Masa kuliah nggak lengkap kalau kamu belum jadi panitia acara. Kamu bebas mau ikut organisasi atau nggak, namun pengalaman jadi panitia sebuah acara sama berharganya dengan nilai A. Pengalaman seru yang nggak kebeli. Salah satu hal seru tentu saja pada saat mengumpulkan dana buat modal acara, atau lebih dikenal dengan dana usaha (danus). πŸ˜€

Ikut danusan itu berkesan banget bagi mahasiswa mana pun. Banyak hal kocak sekaligus sedih dalam pelaksanaannya, tapi setelahnya itu justru menjadi kenangan indah perjuangan.

1. Ikut organisasi niatnya cari pengalaman memimpin. Eh, pas udah masuk malah jadi PJ dana usaha. Haaaaaaaaaaaaash!

Mimpi buruk. πŸ˜€ via bemft-unm.home.blog

Advertisement

Pada umumnya, mahasiswa yang mendaftar di organisasi atau kepanitiaan biar jiwa kepemimpinannya terasah. Tapi nggak semudah itu, Ferguso! Anak baru nggak bisa langsung masuk di posisi keren. Apesnya malah masuk divisi dana usaha. Sabar, sabar, sabaaaaar! πŸ˜€

2. Sempet mikir mau belajar event kok malah disuruh cari dana bahkan jualan. Tahu gitu, kan, mending daftar Kopma sekalian jelas arahnya jadi pengusaha -_-

Nasib memang seringnya ngeselin. Jadi panitia niatnya mau belajar event, eh, malah ngurusin cari dana. Mending kalau masuknya di bagian sponsorship masih agak keren, nah ini jadi PJ danusan. Mau bikin acara atau bikin usaha? Hadeeeeeh!

3. Saat anak acara pilih guest star keren seperti Raisa, Hivi, Sheila on 7, divisi lain antusias kecuali divisi danus. Nggak mau yang lokalan aja? Cari modalnya berat, woy!

Syulit emang! via twitter.com

Ada kebanggaan sendiri bagi tim jika berhasil mengundang guest star top. Nggak heran kalau pada berbunga-bunga saat anak acara tentukan artisnya yang keren. Semua antusias, kecuali bagian sponsorship dan tentu saja danus. Bau anyir semerbak, terbayang bakal berdarah-darah cari dana di jalan demi logistik event terpenuhi. Sambat meneeeh!

4. Seneng banget kalau divisi lain setuju sama konsep yang dibikin dan mau bantuin turun ke jalan. Tapi giliran waktunya tiba yang dateng cuma segilintir doang! :β€˜(

Terlihat ceria padahal dalam hati, β€œNjirr, kayak topeng monyet gue!” via www.kedaipena.com

Advertisement

Yang bikin males masuk divisi dana usaha jelas pada saat turun ke jalan. Banyak yang berubah dari konsep. Awalnya semua setuju mau bantuin jualan kue, bunga, sampai ngamen di jalan. Tapi ketika waktunya tiba, orang yang dateng cuma itu-itu aja. Sakit tapi nggak berdarah. πŸ™

5. Dari jualan mawar sampai ngamen di perempatan semua udah dilakuin, tapi kok targetnya nggak kunjung tercapai, ya?

Sampai jualan baju bekas lo kami ini. -_- via lpmpendapa.com

Segala cara dan kreativitas otak sudah diperas buat gimana caranya dapet duit sebanyak-banyaknya. Tapi kenyataannya nggak sejalan. Dana yang didapat cuma segitu-segitu saja, cuma cukup buat isi perut panitia kadang bahkan nggak nyampe. Jadi mahasiswa danusan jauh lebih berat daripada menahan rindu, Dilan!

6. Sempet mikir ngapain ngikut-ngikut ginian, tapi setelah dipikir-pikir seru juga dan banyak pengalaman

Apa yang didapat danus seringnya nggak sesuai dengan usaha yang dilakukan. Sesekali timbul penyesalan, β€œNgapain jadi panitia kalau cuma jadi danus?!” Tapi semua itu sirna saat kita menyikapinya lebih bijaksana. Banyak pengalaman yang didapat saat jadi danus. Terutama soal bagaimana beratnya cari uang. Jadi danus juga mengasah keterampilan berbisnismu. Danus lebih menantang dari Kopma. πŸ˜€

Danus sering dipandang sebelah mata padahal perjuangannya berdarah-darah. Cuma orang-orang terpilih yang bisa jadi danus. Khususnya orang sabar. Di balik sebuah event, sukses ada perjuangan mati-matian. Jangan abaikan kami! πŸ˜€

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya