Cowok-Cowok yang Anggap Pelecehan Seksual Bisa Jadi Bahan Bercanda, Layak Diasingkan di Antartika

Siswi SMA dilecehkan ramai-ramai

Hari Perempuan Internasional baru saja dirayakan di seluruh dunia. Para perempuan turun ke jalan untuk menyampaikan berbagai aspirasinya. Nggak muluk-muluk, mereka hanya menuntut kesetaraan, tidak lagi disepelekan, dan bebas dari berbagai bentuk pelecehan seksual.

Advertisement

Tapi belum genap seminggu perayaannya, sudah ada peristiwa pelecehan yang begitu menyayat hati. Korbannya adalah siswi berseragam SMA. Dari video yang beredar, tampak beberapa orang –laki-laki dan ada perempuan juga, memegang tangan dan kaki korban yang berbaring di lantai, sedangkan yang lain tampak menggerayangi bagian payudaranya. Kejadian itu direkam lewat ponsel. Seluruh pelaku melakukan hal bejat itu sambil tertawa-tawa, nggak merasa ada yang salah sama sekali!

Peristiwa itu terjadi di sebuah SMK di daerah Sulawesi Utara. Kasus ini masih di tahap pemeriksaan pihak berwajib, Komnas Perempuan juga sampai turun tangan

Kasus yang bikin potek hati semua orang. Wanita kayak nggak ada harganya! via www.dream.co.id

Sesaat setelah video itu viral, polisi langsung bertindak menelusuri kebenarannya. Setelah diselidiki ternyata lokasi kejadian ada di SMK di Kabupaten Bolaang, Sulawesi Utara. Para pelaku sudah dimintai keterangan. Nggak hanya polisi yang bertindak menelusuri kasus ini, Komnas Perempuan selaku lembaga yang melindungi perempuan juga sedang berusaha menelusurinya. Mereka cukup geram dengan kejadian yang menimpa siswi SMA itu dan akan berusaha membantu korban memulihkan rasa traumanya. Kita aja yang nonton ikut geram, ya nggak? 🙁

Dari pengakuan 5 siswa yang jadi pelaku pelecehan di atas, katanya itu semua cuma bercanda! Mau bercanda, mau nggak, pelecehan seksual tetap salah. Kondisi kejiwaan korban yang jadi taruhannya!

Para pelaku saat diperiksa polisi via bangka.tribunnews.com

Kayak yang mungkin udah kita sangka sebelumnya, pasti pelaku bakal berdalih kalau itu cuma bercanda. Please ya tolong, pelecehan seksual sama sekali nggak bisa dijadikan bahan bercandaan! Enak banget dong kalau “cuma bercanda” ini bisa jadi alasan untuk membenarkan pelecehan seksual. Bisa-bisa dijadikan senjata oknum pelaku buat melecehkan perempuan. Nanti kalau ditanya kenapa melecehkan, mereka bakal jawab “kan cuma bercanda”~

Advertisement

Masalahnya mau bercanda atau nggak, tetap aja perilaku itu bakal memengaruhi kondisi mental korban. Dari luar mungkin kelihatan biasa aja, atau bahkan ikut ketawa-ketawa. Tapi dalam hati pasti dia malu, marah, sedih, dan tentunya trauma! Duh, gemes banget sama cowok-cowok yang masih menganggap pelecehan itu bisa jadi mainan!

Semua itu penyebabnya cuma satu: edukasi soal pelecehan seksual yang masih minim, plus jiwa-jiwa patriarki yang masih mengakar kuat

Menganggap wanita itu nggak berharga via manaberita.com

Memang sih, semakin ke sini, semakin banyak orang yang aware sama pelecehan seksual dan tahu mana yang termasuk pelecehan dan mana yang bukan. Tapi yang masih belum paham juga banyak banget, terutama mungkin di daerah-daerah yang jauh dari perkotaan. Mereka menganggap pelecehan seksual itu biasa aja, atau yang terparah, lelaki berhak melakukannya. Lagi dan lagi, mereka masih dipenuhi jiwa-jiwa patriarki. Dan mirisnya, korban yang berontak bakal dianggap berlebihan.

Advertisement

Kasus di atas membawa kesimpulan bahwa perjalanan kita memberantas pelecehan seksual memang masih sangat panjang. Harus diakui, mengubah pandangan manusia itu nggak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi semua itu bisa diraih dengan memberikan edukasi, pandangan, insight secara terus-menerus. Perlu ada campur tangan orangtua saat mendidik anaknya sedari kecil, misalnya dengan memberi pemahaman bahwa ada bagian-bagian tubuh tertentu yang nggak boleh disentuh orang lain tanpa seizin mereka, atau menjelaskan kalau laki-laki itu harus menghormati wanita, dan lain sebagainya.

Selain itu, sesama wanita seharusnya harus saling menjaga. Bukannya mendukung dilanggengkannya tindakan-tindakan pelecehan seksual, kayak yang ada di video viral di atas, bukannya menolong temannya, teman-teman cewek korban malah ikut-ikutan memegang tangan dan kaki serta meremas-remas payudara korban. Kan miris dilecehkan sama temen cewek sendiri! Padahal kalau dia sendiri yang ada di posisi si korban, pasti nggak mau kan??

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE