Sehari saja mati listrik, rasanya aktivitas sehari-hari tidak berjalan sebagaimana mestinya. Mulai dari kegiatan perkantoran, pertokoan, hingga rumah tangga semuanya nampak bergantung pada energi listrik. Bukan rahasia lagi kalau ketergantungan manusia dengan energi listrik sudah tidak ditoleransi. Namun dengan berbagai isu lingkungan dan makin menipisnya energi di bumi, mau tak mau manusia harus mulai kreatif untuk memanfaatkan energi yang dapat terbarukan.

Contohnya saja pembangkit listrik tenaga angin. Tenaga angin yang bisa terbarukan atau nggak mudah habis ini bisa dijadikan alternatif untuk selalu mengalirkan energi ke perumahan dan untuk memenuhi kegiatan manusia. Beruntung, pemerintah kita baru-baru ini membangun sebuah kebun angin pertama di Indonesia. Dilansir melalui CNN, Presiden Jokowi pun dengan bangga memamerkan proyek PLTB atau Pembangkit Listrik Tenaga Bayu pertama di Indonesia ini loh. Yuk simak uraian lengkapnya bareng Hipwee News & Feature berikut!

Sebanyak 30 kincir angin raksasa dibangun di area perbukitan Sidrap, Sulawesi Selatan

Kincir angin PLTB Sidrap via kabar.news

PLTB pertama di Indonesia dibangun nun jauh di daerah pelosok Sulawesi Selatan, tepatnya kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Proyek ini melibatkan 30 kincir angin raksasa yang akan digunakan untuk mengalirkan listrik yang masing-masing berkapasitas 2,5 megawatt (MW) dan total 75MW. Jangan tanya seberapa besar kincir angin ini ya! Diameter kincir ini saja 57 meter, membuat total tinggi kincir ini menjadi 137meter. Wah kalau kamu memanjat ke atas kincir ini butuh usaha yang luar biasa ya. šŸ˜€

Presiden Jokowi pun sempat pamerkan keberhasilan proyek ini melalui laman facebook pribadinya. Alasan kincir ini dibangun di kabupaten Sidrap adalah karena kawasan perbukitan ini punya potensi angin yang bagus dan mampu menggerakkan turbin. Perlu kamu tahu, negara Asia yang sudah punya teknologi ini baru beberapa saja, yaitu Jepang, Korea, Cina, dan Indonesia. Patut bangga nih negara kita termasuk dalam jajaran negara maju lainnya.

Natinya setelah diresmikan, PLTB Sidrap mampu mengalirkan hingga ke 80 ribu rumah tangga lho

Advertisement

Proses pembangunan kincir angin raksasa via www.listrikindonesia.com

Kebutuha listrik nusantara di beberapa pelosok memang masih mengalami berbagai kendala. Terutama dalam hal distribusi dan sumber energinya. Untuk itulah PLTB ini hadir buat memenuhi kebutuhan masyarakat. Nantinya energi listrik dari kincir angin ini mampu mengalirkan listrik ke 80 ribu rumah tangga atau dengan jumlah daya sekitar 900 Volt Amper (VA). Selain bantu alirkan energi, PLTB termasuk energi baru yang terbarukan loh. Sehingga energi dengan pemanfaatan angin tergolong tidak habis dan menjadi kunci ketahanan energi di Indonesia.

Beruntung pemerintah kita sudah mulai menggalakkan energi baru terbarukan. Penting banget lho buat masa depan

Energi Baru Terbarukan via asia.blog.terrapinn.com

Sama halnya dengan kincir angin atau PLTB, energi baru dan terbarukan ini digadang-gadang bisa mengatasi solusi dari krisis energi di Indonesia

ā€œEBT (Energi Baru Terbarukan) mampu lebih cepat untuk memberikan pasokan listrik ke berbagai pelosok Indonesia dibandingkan dengan cara konvensionalā€Ā Ā Dr Deden Kusdiana selaku Sekretaris Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM pada Kompas.

EBT sudah sepatutnya digalakan oleh pemerintah untuk mencegah Indonesia kekurangan energi. Pemerataan dan distribusi listrik ke pelosok-pelosok nusantara tak urung jadi perhatian pemerintah. Oleh karenanya, proyek serupa juga direncanakan bakal dibangun diĀ Jeneponto di Sulawesi Selatan yang berkapasitas 65 MW dengan melibatkan investor dari Denmark.

Selain energi dengan pemanfaatan angin, EBT juga bisa dibuat dengan memanfaatkan air dan panas bumi. Sehingga energi yang dikeluarkan oleh alam tidak terbuang sia-sia dan bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Nah sekarang, sebagai PR untuk masyarakat kita tinggal mengawasi dan merawat kinerja pemerintah dan fasilitas-fasilitas yang sudah berhasil dibangun dengan baik. Jangan sampai teknologinya sudah canggih, tapi tanggung jawab kita yang masih primitif.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya