas. Guru Besar FKM UI, Prof. Endang L. Achadi dalam peringatan Hari Gizi Nasional Ke-61 mengatakan “anemia pada remaja putri memiliki dampak jangka panjang berupa potensi terhambatnya pertumbuhan janin sehingga menimbulkan risiko stunting”.

Lantas mengapa remaja putri lebih rentan alami anemia dibanding remaja putra? Salah satu alasannya adalah remaja putri mengalami menstruasi setiap bulannya. Seperti diketahui, menstruasi menyebabkan tubuh kehilangan banyak sel darah merah dan zat besi. Jika kondisi tersebut nggak diimbangi dengan asupan zat besi yang cukup, maka dapat meningkatkan risiko anemia.

Nah, berikut adalah fakta-fakta menstruasi sebagai salah satu penyebab meningkatnya risiko anemia pada remaja putri.

1. Saat menstruasi remaja putri kehilangan darah setara dua hingga tujuh sendok makan per hari

Berdasarkan laporan dari National Health Service United Kingdom setiap hari pada masa menstruasi tubuh akan mengeluarkan darah rata-rata sekitar 30-72 milimeter atau setara dua hingga tujuh sendok makan. Sel darah merah yang hilang saat menstruasi ini penting untuk “diisi ulang” biar tubuh nggak terlalu kekurangan zat besi, yang mana ini meningkatkan risiko anemia. Anemia pada remaja putri bisa dicegah dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi baik yang bersumber dari pangan hewani dan nabati, serta minum Tablet Tambah Darah (TTD) 1 tablet seminggu sekali.

Meski merupakan siklus alami, ada kondisi yang perlu diwaspadai oleh remaja putri ketika menstruasi, yakni ketika darah yang dikeluarkan tubuh selama menstruasi terbilang berlebihan. Cara mudah mengetahuinya adalah ketika kamu jadi lebih sering ganti pembalut dibanding biasanya. Hal ini mungkin terjadi dengan berbagai sebab. Langkah paling tepat adalah berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kandungan).

2. Menstruasi dengan durasi lama yang terkadang dialami remaja putri meningkatkan risiko anemia, karena darah dan zat besi yang terbuang jadi lebih banyak

Umumnya menstruasi akan berlangsung selama dua hingga tujuh hari. Namun, beberapa remaja putri bisa mengalami menstruasi lebih dari tujuh hari dengan jumlah darah yang sangat banyak. Kondisi ini dikenal dengan istilah menorrhagia, atau dalam bahasa Indonesia disebut menoragia.

Penyebab menorrhagia atau jumlah perdarahan sangat banyak dan berkepanjangan bisa beragam. Tapi pada remaja biasanya disebabkan oleh hormon yang nggak seimbang. Jangka waktu menstruasi sejatinya diatur oleh hormon seperti estrogen, progesteron, FSH, dan LH. Nah, ketika kadar hormon tersebut nggak seimbang, maka lapisan rahim bisa jadi sangat tebal sehingga menyebabkan darah haid keluar secara perlahan.

Panjangnya durasi menstruasi ini tentu akan membuat darah yang dikeluarkan tubuh jadi semakin banyak. Untuk mengatasi menorrhagia dan biar nggak menimbulkan risiko anemia, perlu dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang oleh dokter, untuk kemudian diobati sesuai kondisi penyebab.

3. Penyebab menstruasi nggak teratur

Pada perempuan yang telah menikah, menstruasi nggak teratur sering dikaitkan dengan kehamilan. Padahal faktanya, pola menstruasi dengan jangka waktu yang terlewat, tertunda, atau nggak teratur bisa disebabkan banyak faktor. Siklus normal menstruasi terjadi antara 21-35 hari sekali dengan durasi kurang lebih 7 hari dalam satu periode haid.

Dikutip dari Klikdokter, perubahan dan ketidakseimbangan hormon juga dapat menyebabkan menstruasi nggak teratur. Penyebab lainnya yaitu adanya gangguan tiroid (kelenjar yang mengatur metabolisme tubuh), gaya hidup (diet yang keliru), penyakit kronis seperti kanker rahim, dan kista.

Adapun tanda bahwa kamu sedang mengalami menstruasi nggak teratur adalah tidak haid selama lebih dari tiga bulan padahal nggak hamil, menstruasi lama, darah haid lebih banyak dari biasanya, siklus menstruasi kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari, mengalami pendarahan di antara dua siklus menstruasi, dan juga mengalami nyeri perut bawah yang hebat selama menstruasi.

4. Pre Menstrual Syndrome (PMS) dapat memperparah gejala anemia

Gejala anemia seperti lemas dan cepat lelah, bisa diperparah oleh Pre Menstrual Syndrome (PMS) yang biasanya terjadi sejak lima hari sebelum menstruasi. Hal ini karena PMS akan menimbulkan perubahan fisik yang kurang lebih sama dengan gejala anemia.

Oleh karena itu penting bagi remaja putri untuk dapat mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan melakukan olahraga ringan khususnya menjelang dan saat menstruasi.

Olahraga ringan selama menstruasi disarankan karena dapat meningkatkan efektivitas sirkulasi darah

Tetap rutin olahraga ringan meski sedang menstruasi (foto: iStockphoto) via www.istockphoto.com

Nah, untuk mengatasi PMS dan keluhan selama menstruasi yang dapat meningkatkan risiko anemia, remaja putri disarankan untuk tetap menjalankan olahraga ringan. Dilansir dari Halodoc, berolahraga saat menstruasi dapat membantu meningkatkan efektivitas dari sirkulasi darah, sehingga dapat mengurangi nyeri dan sakit kepala yang diakibatkan hilangnya darah dan zat besi.

Adapun olahraga ringan yang disarankan adalah jalan kaki, lari, yoga, pilates, menari, atau bersepeda. Usahakan pula berolahraga nggak cuma saat menstruasi, melainkan rutin setidaknya tiga kali dalam seminggu dengan durasi 15-30 menit.

Makanan yang disarankan dokter untuk dikonsumsi selama menstruasi

Untuk dapat mencegah anemia pada remaja perempuan, Prof. Endang menyarankan untuk dapat mengatur pola makan sehat dengan gizi seimbang, atau berpatokan pada program Isi Piringku dengan komposisi makanan pokok, sayuran, buah-buahan serta lauk hewani dan nabati. 

Khusus selama menstruasi, makanan yang baik untuk dikonsumsi seperti dilansir dari SehatQ adalah buah yang kaya air untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, sayuran berdaun hijau seperti bayam yang kaya akan zat besi, dan teh chamomile yang mengandung zat anti-inflamasi. Namun minum teh lebih baik dilakukan 1-2 jam sebelum atau sesudah makan agar zat yang terkandung dalam teh tidak mengganggu penyerapan nutrisi dalam makanan.

Kamu juga bisa mengonsumsi makanan atau minuman mengandung jahe dengan catatan nggak lebih dari 4 gr per hari, biji adas karena terbukti dapat menghambat kontraksi pada rahim, hati ayam yang kaya protein dan zat besi, coklat hitam, dan yogurt. Selain kaya magnesium dan kalsium, yogurt juga dapat menghindarkan remaja putri dari risiko candidiasis yakni infeksi jamur kandida pada alat vital perempuan saat menstruasi.

Selain mengalami menstruasi sebulan sekali, remaja putri ternyata rentan mengalami malnutrisi akibat asupan gizi yang nggak seimbang. Makanya cegah anemia dengan makan makanan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi tubuh, terutama yang banyak mengandung zat besi baik dari hewani maupun nabati. 

Selain itu, kamu juga bisa mengonsumsi suplemen Tablet Tambah Darah (TTD) 1 tablet seminggu sekali dengan air putih. Tablet Tambah Darah (TTD) berguna untuk mencegah anemia, meningkatkan daya tahan tubuh dan konsentrasi belajar, agar kamu bisa menjadi remaja putri yang sehat dan berprestasi. Anemia di tahap awal seringkali nggak menunjukkan gejala dan ingat ya salah satu tujuan utama mengonsumsi TTD adalah untuk mencegah anemia. Jadi jangan tunggu sampai muncul gejalanya!

Dan tenang, kamu nggak akan kelebihan zat besi ketika minum TTD seminggu sekali. Pasalnya tubuh kita akan mengatur secara otomatis beberapa jumlah zat besi yang diserap. Zat besi yang berlebih akan dikeluarkan dari tubuh melalui tinja atau feses. Gak akan numpuk di badan kita jadi jangan khawatir, Aman kok!

Sebagai bahan pembelajaran, kamu juga bisa belajar mengenai gizi seimbang untuk remaja khususnya remaja putri secara daring bersama ahli nutrisi dari Nutrition International. Dijamin bakal lebih ngerti dan tentu saja gratis, kok! Dan khusus buat remaja putri bisa download booklet pengetahuan dan kalendar menstruasi di sini ya!

Nah, itu dia fakta mengenai menstruasi yang jadi alasan mengapa remaja putri rentan mengalami anemia. Inget, anemia berbeda ya dengan tekanan darah rendah, jadi jangan tunggu sampai kena anemia. Cegah anemia dengan mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang, pola hidup sehat dan bersih, dan jangan lupa minum Tablet Tambah Darah (TTD) 1 tablet seminggu sekali secara teratur.

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Kopito Ergo Sum -- Aku minum kopi maka aku ada.

Editor

I know I glow up