8 Alasan Kenapa Kamu Perlu Mencoba Ikut Clubbing, Setidaknya Sekali Agar Hidup Jadi Lebih Baik

Pergaulan anak muda memang nggak terlepas dari pengaruh negara barat, salah satunya clubbing. Hiburan satu ini seringkali dianggap negatif karena identik dengan mabuk-mabukan, seks bebas, dan narkotika. Kamu pun tanpa disadari setuju dengan stereotip buruk tentang clubbing. Setiap ada yang mengajak, kamu menolaknya karena tak ingin bersentuhan dengan kehidupan malam. Nggak salah juga sih, tapi sebenarnya ada banyak manfaat yang bisa kamu ambil kalau mencoba lho, karena ini tentang bagaimana kamu memahami dunia secara lebih baik.

Advertisement

Kalau dirimu penasaran kayak gimana clubbing, Hipwee berikan gambaran 8 alasan kenapa kamu sebaiknya pernah mencoba setidaknya sekali saja pergi ke club malam. Silahkan disimak dengan santai ya!

1. Ini harus dipahami nih. Lingkungan di klub mungkin memang mengarahkan ke aktivitas-aktivitas negatif. Tapi kamu punya pilihan untuk memilih “iya” atau “nggak”

mau mabuk ya harus bayar

mau mabuk ya harus bayar

Mau mabuk harus bayar, mau seks bebas juga mesti pedekate ke sana- sini. Artinya, jangan dipikir kalau kita masuk club malam berarti akan langsung otomatis melakukan hal-hal negatif. Lingkungan clubbing memang cenderung memfasilitasi aktivitas-aktivitas itu, tapi kamu sendiri selalu punya otoritas atau kesempatan untuk menghindarinya. Nggak akan ada yang kemudian memaksa kamu harus minum miras atau seks bebas di sana. Jadi sebenarnya semua tergantung niatnya saja.

Advertisement

2. Kamu bisa ngobrol segala hal sama orang di klub. Tanpa harus malu-malu dan nggak ada yang nge-judge

bisa cerita apa saja

bisa cerita apa saja via donjonmovie.tumblr.com

“Orang dugem tuh nggak ngurusin kehidupan pribadi orang lain. Jadi ya mereka bodo amat.” – Dini, 24 tahun

Orang-orang yang clubbing biasanya nggak pernah mengurusi kehidupan sekitarnya. Mau kamu lagi galau, berprestasi, orang nggak mampu, atau kaya raya sekalipun, mereka nggak memedulikannya. Oleh karena itu, kamu yang lagi suntuk butuh teman mengobrol bisa lho bercerita ke orang-orang di klub.

Kamu nggak perlu malu-malu menceritakan berbagai hal yang selama ini dipendam dari orang lain karena khawatir sama komentarnya. Dengan cerita ke orang-orang di klub, kamu bisa bebas bilang dari A-Z tanpa takut di-judge macam-macam. Karena mereka hanya akan mendengarkan ceritamu saja. Lagipula cuma sekali itu juga kamu bertemu mereka.

Advertisement

3. Kalau pasanganmu nggak cemburuan, bisa lho cek kadar cemburunya dengan pergi ke klub. Cek reaksinya kayak gimana ~

cek dia cemburu nggak

cek dia cemburu nggak via donjonmovie.tumblr.com

Kamu yang punya pasangan tapi susah banget bikin dia marah karena cemburu, bisa lho cek kadar sensitifnya dengan clubbing. Nah nanti kamu bisa lihat kayak gimana reaksinya. Misalnya kamu baru bilang sayang aku nanti mau dugem sama teman-teman terus dia udah naik pitam, berarti kamu berhasil bikin dia cemburu. Tapi kalau kamu dugem dan dia biasa saja, bahkan nggak menemani itu tandanya kadar sensitif dia kritis. Kamu harus berjuang lagi buat meningkatkan kadar sensitifnya biar cemburu. Semangat ya!

4. Setia kawan bisa dibuktikan saat ada teman yang hangover. Kamu bisa lihat nih mana yang setia kawan mana yang bukan ;p

kamu bisa tahu mana yang setia kawan, mana yang bukan

kamu bisa tahu mana yang setia kawan, mana yang bukan via www.careergirldaily.com

Biasanya orang pergi clubbing bersama teman-teman nih. Kalau ada yang mabuk sampai hangover, kamu bisa lihat berbagai tipe teman yakni mana yang setia kawan dan mana yang bukan. Kalau yang setia kawan ya bakal nemenin atau urusin temannya yang hangover. Tapi kalau nggak ya dia bakal ninggalin gitu saja temannya biar diurus petugas klub. :p

5. Nggak ada yang ngetawain kalau kamu joget-joget aneh. Ini cocok buat kamu yang sedang butuh ekspresi melepaskan penat atau rasa galau yang terpendam. Joget doang kan nggak masalah

suka-suka kamu mau joget gaya apapun

suka-suka kamu mau joget gaya apapun via www.dailymail.co.uk

Kadang, kamu bisa saja masih malu untuk menunjukkan kemampuan menarimu dihadapan teman-teman. Hal ini karena bisa saja mereka menertawaimu karena tarian kamu dianggap aneh. Tapi kalau di klub malah sebaliknya, yang kamu tarikan diikuti sama orang-orang di klub lho.

6. Banyak realita sosial menarik yang bisa kamu temukan di sana. Tentang cara berpakaian, interaksi, perilaku, dan hiburan yang tak kamu temukan di tempat lain

hiburan yang berbeda

hiburan yang berbeda via lorenzotnc.com

Pergi ke klub bikin kamu jadi tahu bahwa sebenarnya kehidupan masyarakat itu sangat beragam. Kamu jadi mengenal lapisan sosial tertentu yang mungkin tak kamu temukan di lingkungan pergaulanmu. Bagaimana satu sama lain berinteraksi, topik apa yang biasa jadi obrolan, atau kenapa mereka mengeluarkan duit segitu banyak hanya untuk mendengarkan musik, nongkrong, atau minum minuman keras misalnya, Diakui atau tidak, ini akan membantumu memahami hidup ini dengan lebih baik.

7. Selama ini orang tua melarang anak clubbing berdasarkan stigma negatif dari media massa. Kalau kamu secara langsung udah pernah mencobanya, kamu bakal punya senjata lebih kuat untuk melarang anakmu kelak

kamu bisa punya argumen yang valid buat melarang anak nanti

kamu bisa punya argumen yang valid buat melarang anak nanti via www.jakarta100bars.com

Kebanyakan orangtua melarang anaknya pergi ke klub. Biasanya para orangtua ini mengeluarkan alasan-alasan klise seperti ada banyak orang jahat, pemabuk, bahaya seks bebas, dan lain-lain. Masalahnya, si anak kebanyakan lalu akan menganggap si orangtua ini hanya korban kekolotan ciptaan stigma media massa yang sebenarnya tidak tahu apa-apa. Nah, semetara kalau pernah secara langsung melihat realita sesungguhnya tentang clubbing seperti apa, kamu akan punya posisi lebih baik kelak untuk melarang anakmu punya pergaulan di sana. Kamu pun punya jawaban-jawaban tepat saat menjawab pertanyaan anakmu nanti. Karena sesungguhnya memang ada banyak alasan lain yang lebih pas untuk melarang seseorang clubbing dibanding cuma sekadar apa yang biasa dikatakan oleh orangtua yang tidak pernah benar-benar pergi ke sana.

8. Yah pada akhirnya kamu nggak bakal penasaran lagi. Kamu boleh jadi akan sadar kalau clubbing tuh ternyata cuma begitu doang kok

yaelah gitu doang

yaelah gitu doang via www.dailymotion.com

“Banyak juga orang yang justru setelah ke club malah menemukan banyak alasan lebih tepat untuk nggak mau ke sana lagi. ” – Soni, 24 tahun

Salah besar juga jika berasumsi bahwa orang yang sekali ikut clubbing maka bakal kecanduan. Pada kenyataannya, justru tak sedikit yang jadi mantap nggak ingin clubbing lagi setelah mencoba melakukannya. Mereka hanya sekadar penasaran, dan akhirnya justru tersadarkan langsung dari mata kepala mereka sendiri bahwa dunia clubbing memang tidak bisa mereka nikmati. Kelar deh.

Selama ini clubbing identik dengan hal-hal negatif. Bisa jadi benar atau salah, tapi yang pasti dan absolut ialah diri kamu sendiri sebenarnya yang menentukan apakah clubbing akan membawa keburukan atau pembelajaran. Percayalah, buktikan sendiri kalau nggak percaya.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

102 Comments

  1. Vibri Arma berkata:

    Clubbing matematika, Clubbing astronomi, clubbing kimia, Clubbing biologi dibimbing oleh para guru lalu ikut olimpiade inter-/nasional dan medali, hebat !

  2. Decki Herdiawan berkata:

    Kalo ane misalkan pengen ke clubbing, tapi ane ngga minum2an beralkohol gitu, apa di tempat clubbing jual minuman non-alcohol juga?
    Trus.. reaksi orang2 sekitar yang lagi pada dugem pas tau ane bukan “peminum” tapi maen ke tempat clubbing, memang ga masalah sih, diatas juga tertulis orang2 bakal bersikap “bodo amat”, tapi apakah akan ada juga orang disana yang ngeremehin cuma karna ane bukan “peminum” n nyindir pake bahasa tertentu kaya misalkan “noob”, “anak polos”, atau bahkan mungkin sampe ngomong 1 kalimat “anak polos ngapain maen kesini, pulang sana!” :v
    Sebenernya nih pertanyaan ga terlalu penting juga sih, lagian ane juga udah punya perkiraan jawaban sendiri (walaupun masih harus dibuktiin) + bayangan kalo ada yang ngejawab kira2 bakal gimana jawabannya. Cuma ya ane penasaran aja pengen tau 😀

  3. Renie Fachraeni berkata:

    semuanya tergantung pribadi sendiri … mau terjerumus ke hal negatif atau ambil yg positifx …

  4. mba saya emg gak sejago mba bisa bikin tulisan tapi seenggaknya jgn bikin tulisan yg gak berbobot dong mb

  5. Izzati Dhea berkata:

    Jadi kesimpulannya apa mba???
    Setelah selesai baca, diharapkan semua temen2 pergi clubing malam ini??? Ajojing ajojing aduhay deh otak embak ini

  6. Diana Putrii berkata:

    Kalau sekali masuk pasti bakal mau lagi dan bakal merusak kehidupan nih

  7. Febby Arifin berkata:

    poin ke-8 yes
    balik lagi ke individu masing masing
    mau dilarang segimana juga tetep bakal jelek kalau dasar orangnya jelek sifat dan kebiasaannya (ga harus konteks clubing)

  8. Duh malu dong sama foto profil sendiri mbak, tulisannya ngajak orang buat mabuk2an ckckc

  9. Bang Ubay berkata:

    lucu ngeliat komennya, langsung judge artikel ini ga bener dan ga berbobot. Padahal di sini penulis itu pengen ngasih info kenapa kalian itu perlu ke clubbing supaya ga cuma denger stigma dari media aja, tapi secara real kalian rasain sekali dalam seumur hidup, apakah bakal kapok atau malah nagih (?). Gue pernah ngerasain kehidupan malem sekali dan ga akan pernah gue sentuh lagi. Alesannya banyak, salah satunya lo perlu ngeluarin duit puluhan bahkan ratusan ribu buat minuman yang cuma se-sloki!

  10. Rohman Muhammad berkata:

    indonesia mah gitu kalau ngejudge sesukanya padahal gatau aslinya kek gmn hahain aja

CLOSE