Seperti yang mungkin kita semua tahu, ibu kota Republik Indonesia kita tercinta ini akan dipindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur, tepatnya di sebagian Penajam Paser dan sebagian lagi Kutai Kartanegara. Rencana pemindahan ibu kota yang akan dilakukan 2024 mendatang ini kabarnya sudah berhembus sejak pemerintah mantan Presiden Soekarno.

Belum lama sejak Jokowi ‘ketok palu’ soal lokasi pasti ibu kota baru, sudah ada isu baru soal pemindahan ibu kota Jawa Barat ke luar Bandung. Rencana ini tentu saja menimbulkan pro-kontra, pasalnya Ridwan Kamil selaku Gubernur Jabar, banyak diimbau buat nggak sekadar ikut-ikutan pemerintah pusat memindahkan ibu kota negara. Memangnya apa sih alasan Kang Emil mau mencabut status Bandung sebagai ibu kota Jabar? Apa salah Kota Bandung, wahai Kang Emil…

Wacana pemindahan ibu kota Jabar awalnya muncul dalam rapat pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jabar bersama Pansus VII, awal minggu kemarin

Ridwan Kamil via celebestopnews.com

Advertisement

Seperti yang dikatakan Kang Emil, dalam Kompas, ia dan jajarannya berencana memindah ibu kota Jabar yang saat ini statusnya masih dipegang Bandung. Wacana itu bahkan sudah dibahas dalam rapat Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jabar bersama Pansud VII, awal pekan lalu. Menurut Kang Emil, saat ini Bandung dianggap sudah nggak cocok lagi jadi pusat pemerintahan. Belum lagi lokasi kantor pemerintahnya juga terpisah-pisah, menurutnya itu menyulitkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk melakukan koordinasi.

Calon lokasi ibu kota baru pun sudah diumumkan. Sementara ini masih ada 3 kandidat kota, ke depannya nggak menutup kemungkinan bisa bertambah

Sementara ada 3 kandidat via akuratnews.com

Kang Emil mengusulkan 3 lokasi sebagai calon ibu kota Jabar yang baru. Tiga kota itu adalah Tegalluar di Kabupaten Bandung, Walini di Kabupaten Bandung Barat, dan sekitar wilayah Rebana (Cirebon, Patimban, Majalengka). Ketiga kandidat itu masuk daftar usulan karena untuk Tegalluar dan Walini sendiri merupakan wilayah pengembangan jalur kereta cepat Bandung-Jakarta. Sedangkan Rebana karena jadi wilayah pengembangan ekonomi baru di Jabar.

Meskipun begitu, kesempatan untuk kota lain masih terbuka lebar, karena memang wacana ini kan masih benar-benar dikaji, mulai dari aksesibilitas, tingkat ekonomi, ketersediaan air, dan lain-lain.

Namun, sejumlah pihak mengimbau agar Ridwan Kamil betul-betul memikirkan segala plus-minusnya, nggak sekadar ikut-ikutan pemerintah pusat yang memindahkan ibu kota negara ke Kalimatan

Semoga nggak sekadar latah via www.tribunnews.com

Advertisement

Usulan Kang Emil memindahkan ibu kota Jabar ini di samping ada yang setuju, ada pula yang rada-rada pesimis gitu, salah satunya pengamat tata kota, Nirwono, seperti dikutip CNN. Katanya isu pemindahan ini nggak ada urgensinya, alias nggak begitu mendesak banget. Bandung menurutnya masih layak jadi jadi ibu kota. Dan lebih baik fokus ke perbaikan infrastruktur Bandung aja ketimbang repot-repot “pindah rumah”.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono juga berpendapat hal serupa. Lain halnya sama isu pemindahan ibu kota RI yang memang sudah digaungkan sejak puluhan tahun lalu. Pemindahan ibu kota provinsi tentu nggak bisa sembarangan. Harus ada kajian komprehensif nan mendalam yang perlu dilakukan pemprov sebelum memutuskan pindah ibu kota.

Hmm… kalian yang berdomisili di Jawa Barat gimana nih, setuju nggak kalau ibu kota dipindah?

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya