Sebagai seorang manusia sudah seharusnya kita bersiap akan segala kemungkinan yang ada dalam hidup kita. Mengingat kita nggak bisa memprediksi masa depan secara pasti. Nggak cuma melulu memikirkan happy endingtapi akan lebih baik jika kita juga menyiapkan diri ketika justru ditimpa sesuatu yang nggak sesuai harapan. Seperti halnya saat menjalin hubungan dengan lawan jenis, berbagai risiko pun bisa saja terjadi. Secinta-cintanya kita dengan pasangan dan sebaliknya, sekeras-kerasnya kita berjuang, tetap saja kita nggak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di depan. Tentu dengan tetap berusaha yang terbaik, hendaknya kita juga bersiap atas segala kemungkinan ya, termasuk jika suatu saat harus putus.

Nah, banyak yang akan dilakukan seseorang saat putus cinta. Mulai dari hal biasa, sampai luar biasa, positif, sampai negatif. Bahkan banyak juga orang yang lebih memilih mengakhiri hidupnya saat harus menerima kenyataan ia nggak lagi bisa bersama. Duh, jangan sampai, ya, kalau ini.

Di Amerika Serikat, ada seorang wanita yang melakukan hal mencengangkan ketika harus putus dari sang kekasih. Bukannya menangis dan meratapi nasib atau terjerumus ke dunia malam, ia justru membuktikan bahwa apa yang dikatakan mantan kekasihnya sama sekali nggak benar. Yuk simak, agar kamu bisa menilai sendiri!

Memutuskan berkeliling dunia menggunakan motor CBR-nya, sendirian pun nggak jadi masalah!

Nikki dan motor CBR-nya via autotekno.sindonews.com

Nikki Misurelli adalah wanita berusia 30 tahun yang mendedikasikan hidupnya untuk melakukan perjalanan ke berbagai negara di dunia dengan motor kesayangannya, Honda CBR 600RR. Hal ini menjadi lebih menantang karena ia melakukannya seorang diri. Nikki memulai perjalanannya dari Alaska menuju Panama di Amerika Tengah. Setelah itu ia melanjutkan ke Spanyol, Prancis, Portugal, Austria, Slovenia, hingga Maroko. Selanjutnya ia mengaku akan menyusuri Afrika Selatan dan seluruh belahan dunia.

Advertisement

Bagaimana ia hidup selama touring-nya tersebut? Nikki membawa barang yang sebetulnya cukup sedikit lho. Coba bandingkan dengan kita, biasanya untuk berlibur 3 hari saja sudah heboh barang bawaannya, ya. Berbeda dengan Nikki, ia hanya perlu tenda kecil, ayunan atau hammock, kantong tidur, dan beberapa set pakaian, yang kemudian ia ikat rapi di belakang motornya. Sejak kali pertama memulai perjalanan gilanya hingga sekarang, gadis yang kemudian dijuluki ‘Alaska Moto Girl’ ini telah menempuh jarak hampir 20.000 kilometer!

Sepertinya Nikki pantas diberi gelar ‘Kartini dari Alaska’, oleh karena alasan yang membuat ia melakukan perjalanan tersebut 😀

solo trip nggak jadi masalah via www.travelandleisure.com

Usut punya usut, keputusan Nikki ini bukan tanpa alasan, lho. Merasa diremehkan, ia pun akhirnya memutuskan untuk membuktikan bahwa apa yang dikatakan mantan pacarnya tersebut nggak benar. Diketahui ketika masih menjalin hubungan, sang pacar pengen melakukan touring menggunakan kendaraan bermotor bersama teman-temannya. Tertarik untuk ikut, Nikki pun meminta agar dirinya juga diperbolehkan turut serta. Namun bukan izin yang didapat, justru sebuah penolakan dengan alasan konservatif. Pasalnya si kekasih berdalih bahwa touring adalah hobi lelaki dan wanita sebaiknya nggak turut serta karena terlalu berbahaya. Pernyataan tersebut membuat Nikki akhirnya memutuskan kekasihnya dan lebih memilih membuktikan bahwa perkataan tersebut salah besar. Bahkan jarak yang ditempuh Nikki malah lebih jauh dari touring yang dilakukan mantannya.

Menarik semua tabungan dan memilih tidur di jalanan demi tujuan touring-nya tercapai, tangguh banget!

Nikki berdiri di atas motor kesayangannya via travelwirenews.com

Sebelum memutuskan melakukan solo trip, Nikki memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap. Setelah keputusannya tersebut, ia menarik semua tabungan bahkan menjual semua benda yang ia miliki termasuk rumah, untuk biaya perjalanannya. Saat ini ia mengaku sudah nggak punya apa-apa, tapi ia justru bersyukur karena dapat menjadi lebih menghargai perbedaan sejak dipertemukan dengan banyak orang, budaya, dan bahasa dalam perjalanannya. Nikki lebih memilih tidur di pinggir jalan atau kolong jembatan daripada harus menikmati hidup nyaman karena menurutnya pengalaman touring tersebut jauh lebih berharga.

Nggak ada dendam, justru Nikki mengucapkan terima kasih pada sang mantan karena dahulu menjadi sangat protektif padanya

santai di hammock via travelwirenews.com

Apa yang akan dilakukan sebagian besar perempuan mungkin akan merasa marah, dendam, dan benci jika pasangannya melakukan hal serupa dengan yang dilakukan mantan pacar Nikki. Tapi nggak dengan gadis ini. Ia justru bersyukur dan berterimakasih pada lelaki itu karena kalau bukan karena pernyataan negatif si mantan, tentu Nikki akan melewatkan kesempatan menikmati dunia sendirian. Nikki bahkan mengatakan bahwa mantannya adalah inspirasi dan motivasinya untuk melakukan hal menantang tersebut.

Di zaman ketika emansipasi wanita dielu-elukan seperti saat ini, memang sudah seharusnya kita sebagai wanita membuktikan pada dunia bahwa stereotip konvensional yang dikatakan orang zaman dulu itu nggak benar. Dengan nggak berusaha mengungguli pria dan tetap menghormati kodrat wanita, hendaknya kita mampu menjadikan posisi takar kita di hadapan lelaki sama. Sehingga segala hal di dunia ini nggak lagi dikotak-kotakkan atas dasar gender.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya