Baru kemarin kita dengar berita tentang seekor paus yang mati di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Paus jenis sperma itu ditemukan dengan kondisi membusuk karena katanya sudah mati berhari-hari. Lebih mirisnya lagi, di dalam perut paus malang itu ditemukan ada banyak sampah tertimbun, termasuk plastik dan sandal jepit!

Belum reda keprihatinan kita melihat seekor biota laut mati mengenaskan, kali ini ada lagi kejadian serupa di New Zealand. Ratusan paus ditemukan mati terdampar di pinggir pantai Pulau Stewart. Jumlahnya benar-benar ratusan lo, bukan cuma satu-dua aja. Penyebabnya sendiri sebenarnya masih misterius belum. Yang jelas kejadian semacam ini di New Zealand atau di tempat mana pun di dunia, termasuk langka sampai meninggalkan rasa penasaran bagi ilmuwan maupun kita orang biasa. Kok bisa ratusan paus terdampar bersamaan gitu? Kali ini Hipwee News & Feature sudah merangkum infonya buat kamu. Simak!

Kejadian satu atau dua ekor paus terdampar di tepi pantai mungkin sudah sering terjadi di berbagai belahan dunia. Nah kalau di New Zealand ini jumlahnya sampai 140 ekor lebih!

Advertisement

Sebuah pemandangan tak biasa terjadi di Pulau Stewart, New Zealand. Ratusan paus jenis pilot ditemukan mati terdampar di sepanjang Pantai Mason Bay. Jumlahnya mencapai 140 ekor lebih. Sebagaimana dilaporkan CNN, kelompok paus itu pertama kali ditemukan oleh pendaki pada Sabtu (24/11) kemarin. Pendaki itu lalu melapor ke otoritas setempat. Kejadian ini kemudian direkam oleh petugas dari atas helikopter, dalam video yang beredar tampak ratusan paus tergeletak di bibir pantai.

Saat terdampar, setengah dari paus-paus itu sudah mati. Setengah lainnya sebenarnya masih sekarat. Tapi karena kondisi yang nggak memungkinkan, sisanya terpaksa harus disuntik mati

Terdampar di lokasi yang terpencil, bikin bantuan sulit untuk cepat datang via www.nytimes.com

Masih dilansir dari CNN, saat ditemukan terdampar, kondisi paus-paus itu cukup mengenaskan. Setengahnya dilaporkan sudah nggak bernyawa. Sedangkan sisanya masih hidup, meski dalam keadaan sekarat. Tapi menurut Manajer Operasi di New Zealand’s Department of Conservation (DOC), Ren Leppens, lokasi pulau yang bisa dibilang terpencil, dengan peralatan dan tenaga manusia yang minim, membuat penyelamatan paus-paus yang selamat itu hampir nggak mungkin dilakukan. Biasanya kalau ada paus terdampar dan masih hidup, bakal diseret kembali ke perairan.

Mungkin bantuan bisa datang kalau mau menunggu, tapi sayangnya kondisi paus yang terus memburuk membuatnya nggak bisa lagi menunggu lebih lama. Akhirnya, DOC terpaksa menyuntik mati sisa paus yang sekarat itu. Harus diakui kalau keputusan ini bukan keputusan yang mudah. Tapi itu jadi satu-satunya cara terbaik daripada harus membiarkan mereka menderita sampai mati.

Sampai saat ini penyebab pasti kelompok besar paus itu mati terdampar belum juga diketahui. Bisa karena sakit, bisa juga karena kehilangan navigasi. Kemungkinannya banyak

Belum diketahui penyebab pastinya via edition.cnn.com

Advertisement

Sulitnya proses identifikasi membuat pihak bersangkutan belum bisa menentukan apa sebenarnya penyebab utama kelompok paus itu terdampar. Secara umum pun sebetulnya sulit buat mengetahui sebab pasti paus atau lumba-lumba atau mamalia laut lain biasa terdampar di pantai. Dugaan sementara sih kalau nggak karena sakit, navigasi eror, cuaca buruk atau pasang surut air laut, ya karena mereka sedang diburu predator. Tapi sekali lagi, semua itu butuh penyelidikan lebih mendalam.

Di tempat terpisah dan dalam waktu hampir bersamaan, ada juga 10 paus pembunuh Pygmy yang mati terdampar di Pulau Utara Selandia Baru

Paus Pygmy via www.stuff.co.nz

Kejadian paus atau ikan lain terdampar sebenarnya bukan hal baru di Selandia Baru. Dalam setahun rata-rata ada 85 insiden paus mati terdampar, seringnya sih melibatkan seekor paus aja, sedangkan kalau berkelompok kayak yang baru terjadi ini bisa dibilang cukup jarang ditemukan. Di waktu yang hampir bersamaan namun beda tempat juga dilaporkan ada 12 ekor paus Pygmy terdampar di Pulau Utara New Zealand, 4 diantaranya mati. Sedangkan badan amal khusus mamalia laut, Project Jonnah, sampai saat ini masih berusaha mengembalikan 8 sisanya ke perairan.

Kasihan ya melihat hewan-hewan laut nggak berdosa ini harus mati dan tergeletak di pinggir pantai begitu saja. Bisa jadi peristiwa semacam ini juga sering banget terjadi di belahan dunia lain yang mungkin pulaunya aja belum terjamah. Kira-kira bisa nggak ya kejadian kayak gini diminimalisir?

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya