Di antara teman-temannya, Tinder jadi aplikasi yang citranya paling buruk. Aplikasi pencarian jodoh ini sering dianggap sebagai aplikasi mesum. Stigma ini nggak terlepas dari beberapa kasus penggunanya yang ditinggal setelah ena-ena dengan jodoh yang dikenalnya lewat Tinder.

Perasaan sakit hati ini membuat Tinder kini lebih sering disebut sebagai sarang PK (penjahat kelamin) daripada biro jodoh. Tapi rasanya agak kurang bijak kalau menyalahkan sebuah aplikasi deh. Ini 5 alasan kenapa mengambinghitamkan Tinder atas skandal ena-ena di dalamnya itu salah.

1. Menyalahkan Tinder atas skandal ena-ena itu salah alamat. Tinder cuma aplikasi yang chatting-an bukan adminnya

Kakek Sugiyono bukan admin Tinder via mashable.com

Advertisement

Menyalahkan Tinder itu jelas salah alamat. Layaknya biro jodoh, Tinder hanya sebagai wadah bertemunya orang-orang yang butuh kasih sayang. Kalau ternyata bertemu orang yang berengsek, ya, jangan salahkan wadahnya. Kesalahan terletak dari orang yang kamu pilih. Atau bisa jadi juga kamunya sendiri yang gampang terperdaya.

2. Tahu di Tinder banyak orang berengsek, tapi masih suka terperdaya. Hadeeh, ironi apalagi ini??

Tinggal uninstall aja. via www.auto1203.xyz

Stigma Tinder sudah merebak sejak lama. Anehnya meski sudah terkenal banyak otak mesum di dalamnya tapi kok masih aja ada yang terperdaya. Kalau nggak mau jadi korban ya tinggal uninstall saja, gitu aja kok repot? Atau kalau memang masih butuh buat cari pacar, bentengmu yang mesti dipertebal. Jangan mudah percaya omongan manis orang di dalamnya. Jangan terlalu polos kayak Dora the Explorer!

3. Jangan gampang tergiur sama berewok atau rambut gondrong. Lihat orang tetep harus dari sifatnya

Advertisement

Keresahan massal soal Tinder kembali hangat setelah utas  mengungkapan sebuah skandal. Kepada khalayak dia membeberkan bahwa mantannya seorang fvckboy yang telah meniduri 31 cewek yang ditemuinya dari aplikasi Tinder.

Bejat memang. Tapi percuma saja kalau menghujat tanpa mengambil pelajaran dari sana. Fvckboy atau softboy seperti dia pasti banyak di dunia maya. Justru kamu yang mesti membangun benteng dari segala godaan yang bikin lemah. Cowok berewokan berambut gondrong bak Jason Momoa, misalnya. Atau cowok dengan rayuan maut seperti Dilan. Keduanya mesti kamu abaikan jika dia mengajakmu ke hotel padahal belum lama kenal.

4.  Yang bejat bukan aplikasinya, bukan pula cowok. Bejat nggak kenal gender, Guys~

Bejat nggak kenal gender! via www.inovasee.com

Salah jika kamu menyalahkan Tinder atau cowok atas kasus di atas. Kalau memang kasus di atas itu fakta, silakan memaki pelakunya. Tapi jangan menyalahkan Tinder apalagi menyerang cowok secara umum. Aksi kedua jelas seksis. Bejat itu sifat. Nggak masuk akal jika dikaitkan dengan gender tertentu. Cowok bejat ada, pun halnya juga cewek.

5. Kalau mau ketemu jodoh, paling aman ya cari dari real life. Daripada nggak dipakai, mending akun Tinder-mu buat promosi bisnis

Jadiin akun bisnis. via twitter.com

Tinder sudah banyak memakan korban. Silakan buat yang masih percaya bisa bertemu jodoh di sana selama kamu bisa jaga diri dan nggak menyalahkan Tinder saat berurusan dengan fvckboy. Tapi kalau Hipwee Hiburan boleh usul, carilah di dunia nyata. Supaya kamu bisa jelas menilai orang dari sifatnya, bukan dari tampilan. Terus bagaimana dengan akun Tinder? Mending pakai buat promosi bisnismu!

Terakhir, yang penting diingat. Kalau ada yang ajak kamu check in padahal baru kenal, nggak mungkin dia cuma mau review hotel.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya