Sosok Barbie Kumalasari masih tetap jadi perbincangan hangat netizen. Nggak cuma soal video ‘ikan asin’nya, istri Galih Ginanjar itu juga jadi perbincangan karena beberapa ucapan yang ia lontarkan dinilai bohong tak seperti kenyataannya. Mulai dari berbagai berlian yang diakuinya berharga puluhan miliar, hingga ucapannya yang mengatakan sebuah museum sebagai rumah pribadinya, dan masih banyak lagi.

Melihat kebohongan itu, melalui tayangan Selebrita Trans7, Joice yang berprofesi sebagai psikolog mengungkapkan hasil analisisnya terhadap Barbie Kumalasari. Ia mengatakan kalau Barbie terindikasi menunjukkan gejala Mythomania. Penyakit ini akan membuat orang mudah berbohong untuk jangka waktu yang lama, dan biasanya dilakukan berlebihan demi menutupi kondisi dirinya sendiri. Memangnya apa saja sih fakta di balik penyakit Mythomania ini?

1. Penderita Mythomania cenderung nggak sadar kalau ia sedang berbohong

Berbohong hanya agar dipuji oleh orang lain via news.oneway.vn

Advertisement

Dikutip dari Kumparan, istilah Mythomania mulai digunakan pada tahun 1905 oleh seorang psikiatri bernama Ferdinand Dupre, untuk menyebut kondisi penyakit psikologis yang membuat penderitanya menjadi suka berbohong untuk sekadar mendapat pujian.

Penderita penyakit mythomania ini juga mempercayai kebohongan yang ia ciptakan sendiri, dan cenderung tidak sadar kalau sedang berbohong.

2. Kegagalan di masa lalu bisa menjadi penyebab utama gangguan Mythomania

kegagalan masa lalu bisa menjadi faktor penyebab Mythomania via www.tribuneindia.com

Banyak faktor penyebab orang mengidap mythomania, namun kegagalan adalah faktor yang paling berpengaruh. Entah kegagalan dalam pendidikan, pekerjaan, hubungan, atau keluarga. Dari kegagalan itu nantinya akan muncul hasrat untuk mencari simpati orang lain dengan berbohong, lalu menjadi terbiasa jika orang-orang percaya dengan kebohongan yang diucapkan penderita, dan mengulanginya terus-terusan karena merasa senang.

3. Umur 16-22 tahun adalah usia yang paling rentan terkena gangguan Mythomania

Usia rentan terkena Mythomania via www.cdc.gov

Advertisement

Karena pada rentang waktu itu manusia berada di fase transisi dari remaja menuju dewasa, maka persoalan-persoalan pun silih berganti dibebankan kepadanya. Karena berbohong bisa menutupi persoalan yang ada, maka proses awal mythomania berawal dari sini.

Namun begitu, nggak menutup kemungkinan orang dewasa di atas usia 30-an dapat mengidap Mythomania. Bagi pengidap Mythomania, kebohongan adalah bagian dari jalannya kehidupan, bukan sebuah keanehan.

4. Kebohongan yang dilakukan orang biasa dan kebohongan penderita Mythomania sangat berbeda

kebohongan biasa berbeda dengan mythomania via www.dailymail.co.uk

Jika kebohongan biasa yang dilakukan, biasanya bermaksud untuk menutupi diri dari kesalahan yang telah dilakukan atau ingin mendapatkan keuntungan dari kebohongan tersebut. Sedang kebohongan penderita Mythomania, bertujuan untuk membuat dirinya merasa senang saja, sekalipun dari kebohongan itu nantinya hanya akan merugikan dirinya sendiri, mereka nggak akan peduli dan sadar akan hal itu.

Jadi, nggak semua orang berbohong mengidap Mythomania, ya.

5. Jika kamu melakukan kebohongan dan merasakan ada kebahagiaan di sana, baiknya untuk memeriksanya ke psikolog

temui psikiater untuk pengobatan via cantik.tempo.co

Secara sederhana Mythomania mempuanyai dua tingkatan yaitu, ringan dan berat. Jika sudah mencapai tahap Mythomania berat, pengidap akan menggabungkan fakta dan fantasi dalam usahanya menciptakan kebohongan, dan ini hanya akan membahayakan diri si penderita. Maka daripada itu, pengobatan paling efektif untuk penyakit mental ini adalah pendekatan psikoterapi dan pemberian obat-obatan rekomendasi dokter.

Selain itu, dukungan kepada penderita gangguan Mythomania harus diberikan agar ia mau terbuka dan mengkonsultasikannya ke dokter. Sehingga untuk sembuh secara total menjadi sebuah kemungkinan.

Hmm.. kalau menurutmu, benarkah Mbak Barbie Kumalasari mengidap mythomania?

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya