Kemunculan rokok elektrik atau vapor beberapa tahun belakangan ini, langsung jadi bahan perdebatan panas. Terutama seputar klaim bahwa rokok elektrik jauh lebih sehat dan berbeda daripada rokok yang sudah secara luas disetujui berbahaya bagi kesehatan. Nah pemerintah Inggris baru saja mengadakan campaign menyerukan warganya untuk beralih ke vapor dibandingkan terus merokok rokok tradisional. Posisi itu diambil berdasarkan penelitian dari sebuah universitas ternama di sana. Penelitiannya sebenarnya cukup sederhana lo Guys.

Untuk melihat bagaimana kedua jenis rokok ini bisa berdampak pada paru-paru manusia. Dalam percobaannya, mereka pakai 3 tabung berisi kapas bulat-bulat. Satu tabung diisi asap rokok biasa, satu tabung diisi asap vapor, dan satu lagi dibiarkan menghirup udara biasa. Hasilnya cukup mencengangkan lo! Kalau kamu penasaran, simak dulu yuk rangkumannya bareng Hipwee News & Feature kali ini…

Penelitian di Inggris mengungkapkan rekayasa kondisi paru-paru perokok biasa vs rokok elektrik. Hasilnya, milik perokok elektrik jauh lebih bersih!

Advertisement

Lembaga pemerintah di Inggris yaitu Public Health England (PHE) belum lama ini merilis sebuah video tentang eksperimen sederhana yang dilakukan peneliti di University College London. Dilansir BBC, penelitian itu mengungkap perbedaan signifikan antara efek rokok biasa dan elektrik. Mereka memakai 3 tabung yang masing-masing diisi kapas bulat-bulat. Untuk membandingkan, mereka mengisi 1 tabung dengan asap rokok biasa, 1 tabung lain dengan asap vapor, dan 1 tabung lain dibiarkan ‘menghirup’ udara biasa. Eksperimen ini berlangsung selama 1 bulan.

Hasilnya, kapas di tabung rokok biasa berubah jadi cokelat karena tar yang terkandung dalam rokok. Sedangkan di tabung vapor, kapas masih tampak putih, meski agak lembab dan tercium bau cairan vapornya. Mereka menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena vapor ini nggak mengandung tar.

Tapi eksperimen ini jelas nggak bisa jadi satu-satunya rujukan. Soalnya meskipun di dalam vapor nggak ada tarnya, tapi nyatanya banyak zat kimia lain yang nggak kalah bahaya

Perbandingan tabung rokok elektrik dan rokok biasa via news.sky.com

Advertisement

Tar disebut-sebut sebagai zat pemicu kanker yang terkandung dalam rokok. Kalau di eksperimen di atas, warna cokelat yang menyelimuti kapas-kapas dalam tabung itu katanya dihasilkan dari tar. Jadi kemungkinan kondisi paru-paru perokok biasa ya kurang lebih seperti kapas itu, cokelat dan kotor. Nah, vapor kabarnya nggak mengandung tar. Makanya kapas dalam tabung vapor masih putih bersih.

Tapi yang perlu digarisbawahi, walaupun di dalam vapor nggak ada tarnya, tapi nyatanya vapor juga bisa banyak mengandung zat lain yang nggak kalah bahaya. Seperti diungkapkan Food and Drug Administration (FDA) AS, dalam rokok elektrik terkandung nikotin –penyebab kecanduan, zat karsinogen, bensol, akrolein, dan formaldehida. Zat-zat itu juga bisa memicu kanker dan penyakit lainnya.

Jadi meskipun pemerintah Inggris tampaknya sudah membulatkan suara dan menyatakan vapor jauh lebih aman daripada rokok biasa, perdebatan masih terus berlangsung. WHO saja belum menyatakan vapor sepenuhnya aman

Efek jangka panjangnya masih dipelajari via abcnews.go.com

Selain disebut sama bahayanya –ya meskipun masih jauh lebih berbahaya rokok biasa– tapi vapor jelas nggak bisa jadi pelarian bagi kalian yang sulit melepas rokok biasa. Sebuah penelitian yang pernah dilakukan ke tikus, menunjukkan kalau rokok elektrik ini ternyata bisa menimbulkan mutasi genetik lo! Mungkin aja hal yang sama juga terjadi pada manusia ‘kan. Ditambah sampai saat ini, peneliti masih dalam proses mempelajari efek jangka panjang dari vapor. Bisa jadi efek ke depannya jauh lebih mengerikan…

Apalagi ternyata banyak kasus orang yang sudah beralih ke vapor, kadang masih curi-curi buat mengisap rokok biasa. Katanya kalau pakai vapor kurang puas. Kalau sudah begini, ya percuma juga sih… Paling benar tuh memang berhenti merokok total. Ya nggak sih??

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya