Kejujuran di zaman sekarang menjadi sesuatu yang sangat berharga. Semakin hari semakin susah kejujuran dibentuk dan dipertahankan. Ada saja yang menghalangi atau banyak alasan yang membuat seseorang akhirnya memilih untuk nggak jujur. Dan yang lebih mengecewakan adalah ketidakjujuran dicontohkan oleh pejabat atau wakil rakyat sendiri.

Di tengah hiruk pikuk berita negatif, entah itu berhubungan dengan politik, agama, dan lain sebagainya, sebuah cerita hadir bagaikan oase di tengah gurun pasir. Cerita ini dibagikan oleh akun Instagram @infocegatan_jogja. Kisah ini bercerita tentang kejujuran seorang bocah dan pertanggungjawabannya atas apa yang terjadi.

Sebuah potret surat yang ditulis oleh bocah SD ini menarik perhatian warganet karena kepolosan dan kejujurannya

secarik kertas bocah SD via www.instagram.com

Advertisement

Sebuah surat yang terlihat jelas ditulis oleh seorang bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) ini menjadi perhatian warganet baru-baru ini. Pasalnya, surat tersebut ditujukan pada seorang pemilik mobil. Ternyata secara nggak sengaja, sang bocah yang bernama Zhafran ini terjatuh dari sepedanya dan menggores mobil seseorang yang tengah parkir. Dari penuturan bundanya, Zhafran menangis minta maaf kepadanya. Setelah ditanya, ia mengaku kalau nggak sengaja menggores mobil seseorang. Atas saran sang ibu, jadilah surat tersebut ditulis oleh Zhafran sebagai bentuk pertanggungjawabannya.

Maaf ya pak
Mobil bapak tergores saat saya jatuh dari sepedah. Ini no hp bunda saya: 081383******
Zhafran

Surat tersebut diselipkannya di kaca mobil karena sang pemilik nggak diketahui keberadaannya

nggak sengaja tergores via www.instagram.com

Awalnya Zhafran pengen meminta maaf secara langsung dan bertanggung jawab atas kejadian yang menimpanya itu. Namun setelah beberapa kali bolak-balik, Zhafran nggak kunjung bertemu dengan pemilik mobil. Akhirnya memo atau surat yang ditulisnya sendiri itu diselipkan di kaca mobil. Dari foto yang juga diunggah oleh @infocegatan_jojga tersebut memang terlihat ada goresan yang cukup jelas dan agak panjang di bagian depan mobil. Dari penuturan orang tua Zhafran, mobil tersebut masih baru. Tapi sayang, posisi parkirnya sedikit mepet dan berada di tepi jalan. Orang tua Zhafran pun berharap jika sang pemilik mengikhlaskan atau biaya perbaikannya nggak terlalu mahal.

Tentu saja surat yang ditulis ini sangat menyentuh hati kita. Jarang-jarang ada cerita seperti ini viral dan tersebar di media sosial

parkir di tepi jalan via www.instagram.com

Advertisement

Nggak butuh waktu lama untuk cerita ini viral. Sangat sederhana, tapi sungguh menyentuh jiwa. Tulisan bocah yang masih belum rapi itu mengingatkan kita akan kejujuran dan tanggung jawab yang semakin hari semakin kabur saja. Cerita-cerita seperti inilah yang kita butuhkan untuk disebarkan atau diviralkan di media sosial. Bukan tentang hoaks yang menggiring pada perpecahan dan ujaran kebencian pada satu oknum.

Salut dengan pengajaran orang tua Zhafran. Sang anak diajarkan untuk bertanggung jawab sedari dia kecil. Itulah mengapa pengajaran dari keluarga sangat penting, karena keluargalah lingkaran paling dekat dengan sang anak. Semoga banyak Zhafran-Zhafran lain ya, nggak cuma berlaku bagi anak-anak, tapi juga kita yang sudah dewasa ini. Yang lebih memilih untuk kabur dari tanggung jawab daripada mengakui kesalahan apakah itu disengaja atau nggak.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya