Kalau kamu nggak buka media sosial selama satu bulan, saat kembali membukanya, kamu akan merasa sudah ketinggalan zaman satu peradaban dengan warganet lain. Hal apa pun yang sedang tren memang sering kali diekstrak menjadi sesuatu yang lucu, lalu dijadikan bahan guyonan, dan bahan berkomentar. Istilah template yang sering dijadikan senjata di kolom komentar pun sekarang ada banyak banget. Berikut Hipwee Hiburan menghadirkan contoh beserta artinya dalam Kamus Medsos 3.0 biar kamu nggak merasa kudet-kudet amat!

1. Tahu, kan, ini lagu apa? Warganet yang begini ini sengaja banget bikin yang baca jadi autonyanyi~

Sayur kol mendadak laris manis. via www.pexels.com

Berawal dari lagu orang Batak yang viral di medsos, mendadak lagu ini jadi hit. Seolah-olah ngalahin lagu hit Billboard, banyak warganet yang terbayang-bayang bahkan hafal dengan lagu yang dinyanyikan seorang bocah perempuan bersama adiknya. Karena kolom komentar di Instagram dan Twitter nggak bisa merekam suara, maka banyak warganet mengetikkan liriknya. Biar kalau yang baca sambil nyanyi kali, ya?

2. Video viral yang memperlihatkan dua bocah kecil bernyanyi dan kaget karena ada petir, sukses banget menyita perhatian warganet. Sampai intronya dijadikan bahan komentar

Abdullah akan menyanyikan lagu saya. via www.pexels.com

Advertisement

Topik yang sedang viral seperti lagu Abdullah yang dinyanyikan dua bocah cilik juga nggak luput dari perhatian warganet. Di awal video, seorang bocah mengatakan, “Saya ingin menyanyikan lagu Abdullah,” maka inilah yang akhirnya dipakai. Hmm, sampai dipleset-plesetin juga.

3. Tipe warganet yang begini, apa pun konteksnya, memang sedang mencari massa dan persetujuan orang banyak. Diabaikan juga nggak dosa!

Padahal kalau nggak setuju, nggak ada dislike. via www.pexels.com

Tipikal komentator seperti ini banyak banget, dan eksis hampir di semua media sosial. Maksudnya nggak lain dan nggak bukan adalah biar dapat banyak like dan persetujuan lalu meluncur jadi top comment. Padahal jadi top comment juga nggak dapet apa-apa. :((

4. Gara-gara telenovela dan dialognya yang kaku tapi membahana, nama-nama Amerika Latin sering banget dipakai sama orang-orang buat komentar

Ferguso asli kupingnya panas. via www.pexels.com

Meski drama telenovela itu sebuah cerita yang begitu menarik, percakapannya bahasa Indonesia hasil sulih suaranya memang suka lucu. Karena terlalu formal, percakapan khas ala telenovela kemudian muncul. Hmm, yasudah, Esmeralda, namanya juga warganet. Segala hal receh pasti disikat.

5. Warganet yang komentar begini sebenarnya bisa kepo dan cari tahu. Tapi, ya, karena ingin menyindir unggahan yang sulit dimengerti saja sih

Nggak cuma kamu, tapi yang lain cari tahu. via www.pexels.com

Advertisement

Sebenarnya tipikal komentar seperti ini adalah sebuah sindiran terhadap pengunggah foto atau status di media sosial karena dirasa membicarakan seseorang yang nggak terkenal. Ya, maklum, hari gini artis dan seleb memang berbagai macam bentuknya. Alih-alih kepo sendiri, warganet seperti ini justru komentar dengan pertanyaan retoris buat mencari persetujuan.

6. Ini nih yang lagi banyak dipakai. Perumpamaan negara Indonesia banyak banget, mulai dari “negara ber-flower”, “negara +62”, sampai yang detail seperti letak geografisnya

Jokes receh negara yang merdeka 17 Agustus memang sudah keterlaluan. via www.pexels.com

Maksud negara ber-flower adalah negara berkembang, jadi kalau sampai sekarang masih ada yang bingung kenapa warganet suka bilang ber-flower, kamu mungkin keponya kurang jauh. Selain negara ber-flower sebenarnya banyak perumpaan lain, seperti dari letak geografis negara Indonesia, hingga pendapatan per kapita. Hmmm, mau ngatain aja riset dulu, yah ….

7. Katanya sih semua warganet sayang Gempi. Makanya banyak yang simpati saat kedua orang tuanya cerai, tapi kenapa malah jadi jokes? -_-

Kasihan jokes recehmu sih. 🙁 via www.pexels.com

Perceraian Gading dan Gisella memang bikin patah hati semua warganet. Simpati pun datang untuk Gempita, anak semata wayang mereka yang katanya adalah bocah paling disayang warganet. Tapi kenapa lama-lama tragedi ini malah jadi guyonan? Hmm, kasihan warganet.

Kadang memang ada rasa kesal kalau baca kolom komentar warganet. Sebagian isinya hanya jokes yang kurang nyambung dengan konteks yang diunggah. Sebagian lain beradaptasi menggunakan jokes template di atas dan disesuaikan dengan unggahannya. Nggak apa-apa, mulai sekarang, kan, kamu sudah tahu maksudnya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya