Fenomena menikah muda, saat ini sepertinya kembali digandrungi oleh masyarakat kita. Banyak alasan yang membuat orang tertarik untuk mengulang masa Siti Nurbaya ini. Ya, daripada berbuat zina. Alasan seperti ini pun nggak bisa disalahkan. Kendati sebenarnya pesoalan zina dan pernikahan nggak bisa dijadikan alasan yang tepat. Toh, pernikahan adalah sesuatu yang sangat sakral dan penuh cinta, bukan? Kalau memang masih terlalu muda, menghindari zina bukan dengan menikah dong. Tapi Hipwee Boys kali ini nggak akan membahas masalah ini.

Sebenarnya nggak masalah sih dengan alasan banyak orang untuk nikah muda. Itu hak setiap orang. Tapi sebagai cowok, menikah muda itu ada baiknya jangan dilakukan secara terburu-buru. Apalagi di umurmu yang masih sangat belia, awal 20-an tahun. Sebab, begitu banyak hal yang akan kamu lewati ketika memutuskan untuk menikah di usia 20-an. Seperti beberapa hal berikut ini.

Menghabiskan waktu bersama teman-teman, apalagi buat kamu yang tinggal di indekos. Mau jalani hobi atau nongkrong sampai larut juga susah~

Nggak bisa main bareng teman-teman. via unsplash.com

Advertisement

Bagi perantau sekaligus mahasiswa yang tinggal di indekos (kosan), menghabiskan waktu bersama teman-teman adalah momen yang sangat membahagiakan. Berkumpul menertawakan kerasnya kehidupan, membicarakan betapa ngerinya menjadi dewasa, atau sekadar patungan untuk beli rokok mi instan di akhir bulan. Tapi kalau kamu sudah menikah? Tentu nggak ada waktu-waktu indah seperti ini bersama teman-teman seangkatanmu~

Kesempatan untuk mengenal karakter cewek lebih banyak akan tereduksi. Istri mana yang nggak cemburu kalau suaminya kenalan sama cewek baru di luar urusan kerjaan?

Foto begini sama teman cewek adalah mimpi. via unsplash.com

Satu yang pasti, setelah menikah, kamu akan kehilangan kesempatan untuk mengenal karakter banyak cewek lain di luar sana. Dengan dalih apa pun, kalau kamu pengen mengenal cewek lain, jelas akan melahirkan perang dunia kesekian dalam rumah tanggamu. Padahal, umur 20-an, masa di mana kita harusnya melebarkan sayap untuk mengenal banyak orang, sekadar sebagai menambah kenalan lo. Hal ini sama saja seperti kalau kamu punya pacar yang posesifnya kebangetan. 🙂

Peluang mengembangkan potensimu dengan gabung di banyak organisasi di luar atau dalam kampus juga tentu berkurang

Mengembangkan diri. via unsplash.com

Usia 20-an awal tentu menjadi masa di mana kita bisa mengembangkan banyak potensi dalam diri. Di kisaran umur 20-25 tahun, bagi kamu yang masih kuliah, harusnya menjadi momen bagi diri untuk berkembang. Bergabung dengan banyak organisasi kampus, belajar ini itu, dan sebagainya. Tapi ketika kamu memutuskan untuk nikah muda, peluang ini akan berkurang. Sebab kamu harus menjadi kepala rumah tangga, yang mana kamu harus menafkahi istri dan keluargamu. Artinya, waktumu akan habis untuk kerja, kerja, dan kerja. Rumah tangga itu butuh duit, Boys!

Lagipula, memangnya di usia 20-an awal, sudah terkumpul berapa tabunganmu itu? Kecuali kamu memang sudah berpenghasilan matang di usia belia

Muda dan kaya. via www.instagram.com

Advertisement

Nggak usah munafik, semua itu perlu uang, terlebih dalam urusan pernikahan. Banyak sekali persoalan ihwal finansial ini, seperti omongan tetangga ketika kamu menikah tanpa mengadakan resepsi, mengadakan resepsi tapi katering kurang memuaskan, kamu yang setelah menikah masih tinggal di rumah orang tua (karena kamu belum mampu beli rumah sendiri), hingga memenuhi kebutuhan rumah tanggamu sendiri. Semua berakar dari finansial. Kalau tabunganmu belum mencukupi untuk memenuhi segala tuntutan ini, tetap mau dipaksakan menikah? Memang sih, rezeki itu nggak akan ke mana. Tapi mending coba dipikir ulang deh.

Padahal di usia 20-an awal, kebutuhan akan menikmati hasil keringat sendiri bersama teman-teman atau orang tua adalah hal yang paling mengasyikan lo. Belum lagi kalau kamu bisa memenuhi hobimu sendiri seperti main golf, vakansi ke seluruh penjuru Nusantara atau dunia, dan sebagainya. Yaaa, kecuali kamu Atta Halilintar sih. 🙂

Menikah muda memang hak setiap orang. Mau cewek atau cowok, mau pakai segudang alasan, itu nggak masalah. Tapi yang akan jadi masalah adalah ketika kamu belum siap finansial, mental, dan sebagainya, mau jadi apa hubungan rumah tanggamu nanti? Coba dipikir-pikir lagi deh, memangnya nggak sayang kalau kamu kehilangan beberapa hal di atas saat kamu memutuskan untuk menikah di usia belia? So, mending persiapkan dirimu secara matang dan ingat, #JanganGegabahNikah, ya! 🙂

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya