Kehidupan percintaan memang tak akan habis kalau diceritakan. Setiap orang tentu saja punya kisah sendiri-sendiri. Mulai dari yang happy ending bak kisah putri raja, sampai yang tragis sekalipun, semua itu ada yang mengalami di kehidupan nyata. Tapi sepertinya kebanyakan yang menjadi viral adalah kisah mereka yang berakhir bahagia ya. Tengoklah cerita bule asal Italia yang menemui pujaan hatinya di Indonesia dan akhirnya mereka menikah dengan bahagia itu. Atau mungkin teman-teman kalian sendiri yang harus susah payah menjalin hubungan jarak jauh sekian tahun sebelum akhirnya menikah.

Tapi lain halnya dengan apa yang telah dialami seorang wanita 24 tahun asal Inggris ini, yang harus berbesar hati menerima kenyataan kalau dirinya tak lebih dari sekedar korban keisengan pria asal Belanda. Padahal wanita yang bernama Sophie Stevenson ini rela terbang sejauh 600 kilometer lebih dan menghabiskan sekitar 350 pondsterling atau sekitar 6 juta rupiah, untuk menemui pujaan hatinya. Berikut Hipwee News & Feature telah merangkum kisah tragisnya buat kamu~

Sophie tak sengaja bertemu Jesse Mateman saat keduanya berlibur ke Barcelona pertengahan Agustus kemarin

Sophie dan Jesse serta beberapa temannya via www.foxnews.com

Advertisement

Kalau kamu ingat kejadian teror di Barcelona Agustus lalu, sesaat setelah kejadian itulah Sophie dan Jesse bertemu pertama kalinya. Menurut pengakuan Sophie, seperti dilansir BBC, mereka menghabiskan liburan bersama selayaknya kekasih, meski baru sekali bertemu. Seusainya liburan, mereka kembali ke negara masing-masing, Sophie ke Inggris, Jesse ke Amsterdam. Lebih lanjut Sophie mengakui kalau hubungan mereka terus berlanjut bahkan ia menyebutnya hubungan jarak jauh atau LDR. Hampir setiap hari mereka saling chat dan telepon. Benar-benar seperti sepasang kekasih dicandu asmara.

Lalu keduanya merencanakan untuk bertemu kembali di Amsterdam. Sophie yang merasa Jesse adalah cinta sejatinya, rela terbang sejauh 600-an kilometer untuk bertemu lelaki itu

Sophie saat diundang acara talkshow via www.bbc.co.uk

Diakui Sophie, Jesse mengatakan kalau dirinya akan mengunjungi Sophie di Manchester pada Desember mendatang. Tapi Jesse menawarkan kalau pertemuan mereka bisa dipercepat seandainya Sophie mendatanginya di Amsterdam. Tanpa pikir panjang ia pun membeli tiket dan terbang ke sana. Sesampainya di Amsterdam bukannya bertemu pujaan hati, Sophie malah tak mendapat kabar apapun dari Jesse. Ia menunggu 2,5 jam lamanya di bandara dengan perasaan was-was. Tak kunjung dapat kabar, Sophie memutuskan untuk langsung menuju hotelnya. Beberapa jam setelahnya ia malah mendapat kabar dari Jesse kalau ia tak lebih dari seorang korban prank atau keisengan ‘Pull a Pig‘.

Tentang ‘Pull a Pig‘, prank yang membuat cewek-cewek berpenampilan kurang menarik jadi korban

Chat Jesse kepada Sophie via www.thesun.co.uk

Begini alur permainan prank ‘Pull a Pig’ yang membuat Sophie jadi korban. Mulanya sekelompok lelaki saling berlomba mendapatkan wanita yang penampilannya dinilai kurang menarik untuk diajak kencan. Biasanya yang jadi target adalah wanita-wanita bertubuh ekstra dan berpenampilan buruk. Nah, nantinya pemenang akan ditentukan dari siapa wanita terjelek yang berhasil diajak kencan. Jahat ya?! Siapa sih yang senang dijadikan ‘taruhan’ begitu?

Beredar luasnya kabar keburukan Jesse membuatnya memberikan klarifikasi lewat pengacaranya

Klarifikasi tertulis dari pengacara Jesse via www.thesun.co.uk

Advertisement

Yehudi Moszkowicz, pengacara Jesse mengunggah pernyataan tertulis soal kasus ini. Dirinya berusaha menjelaskan klarifikasi dari sang klien. Jesse sendiri tidak mengakui kebenaran dirinya menjadikan Sophie sebagai objek bercandaan. Menurutnya ini hanya akal-akalan Sophie supaya bisa mendapat atensi publik. Jesse juga merasa terusik dengan citra buruk dirinya yang terlanjur tersebar di media sosial, apalagi keluarganya juga sampai kena imbasnya.

Berdasarkan keterangan Jesse, mereka memang benar bertemu di Barcelona dan sempat menghabiskan malam bersama. Tapi cukup sampai disitu. Mereka tak lagi saling kontak selepas berlibur. Untuk tangkap layar yang viral di media sosial, Jesse mengaku itu bukan darinya.

Terlepas dari bagaimana kebenaran kisah ini, prank ‘Pull a Pig’ sama sekali tak bisa dibenarkan. Ya, dipikir wanita itu cuma barang yang seenaknya dipermainkan dan dijadikan objek lelucon? Apalagi targetnya adalah mereka yang kurang berpenampilan menarik. Selain menyinggung, permainan bodoh ini juga bisa berdampak ke kondisi psikologis para targetnya lho. Mereka juga bisa semakin nggak pede atau bahkan depresi! Duh, jangan coba-coba deh ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya