“Bagaimana pendapatmu ketika hendak bermalam pertama, kamu mendengar pengakuan yang mengharukan dari suamimu kalau dia pernah ‘tidur’ dengan cewek lain di masa lalunya?”

Kali ini Hipwee telah melakukan hal yang sama tapi dengan objek permasalahan dan sudut pandang yang berbeda. Hipwee telah bertanya pada beberapa perwakilan dari kaum hawa tentang masalah virginitas cowok. Virginitas bukan cuma soal cewek lho.

Berbicara soal virginitas, kita — yang memang kental dengan budaya patriarki — mungkin telah biasa dengan opini publik yang bilang kalau keperjakaan tak terlalu penting dibanding keperawanan. Akan tetapi, cewek juga jelas punya pendapatnya dan menyampaikan kenapa keperjakaan juga penting. Daripada lama-lama, langsung simak aja yuk tujuh pendapat cewek yang telah Hipwee himpun!

1. “Aku bakal langsung diem karena kecewa. Pasti bakal kebayang dia tidur sama cewek lain.”

“Kalau kejadian gitu, kayaknya aku langsung diem deh. Kecewa dan nggak mau berhubungan badan dulu sama dia. Sampe dia ngemis-ngemis minta maaf dan memohon-mohon terus.”

“Ya, mau gimana lagi? Masa mau cerai baru aja nikah? Kalau soal sakit, sakit hati pasti iya. Tapi kita juga nggak bisa ninggal dia gitu aja dan bisa nggak cinta cuma gara-gara itu. Pada akhirnya, aku bakal tetap terima, walaupun suka kebayang dia pernah tidur sama cewek lain. Tapi yang penting adalah seenggaknya dia udah berani jujur.”

– Devy Widya (19 tahun), Semarang

2. “Aku sih bakal biasa-biasa aja. Masa lalu bukan untuk dipermasalahkan, tapi pembelajaran biar nggak terulang kesalahannya.”

Advertisement

Disfira. via www.instagram.com

“Seandainya suamiku baru ngaku nggak perjaka sebelum ena-ena di malam pertama, aku sih nggak masalah. Itu cuma bagian dari masa lalunya, yang mungkin dia nggak pengen cerita ke aku. Dengan dia bilang, berarti dia jujur dan artinya dia menganggap aku penting dan berhak buat tau. Toh, dia yang penting nggak bohong. Masa lalu bukan untuk dipermasalahkan, tapi pembelajaran biar nggak terulang kesalahannya.”

– Disfira Ika (23), Malang

3. “Setiap individu punya masa lalu. Kita harus menerima kekurangan dan kelebihan dia.”

“Aku pribadi sih biasa aja karena setiap orang punya masa lalu. Kalau sudah jadi suami ‘kan urusannya mau menerima semua kekurangan dan kelebihan dia. Kita ‘kan bukan hidup untuk masa lalu, tapi untuk masa depan. Buat apa memutuskan menikah andai pada akhirnya mesti ngungkit masa lalu.”

– Suci Intani (22 tahun), Bima

4. “Bukan rejeki gue dapet cowok yang nggak perjaka.”

“Pendapat gue, awalnya pasti bakal kaget dan ngerasa kecewa. Tapi gue akan ngehargain kejujurannya. Nggak mungkin ‘kan, habis nikah, lalu dia ngaku udah nggak perjaka, terus gue marah-marah dan minta cerai. Gue akan terima itu, toh orang gimana pun punya masa lalu masing-masing. Bukan rezeki gue berarti ketemu yang udah nggak perjaka dan rezeki buat dia yang nemuin gue masih perawan.”

– Octa Putri (21 tahun), Tangerang Selatan

5. “Sedih sih, tapi baiknya kita saling jujur sebelum nikah.”

“Sedih banget, pengennya jujur atau terbuka dulu sebelum nikah. Jadi kami masing-masing tahu A sampe Z-nya dari sebelum nikah. Masalah kaya gitu, menurutku, penting banget. Dan setelah menikah, kami tinggal menjalani komitmen yang udah dirancang dari sebelumnya. Baiknya sih kami perlu ngobrolin secara serius dan bahas satu-persatu masalah seperti itu. Lebih baik diobrolin, biar pas habis nikah nggak muncul masalah sampe nimbulin berantem, sebab udah clear sebelumnya.”

– Arlita Nur (22 tahun), Solo

6. “Nggak bakal terima gitu aja kalo suami nggak ori lagi.”

Fatimah (kiri) via www.instagram.com

“Kecewa berat pasti. Tapi kalau udah terlanjur nikah, berarti udah cinta dong. Nggak mungkin tiba-tiba minta cerai. Pasti bakal kecewa awalnya. Kita aja sebagai cewek, keperawanan selalu dipertanyakan. Masa kita terima gitu aja kalo suami kita nanti ternyata nggak ori lagi. Jangan menjunjung keperawanan kalau kamu sendiri nggak perjaka!”

– Fatimah (22 tahun), Kudus

7. “Kesel sih sudah pasti, tapi pernikahan nggak hanya soal hubungan badan. Aku menikah itu sama orang yang ada di kehidupannya saat ini dan masa depannya.”

Chalida via www.instagram.com

“Semua orang pengen jadi yang paling spesial. Jadi yang pertama dan yang terbaik. Kalau soal itu sih hasrat manusia pada umumnya dan normal, termasuk aku. Cemburu mah pasti. Kesel iya, karena ada ketidakseimbangan – aku sangat menjaga harga diri tapi dia nggak. Tapi menurutku, pernikahan itu bukan melulu soal seks. Aku nanti menikah pun bukan karena pengen halal dan sekedar hubungan badan.”

“Pernikahan itu tentang menggabungkan dua kepala jadi satu, punya partner yang bisa kerja sebagai tim yang solid, saling mengisi kekurangan, membahagiakan satu sama lain dan masih hal positif lain. Jadi intinya, aku menikah itu sama orang yang ada di kehidupannya saat ini dan masa depannya. Kita juga bisa ambil positifnya. Kalau emang udah pernah hubungan seks, siapa tau dia lebih mahir, ya ‘kan?”

– Chalida Ghrya (22 tahun), Yogyakarta

Bagaimana? Meskipun rata-rata cewek akan kaget dan kecewa saat pertama kali mendengarnya, ternyata cewek pada akhirnya akan menghargai kejujuranmu. Setiap orang memang punya masa lalu, tapi kalau masih bisa cegah, cegahlah. Berikan kado istimewa untuk pasanganmu kelak saat menikah: cowok dengan keperjakaannya dan cewek dengan keperawanannya.

Kamu punya pendapat lain tentang hal ini? Jangan ragu untuk berbagi dengan kami di kolom komentar, ya! Dengan Hipwee, setiap orang punya hak untuk berpendapat. Feel free to share your thoughts with us~