Di saat orang bersiap menyambut gembira malam tahun baru, saudara-saudara kita di Sukabumi kemarin harus dihadapkan pada bencana tanah longsor yang terjadi tepat di hari terakhir tahun 2018. Ini menjadi pertanda bahwa kita memang tidak boleh lengah menghadapi potensi bencana, sekalipun tahun sudah berganti. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) baru merilis bencana apa saja yang diprediksi bakal terjadi di tahun 2019 lo. Pak Sutopo mengatakan bahwa bencana tahun 2019 ini akan didominasi oleh bencana ‘hidrometeorologi’. Nah tanah longsor yang kemarin terjadi di Sukabumi itu termasuk salah satu bencana hidrometeorologi.

Apa itu bencana hidrometeorologi? Yuk simak dulu ulasannya bareng Hipwee News & Feature!

Tahun 2019 dibuka dengan bencana longsor yang terjadi di Sukabumi. Sejauh ini sudah ada belasan korban meninggal

Longsor di Sukabumi via www.tribunnews.com

Advertisement

Bencana tanah longsor baru saja melanda Sukabumi, tepatnya di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Longsor yang terjadi 31 Desember kemarin itu menimpa pemukiman warga di tanah perbukitan Gunung Surandil. Potret mengerikannya bahkan terekam dalam sebuah video amatir milik seorang warga di sana.

Kalau dari keterangan Danrem 061/Suryakancana Bogor, Kolonel Inf M Hasan, seperti dikutip Detik, sejauh ini sudah ada 15 orang yang ditemukan meninggal tertimbun longsor, sedangkan sekitar 20 orang diperkirakan masih belum ditemukan. Proses evakuasi sendiri terbilang sulit dilakukan karena cuaca buruk.

Kemarin, BNPB juga baru mengungkap bencana-bencana yang diprediksi bakal terjadi di tahun 2019 ini. Katanya akan didominasi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor

Pak Sutopo, saat memberi keterangan prediksi bencana 2019 via news.detik.com

Perlu diketahui bahwa ternyata bencana serupa diprediksi akan banyak terjadi di tahun 2019. Prediksi ini diungkap langsung oleh Pak Sutopo, Humas BNPB, dilansir dari Detik. Ada sebanyak 2.500 lebih bencana yang mungkin terjadi di Indonesia setahun ke depan, dan mayoritas –atau sebanyak 95%– adalah bencana hidrometeorologi.

Advertisement

Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang terjadi akibat perubahan kondisi atmosfer seperti suhu, udara, cuaca, angin, dan lain-lain.

Bencana hidrometeorologi yang terjadi tahun 2002-2016 via konservasidas.fkt.ugm.ac.id

Jadi, apa saja sih bencana yang termasuk kategori hidrometeorologi? Seperti yang diungkap Pak Sutopo, bencana-bencana yang dimaksud seperti:

  1. Banjir
  2. Badai
  3. Tanah longsor
  4. Puting beliung, topan, tornado
  5. Kekeringan, atau
  6. Kebakaran hutan

Padahal prediksinya, pada 2019 musim akan berlangsung normal. Kalau kata BNPB bencana-bencana itu bisa terjadi karena faktor kerusakan lingkungan yang makin luas

Terjadi karena kerusakan lingkungan via www.slideshare.net

Prediksi bencana di atas ternyata tidak berbanding lurus dengan prediksi musim di tahun 2019 lo, guys. BNPB menjelaskan kalau musim tahun ini akan berlangsung normal. Intensitas El Nino dan La Nina juga dilaporkan tidak menguat, sehingga musim hujan dan kemarau ya bakal berjalan normal. Tapi ternyata, selain dipengaruhi kondisi atmosfer, bencana-bencana hidrometeorologi itu juga diramalkan terjadi akibat kerusakan lingkungan di Indonesia yang makin meluas lo, seperti lahan kritis, kerusakan hutan, perubahan penggunaan lahan, atau kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS). Duh, berarti karena ulah tangan manusia juga dong ya 🙁

Selain harus lebih peka, kita sebagai orang yang hidup di daerah rawan bencana memang perlu memperkaya diri dengan info-info apapun terkait bencana. Plus, makin sadar diri buat nggak memperparah kerusakan lingkungan

Stop buang sampah sembarangan via pasarsainfo.blogspot.com

Melihat begitu banyak bencana yang melanda negeri ini, sudah sewajarnya kita sebagai orang yang tinggal di daerah rawan bencana untuk memperkaya diri dengan berbagai informasi terkait bencana. Nggak cuma mengenali ciri-cirinya aja, tapi juga belajar bagaimana sih cara bertahan dan berlindung ketika ada bencana tersebut datang. Soalnya ada kan beberapa bencana yang memang sulit buat diprediksi. Misal di daerahmu ada sosialisasi tentang bencana, ya jangan malas buat ikut.

Selain itu, karena kerusakan lingkungan juga turut berpengaruh pada terjadinya bencana, alangkah lebih baik kalau kita nggak makin memperparah kerusakannya, ya minimal di lingkungan tempat tinggal kita lah. Hilangkan kebiasaan-kebiasaan yang mungkin kelihatannya sepele tapi berdampak besar, seperti buang sampah di sungai atau merusak pohon dan tanaman. Yuk, lebih peka bencana dengan sayangi lingkungan kita!

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya