Sudah jadi rahasia umum kalau pemerintah Cina sering melarang atau menyensor banyak hal. Dari platform media sosial Facebook sampai kartun terkenal seperti Winnie the Pooh, dilarang lalu tidak dapat dibuka maupun ditonton di Negeri Tirai Bambu tersebut. Alasannya pun terkadang tidak masuk akal bagi kita yang tidak tinggal di sana. Nah kini ada satu lagi sensor di Cina yang ramai dibicarakan di seluruh dunia.

Sejak awal Januari 2019, orang-orang mengamati banyak aktor cowok di Cina terkena sensor khusus jika tertangkap kamera memakai anting-anting. Anting-antingnya akan dikaburkan atau di-blur. Padahal realitanya, tampilan dengan anting-anting sebenarnya cukup populer di kalangan artis-artis pria. Terus kenapa ya dianggap tidak pantas dan berbahaya oleh pemerintah Cina, sampai harus disensor segala? Yuk kulik bareng Hipwee News & Feature!

Program sensor di Cina terkenal paling ketat dan canggih di dunia. Sasarannya kali ini, cowok-cowok yang  memakai anting-anting

Padahal anting-anting sering jadi aksesoris andalan artis-artis cowok via www.dailymail.co.uk

Advertisement

Berbagai sensor atau larangan di TV, media sosial, maupun di tempat lain, bukanlah hal baru bagai warga Cina. Namun sensor teranyar di atas, kabarnya membuat banyak orang Cina sekalipun kebingungan dan tidak habis pikir kenapa cowok beranting-anting sampai harus disensor. Penyensoran terlihat di beberapa reality show sampai acara streaming online di Cina.

Hingga saat ini, seperti dilaporkan CNN, sebenarnya masih belum jelas dari mana larangan atau sensor ini berasal. Apakah pembuat kebijakan di Cina secara langsung mengeluarkan aturan khusus tentang hal ini, atau apakah stasiun-stasiun tv memang menganggap penampilan cowok beranting-anting itu tidak layak tayang dan harus disensor.

Larangan ini tampaknya berkaitan dengan kontroversi ‘celana banci’ yang ramai di Cina tahun lalu. Xinhua, media nasional Cina, menyebut maskulinitas ‘lembek’ berbahaya bagi generasi muda Cina

‘Sissy pants’ atau celana banci — menggambarkan cowok yang memakai make-up atau celana ketat via www.abc.net.au

Sensor yang muncul di permulaan tahun 2019 ini, mungkin merupakan kelanjutan dari kontroversi ‘sissy pants’ atau celana banci yang ramai di Cina tahun lalu. Media nasional yang dikuasai pemerintah Xinhua pada tahun 2018 kemarin, menuliskan sebuah editorial berisi kritikan keras terhadap popularitas tren yang mereka sebut sebagai ‘sissy pants’ — tren cowok ‘feminin’ yang suka memakai make-up, bergaya androgini, dan berbadan langsing. Tren ini, masih menurut Xinhua yang jelas-jelas merepresentasikan posisi pemerintah, berpotensi merusak generasi muda dan melukai citra nasional Cina.

Advertisement

Meskipun belum ada keterangan resmi dari pemerintah maupun stasiun tv, sensor terhadap cowok beranting-anting ini sejalan dengan kontroversi ‘sissy pants’ yang terjadi sebelumnya. Pemerintah Cina tampaknya menghendaki semua cowok di Cina jauh-jauh dari fitur feminin, bahkan termasuk memakai anting-anting sekalipun…

Ada juga ahli yang berteori bahwa larangan ini berakar dari keinginan pemerintah Cina menjauhkan kultur pop Cina (sejauh mungkin) dari kultur Barat.  Nah cowok beranting-anting mungkin dianggap kultur Barat kali ya…

Apakah anting-anting membuat cowok terlihat ke-Barat-baratan? via www.abc.net.au

Teori lain lebih menitikberatkan relasi Cina dengan Barat. Grace Leung, seorang profesor yang mengajar regulasi media dan isu kebijakan dari Chinese University of Hong Kong’s School of Journalism and Communications, menjelaskan bahwa larangan cowok beranting-anting itu mungkin upaya pemerintah untuk ‘membersihkan’ kultur pop Cina dari ‘unsur-unsur’ Barat seperti dilansir dari CNN. Seperti bagaimana tahun lalu, lembaga nasional yang mengatur media di Cina juga melarang aktor yang memiliki tato, budaya hip-hop, dan budaya-budaya ‘imoral’ lainnya.

Makin ke sini, makin banyak ya larangannya…

Meskipun tidak ada protes besar-besaran, opini masyarakat terhadap larangan atau batasan media ini tampaknya terbagi. Generasi tua mungkin banyak yang setuju, tetapi generasi muda sendiri tampaknya ingin ruang ekspresi yang lebih luas

Jika situasi ‘cowok beranting-anting’ ini dibalik, apakah nantinya juga akan ada sensor terhadap perempuan yang terlalu maskulin. Masih dikutip dari CNN, itulah salah satu kekhawatiran warga seperti blogger Chen Sanyi yang menanyakan akankah perempuan yang berambut terlalu pendek selayaknya laki-laki juga akan kena sensor seluruh kepalanya? Kalau batasannya ada kesesuaian gender, tampaknya akan sulit sekali menarik batasan mana yang pantas dan mana yang tidak karena tiap orang punya standarnya masing-masing.

Maka dari itu, banyak generasi tua yang setuju dengan larangan ini dan ingin semua laki-laki di Cina jadi lelaki macho dan tidak feminin. Sedangkan banyak generasi khawatir larangan ini akan semakin membatas ruang ekspresinya, yang sebenarnya sudah lebih terbatas jika dibandingkan dengan orang dari negara lain.

Nah menurut kamu, cocok nggak aturan kayak gini dilakukan di Indonesia?

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya