Ruang kelas yang seharusnya jadi tempat menimba ilmu, kali ini jadi saksi terjadinya kekerasan yang bikin siapapun mungkin gagal paham. Di Sukabumi, seorang siswa dilaporkan tega membacok temannya sendiri di dalam kelas. Di lingkungan sekolah dan di dalam kelas lo. Kok bisa ya, siswa itu tidak takut ketahuan guru atau dilaporkan teman-temannya karena membacok anak orang? Apa pula motivasi si pelaku membawa senjata ke sekolah dan tega menikam temannya sendiri?

Buat kamu yang gemas sama kelakukan siswa ini, simak deh ulasan lengkapnya bareng Hipwee News & Feature. Mungkin bisa jadi pelajaran bersama, terlebih bagi kamu yang punya adik atau saudara yang masih pelajar, biar kelakuan semacam ini tidak ditiru.

Kejadian ini terjadi di SMK Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi. Salah satu siswanya jadi korban pembacokan yang dilakukan temannya sendiri

Bangunan sekolah SMK Palabuhanratu via smkn1palabuhanratu.sch.id

Advertisement

SMK Palabuhanratu yang terletak di Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi sedang menjadi sorotan publik setelah ada kejadian miris yang bikin mengelus dada. Seorang siswa inisial SJY usia 17 tahun, dibacok temannya sendiri, FZ, di dalam ruang kelas. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.15 WIB, yang notabene masih masuk jam sekolah.

Seperti dikutip dari Sukabumi Update, berdasarkan keterangan Kapolsek Palabuhanratu, Kompol M. Saidina, kejadian bermula saat pelaku mendatangi SJY di kelas. Saat keduanya bertemu, korban menanyakan perihal baju ke FZ, yang ternyata menyulut emosi FZ. Setelahnya FZ malah langsung mengeluarkan golok pendek dari balik bajunya dan tanpa babibu langsung membacok korban!

Korban sempat menahan aksi brutal pelaku itu. Teman-temannya pun sempat melerai, tapi karena pelaku membabi buta, korban tetap mendapat luka serius

Kondisi korban saat berada di RS via sukabumiupdate.com

Menurut keterangan saksi, korban sempat menahan aksi pelaku yang berusaha membacoknya. Teman-teman keduanya yang berada di dalam kelas juga sempat melerai. Tapi karena FZ terlanjur membabi buta, aksinya sulit dihentikan. SJY pun mengalami beberapa luka di tubuhnya akibat bacokan pelaku. Setelah melancarkan aksi brutal itu, kabarnya pelaku sempat melarikan diri. Tapi untungnya, polisi kini sudah berhasil mengamankannya.

Untungnya, korban tidak sampai mengalami luka dalam. Tapi walaupun begitu, pelajar malang itu harus menerima total 50 jahitan karena sobekan-sobekan di tubuhnya. Kasihan banget

Korban mengalami luka-luka di beberapa bagian via sukabumiupdate.com

Advertisement

Korban dilaporkan mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya, seperti paha kanan, tangan kanan, telapak tangan, pergelangan tangan, dan kelingking kiri. Menurut dokter yang menangani di IGD RSUD Palabuhanratu, dikutip dari Sukabumi Update, luka robek yang dialami korban ini rata-rata sedalam 5 cm. Untungnya, tidak ada luka serius yang sampai membutuhkan operasi atau perawatan intensif. Tapi ya tetap saja, SJY harus menerima total 50 jahitan karena robekan-robekan di tubuhnya. Belum lagi trauma mendalam yang bisa muncul akibat peristiwa ini.

Kekerasan antar sesama pelajar mungkin sudah bukan hal baru lagi di dunia pendidikan –tapi ya bukan berarti kita bisa menganggapnya hal biasa lo ya! Tapi rasanya miris banget ketika tahu kalau peristiwa di atas terjadi di ruang kelas sebuah sekolah, tempat dimana seharusnya mereka sibuk menimba ilmu, dan guru serta staf sekolah juga bisa memantau aktivitas anak didiknya selama masih di lingkungan sekolah. Lingkungan yang mungkin selama ini kita anggap aman, ternyata juga bisa jadi sasaran keberingasan peserta didik. Duh, semoga aja kasus semacam ini tidak terulang lagi ya!

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya