Kalau mendengar kata “sarung” apa sih yang terlintas dipikiranmu, guys? Perlengkapan ibadah untuk umat muslim, hasil kerajinan daerah, atau gajah duduk bawahan untuk kondangan? Apapun jawaban yang terlintas di pikiranmu, siap-siap ya. Soalnya (kalau jadi dan terpilih kembali) capres nomer urut satu akan membuat kebijakan soal sarung ini. Nih Hipwee berikan informasinya~

Pada Festival Sarung Indonesia 2019, Jokowi mengatakan akan membuat kebijakan pakai sarung paling tidak satu kali sebulan

Festival Sarung Indonesia 2019 – Photo by Indrianto Eko Suwarso/ANTARAFOTO via foto.bisnis.com

Wacana untuk membuat kebijakan menggunakan sarung bagi masyarakat Indonesia ini disampaikan Jokowi pada saat kunjungannya ke Festival Sarung Indonesia 2019 di Gelora Bung Karno, Minggu 3 Maret 2019 kemarin. Nah pada acara tersebut capres nomer urut 1 ini memberikan pidatonya terkait sarung dan kebudayaan Indonesia. Salah satu kalimat yang cukup menarik perhatian (tentu saja) adalah wacananya untuk membuat kebijakan khusus penggunaan sarung bagi masyarakat Indonesia sekali dalam sebulan.

Advertisement

“Saya akan mengajak nantinya, ini baru kita akan tentukan setiap hari tertentu dalam satu bulan kita memakai sarung bersama-sama. Mau enggak, setuju enggak? Bisa seminggu sekali, bisa dua minggu sekali, bisa sebulan sekali, kita lihat nanti,” dilansir dari CNN.

Ungkapan tersebut bukannya tanpa alasan. Jokowi beralasan kalau rencana itu sebagai bentuk penghargaan bagi kekayaan budaya nasional

Katanya wacana tersebut sebagai bentuk penghargaan – Photo by Sarungfest via www.instagram.com

Dilansir dari CNN, wacana untuk membuat kebijakan pakai sarung sekali tiap bulan bukannya tanpa dasar. Atau bukan juga karena tengah menghadiri Festival Sarung Indonesia yang sudah jelas dihadiri oleh para penggemar sarung dari seluruh Indonesia. Menurutnya, ini murni sebagai bentuk penghargaan atas salah satu hasil kekayaan budaya yang negara ini punya.

“Inilah kekayaan budaya yang tidak dimiliki bangsa dan negara lain. Oleh sebab itu, Saya akan ajak nantinya setiap hari tertentu dalam satu bulan kita memakai sarung bersama-sama.” dilansir dari Detik.

Selama ini istilah sarung memang mengerucut pada perlengkapan ibadah untuk umat muslim. Dari sinilah wacana tersebut menuai tanggapan yang beragam

Istilah sarung memang lekat dengan keseharian umat muslim. Ya gimana lagi, lima kali dalam sehari, sarung digunakan untuk ibadah baik di masjid atau di rumah. Namun makin ke sini, pengetahuan soal sarung jadi lebih luas lagi. Tak hanya sebagai perlengkapan ibadah saja, tapi juga hasil kekayaan dari berbagai budaya yang ada. Sebut saja sarung tenun khas NTT yang sering digunakan sebagai properti foto-foto turis yang melancong ke sana, atau sarung khas Bali yang dipakai nggak hanya pas upacara adat aja.

Advertisement

Tapi tentu saja wacana kebijakan pakai sarung sekali sebulan tersebut menuai beragam tanggapan. Ada yang menyangsikan karena dinilai kurang relevan dan nggak penting-penting amat dijadikan sebuah kebijakan.

Namun ada juga yang mendukung wacana tersebut. Soalnya kebijakan tersebut nantinya bisa menguntungkan para pedagang sarung dan turut melestarikan budaya sarung di Indonesia.

Namun ada juga yang (sempat-sempatnya) menanggapi wacana tersebut dengan candaan. Duh, warganet memang Maha Selow dengan segala pendapatnya yang kadang bikin ketawa.

Nah menurutmu gimana, guys? Setuju nggak nih kamu sama kebijakan pakai sarung sekali sebulan ini? Yang jelas kebijakan yang masih dalam tahap wacana ini butuh tinjauan dan pertimbangan lagi dari berbagai sisi. Soalnya nggak semua masyarakat Indonesia familiar menggunakan sarung untuk pakaian sehari-hari. Apalagi bagi mereka yang kerjanya lebih banyak di lapangan. Kan kalau kesrimpet malah bahaya jadinya 🙁

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya