Sudahkah kamu disunat?

Khitan, sirkumsisi atau yang kerap disebut sunat adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan penis atau kulup. Terlepas dari ajaran agama dan kepercayaan tertentu, sunat memiliki beberapa manfaat kesehatan seperti membersihkan berbagai kotoran dan bakteri penyebab penyakit yang mungkin melekat pada ujung penis atau kulup.

Umumnya, sunat dilakukan saat anak laki-laki menginjak usia bangku sekolah dasar. Nah lho, apa kabar cowok dewasa yang belum disunat? Jangan kuatir, cowok yang sudah berumur namun belum melakukannya masih bisa menjalani sunat, dengan prosedur sunat dewasa dan anak-anak yang pada umumnya sama.

Makanya, kamu yang sudah tumbuh jambang tapi belum disunat, nggak usah ditunda lagi, deh. Daripada si adik kenapa-napa. kan? Ini nih alasan kenapa kamu harus buru-buru sunat dan haram menolak sunat selagi belum terlambat. Simak baik-baik, ya!

1. Berbeda dengan anak-anak, ketika kamu makin dewasa, proses penyembuhan luka akan membutuhkan waktu lebih lama

lama sembuhnya via 4.bp.blogspot.com

Advertisement

Pakar sunat dewasa, dr Muhammad Zaiem, menjelaskan pada prinsipnya sunat dewasa dan anak sama saja prinsipnya. Hanya saja sunat pada dewasa dibutuhkan perhatian khusus karena terdapat kesulitan yang berbeda.

Kesulitan tersebut karena secara fisik penis pria dewasa memiliki karakterisik yang berbeda dengan anak-anak dan lebih berisiko mengalami perdarahan. Karakteristik kulup atau kulit yang menutupi kepala penis yang akan dibuang pada anak dan dewasa juga berbeda sehingga memerlukan penanganan khusus.

Hal tersebut karena tingkat elastisitas kulit penis pada anak lebih tinggi dibandingkan dewasa. Alhasil, faktor usia menjadi salah satu kendala dalam hal penyembuhan, proses penyembuhan pada orang dewasa lebih lama dibandingkan pada anak-anak. Paling cepat sekitar 5-7 hari. Tapi tetap disarankan untuk nggak berolahraga sekitar 2 minggu setelah sunat, juga nggak dulu mengenakan celana ketat. Kamu siap?

2. Proses sunat untuk dewasa memerlukan kecermatan khusus, terlalu banyak kulit kulup yang terpotong akan berakibat fatal

sakit pas ereksi via www.menshealth.com

Berbeda dengan pemotongan kulup pada anak, ketika dewasa kulit kulup yang ‘dibuang’ nggak diperbolehkan terlalu banyak. Pasalnya, bisa terjadi risiko kompleks. Kulit yang tertarik hingga meregang saat ereksi akan terasa menyakitkan ketika terlalu banyak kulup yang dibuang. Hal itu tetap terjadi meskipun kulit memiliki daya remodelling.

Selain itu, jika terlalu banyak kulit kulup yang dibuang, maka risiko perdarahan pun makin tinggi karena makin banyak pembuluh darah yang terbuka. Oleh karenanya, kamu akan membutuhkan tenaga medis yang lebih ahli dan terlatih untuk mengurangi risiko tersebut. Kepatuhan yang ekstra dari diri sendiri juga dibutuhkan mengingat makin dewasa, ujian si adik juga makin banyak sehingga perlu kontrol yang lebih besar.

3. Kamu bakal libur ereksi selama si adik belum sembuh, padahal yang namanya terangsang nggak bisa dicegah dan bisa terjadi kapanpun

bisa mati muda via i.huffpost.com

Secara fisiologi, cowok dewasa lebih sensitif terhadap segala rangsangan dan mudah ereksi. Sedihnya adalah rangsangan seksual pada cowok itu nggak bisa dihindari, begitu melihat ‘sesuatu’ langsung nyetrum. Mindset itulah yang nggak bisa dihindari. Bahkan dengan rangsangan sekecil apapun, berisiko menimbulkan rasa nyeri, perdarahan, hingga terlepasnya jahitan setelah sunat dilakukan.

Selain itu, disarankan agar buang air kecil tengah malam agar kandung kemih nggak terlalu penuh sehingga pagi hari ereksinya nggak terlalu kuat. Hmm.. siap menghadapi ujian berat semacam ini?

4. Risiko terkena infeksi saluran kemih, kanker dan penyakit menular seksual lebih besar

risiko terkena penyakit via health.clevelandclinic.org

Sunat di usia dewasa nggak melulu berdasarkan dalil agama saja, tapi sunat juga dilakukan dengan alasan kesehatan. Seperti pada penderita phimosis atau penyempitan kulit pada penis bagian atas. Penyempitan yang terjadi akibat kotoran dan infeksi yang berulang pada penis. Jika penyempitan ini nggak segera diatasi, dapat mengganggu aktivitas seksual. Pasalnya, hal itu menimbulkan rasa sakit dan nggak nyaman pada saat berhubungan intim.

Selain itu, infeksi saluran kemih juga mengintai cowok dewasa yang belum disunat karena bakteri dan sisa kotoran yang bersarang di kulit kulup terlalu lama dan sulit dibersihkan. Penumpukan smegma juga menjadi risiko, zat lengket berwama putih yang berbau nggak sedap, berasal dari lemak yang diproduksi tubuh yang bercampur bakteri dan sisa-sisa urine. Smegma ini berbahaya bagi cewek yang melakukan hubungan intim dengan cowok ini karena dapat mengakibatkan gangguan bahkan kanker pada rahim.

5. Meski dipercaya punya sensasi yang berbeda ketika berhubungan badan dengan penis sebelum disunat, kamu yang sudah disunat pun punya kelebihan

masalah seksual via netdoctor.cdnds.net

Menurut Dr Patti Britton, PhD, direktur Sexuality Certificate Track di Chicago School of Professional Psychology, penis yang belum disunat memberikan sensasi tersendiri. Selama penetrasi, seks oral, dan masturbasi, kulit kulup yang tertarik bisa bertindak sebagai pelumas. Ketika penis mendorong masuk, ia akan menciptakan gesekan ekstra yang bisa saja menimbulkan kenikmatan tersendiri bagi pasangannya.

Namun bagi yang cowok sudah disunat, mungkin sensasinya nggak sedahsyat ketika sebelum disunat, tapi juga punya kelebihan. Pertama, kamu nggak perlu repot lagi membersihkan kulit kulup. Kedua, sebagian besar cewek memilih cowok yang sudah disunat karena penetrasi yang terjadi akan mengurangi gesekan yang kurang nyaman di dalam vagina. Ketiga, penis yang sudah disunat mengurangi risiko penularan penyakit menular seksual.

Jadi, nggak ada kata terlambat untuk melakukan sunat, apalagi demi alasan kesehatan. Kamu yang belum juga disunat mustinya lebih mengerti kenapa kamu harus melakukannya. Jangan lagi ditunda, sebelum bahaya menimpamu dan calon pasanganmu kelak, ya!

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!