Platform media sosial Instagram sedang melakukan sedikit uji coba yang kemungkinan menimbulkan pro kontra di kalangan penggunanya. Salah satu fitur atau tampilan yang seringkali dijadikan patokan atau standar dalam mengunggah foto atau video, dihapus oleh Instagram.

Yup, Instagram saat ini sedang menguji coba menyembunyikan jumlah ‘likes’ dari unggahan para penggunanya. Tapi uji coba ini hanya berlaku bagi pengguna di sejumlah negara seperti Australia, Brazil, Kanada, Irlandia, Italia, Jepang, dan New Zealand. Indonesia sendiri nggak masuk wilayah uji coba. Namun nggak menutup kemungkinan kalau uji coba berhasil, kita juga bakal nggak bisa menikmati fitur ‘likes’ lagi lo.

Advertisement

Kira-kira kenapa ya Instagram menghapus tampilan jumlah ‘likes’ ini?

Instagram memutuskan menghapus jumlah likes di unggahan penggunanya. Uji coba ini baru aja berlangsung di Australia

Instagram hapus jumlah likes via thebrag.com

Salah satu tampilan penting di Instagram kini sudah tidak ada lagi. Sejak Kamis, 18 Juli kemarin, Instagram memutuskan untuk melakukan uji coba menyembunyikan jumlah like di platformnya. Pengguna jadi nggak bisa melihat berapa jumlah like yang mereka peroleh dari unggahannya. Selain jumlah likes, Instagram menghapus jumlah views pada unggahan berupa video juga lo.

Advertisement

Uji coba ini memang baru berlangsung di beberapa negara saja seperti yang sudah disebut di atas. Kalau Kamis lalu, percobaan menghapus jumlah likes berlangsung di Australia, seperti diwartakan The Guardian.

Meski begitu, kebijakan baru ini katanya sih nggak akan mengganggu mereka yang mengatur akunnya jadi Instagram Bisnis. Biasanya yang bakal was-was sama aturan baru ini sih akun-akun artis atau selebgram yang suka endorse

Apa kabar ya para influencer? via later.com

Bagi para influencer, dihapuskannya tampilan jumlah like bisa jadi tanda kiamat. Soalnya salah satu indikator brand-brand mau kerjasama dalam bentuk endorsement dengan mereka ‘kan lewat jumlah likes itu. Semakin banyak jumlah likes di setiap unggahan seleb, maka akan semakin mahal harga endorse-nya, serta makin banyak juga brand yang tergiur kerjasama.

Tapi katanya, kebijakan baru Instagram ini nggak memengaruhi mereka yang mengatur akunnya jadi Instagram Bisnis sih. Mereka masih bisa melihat metriks atau grafik engagement di akunnya.

Satu-satunya alasan kenapa Instagram berani menyembunyikan jumlah likes ini karena mereka ingin siapapun yang menggunakan Instagram terbebas dari tekanan yang biasanya disebabkan dari keinginan mengantongi likes sebanyak-banyaknya

Biasanya pada gila likes via globalnews.ca

Banyak dari pengguna Instagram memang jadi “gila” likes. Ini karena di tengah lingkungan sosial masa kini, jumlah likes kerap jadi patokan sukses tidaknya sebuah unggahan, atau seberapa populernya akun tersebut. Semakin banyak likes, maka orang atau sebuah akun di Instagram akan semakin dianggap “dewa”. Mereka jadi populer dan banjir pujian.

Inilah yang sebenarnya ingin dihapuskan Instagram. Seperti dikatakan Mia Garlick, Direktur Kebijakan Facebook Australia dan New Zealand, dalam The Guardian, Instagram harusnya bisa jadi tempat dimana orang merasa nyaman berekspresi, bukan malah sibuk gimana caranya biar nggak dihakimi dan mendapat like sedikit. Mereka ingin penggunanya fokus aja sama konten yang ingin mereka unggah, bukan pada jumlah likes yang akan mereka dapatkan.

Hmm.. kayaknya menarik juga kalau diterapkan di Indonesia, biar nggak pada stress kalau dapat likes cuma sedikit.

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya