Belantika musik Indonesia kian ramai dengan kedatangan solois pria dengan singlenya yang berjudul Sewindu, Sepatu, dan Gajah. Siapa lagi kalau bukan Tulus? Bahkan, dia juga berhasil memperoleh beberapa penghargaan bergengsi berkat suara emasnya. Tidak hanya tersohor karena suara dan prestasi, Tulus juga dikenal sebagai penyanyi dengan kepribadian hangat dan rendah hati.

Tulus itu ibarat paket lengkapnya selebriti. Dari dia, banyak hal-hal bermanfaat yang sesungguhnya bisa kita pelajari. Penasaran apa saja hal-hal positif dari lagu-lagu Tulus yang bisa kamu petik sebagai penyemangat hidupmu? Yuk, simak penjabaran hipwee selengkapnya.

1. Lagu Tulus mengingatkan bahwa pengalaman buruk di masa kecil justru memberi kita kesempatan untuk membuktikan diri

Mas Tulus pernah jadi korban bully

Ayo sini ngaca sama saya. via www.talkmen.com

Advertisement

Semasa kecil Tulus pernah jadi korban bully, sering dipanggil dengan sebutan gajah karena badannya yang besar.  Namun hal itu tidak menjadi penghambatnya dalam berkarya dan menimba ilmu. Udah tau ‘kan Tulus yang sekarang kaya apa? Dia sukses membungkam orang-orang yang pernah mengoloknya dengan prestasi yang dia peroleh.

Keberhasilannya menghadapi masa bully sewaktu kecil diceritakannya lewat lagu “Baru” di album Gajah. Dalam lagu itu, Tulus bercerita bahwa dia yang kini adalah dia yang baru. Tulus yang dulu sering diangap sebelah mata kini terbukti berhasil dan layak diperhitungkan.

“Nikmatilah kejutanku
Ini aku yang baru
Nikmatilah rasa rindu
Tak lagi di kuasamu

Tak perlu gelitik aku tertawa
Tak lagi kulihat ada yang lucu
Ini aku yang dulu namanya terus jadi sisipan tiap leluconmu.”

Advertisement

Jika sekarang kamu sedang menghadapi masa sulit yang sama tidak usah berkecil hati. Mereka yang kini mengolokmu belum tentu bisa jauh lebih sukses darimu di masa depan. Fokuslah pada hidupmu dan buktikan keberhasilanmu kelak.

2. Dari lagu Gajah kita belajar: jadi manusia yang berbesar hati tidak akan membuat kita merugi

cacian = pujian

cacian = pujian via www.wwf.or.id

Tulus bahkan mampu memandang suatu hal dari sudut yang berbeda. Jika teman-temannya menghujaninya dengan cacian dan ejekan, maka dia mampu mendengar kata-kata pujian dan doa di balik semua itu. Lihat aja kata-kata olokan yang mampu digubahnya menjadi lirik manis yang penuh kata pujian.

“Kau temanku kau doakan aku
punya otak cerdas aku harus tangguh
bila jatuh gajah lain membantu
tubuhmu disitu pasti rela jadi tamengku.”

Coba deh, mulai sekarang anggap saja cemooh sirik dari orang di sekitarmu sebagai kata sanjungan yang ditujukan karena mereka perhatian sama kamu. Niscaya, hidupmu akan lebih berwarna dan bahagia.

3. Tidak ada gunanya mengurung diri di masa lalu. Lebih baik kini kamu bangkit dan melaju

tulus dan gajah

tulus dan gajah via ghiboo.com

“Kecil kita tak tahu apa-apa
wajar terlalu cepat marah
kecil kita tak tahu apa-apa
yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik.”

Lagi-lagi melalui masa kecilnya yang kurang menyenangkan, Tulus mampu membuatnya sebagai pemicu untuk masa depan yang lebih baik. Kamu bisa liat di lirik lagunya Tulus yang berjudul Gajah. Dia mampu bangkit dari masa kelam di waktu kecilnya. Dia bisa menggunakannya sebagai pemicu untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.

Jadi, masih ngerasa punya masa lalu yang suram dan gak bisa move on? Dengerin lagu gajah dan yakinkan dirimu deh, kalau Tulus aja bisa kenapa kamu enggak~

4. Lagu Untuk Matahari — Tembang Tulus yang digubah khusus untuk membangkitkan percaya diri

belajar pede dari mas Tulus!

belajar pede dari mas Tulus! via www.getscoop.com

Tulus bahkan mampu menularkan kepercayaan diri dan semangatnya lewat lirik lagu yang digubahnya. Lagu Untuk matahari, adalah lagu yang bisa kamu dengarkan saat sedang merasa kurang mampu atau sedang jatuh percaya diri. Di lagu itu Tulus bertutur, meskipun orang lain terlihat lebih baik darimu namun sebenarnya kamu memiliki sesuatu yang tak kalah baiknya. Kamu tidak punya alasan untuk merasa tidak bisa.

“Mereka tak sempurna,
sama juga halnya denganmu,
Jangan risaukan cela mu,
oo…
Mungkin mereka bulan,
tapi ingat kau Matahari,
(matahari) cahya mereka darimu.”

Mendengar lagu ini, rasanya semangat yang sempat tenggelam bisa timbul lagi. Tulus mampu mengingatkan bahwa kita tidak sepenuhnya sendiri. Seburuk apapun dirimu, selalu ada hal yang bisa kamu beri.

5. Jangan Cintai Aku Apa Adanya — lagu cinta yang sesuai dengan realita. Dalam kehidupan nyata, cinta memang tentang memberi dan terus berusaha

duh, patah hati~

duh, patah hati~ via www.harianaceh.co.id

Saat lagu cinta lain membawa imaji kita ke manisnya kencan atau hangatnya pelukan, Tulus justru menggebrak dengan lagu cinta jenis lain. Ia dengan rendah hati menyodorkan lagu cinta yang tidak hanya berkutat di manis cokelat dan bunga, tapi tentang bagaimana seharusnya cinta membuatmu berkembang penuh sebagai manusia.

“Jangan cintai aku apa adanya oooh jangaaaan.

Tuntutlah sesuatu biar kita jalan ke depan.”

Tulus menawarkan cara pandang baru terhadap cinta. Dalam lagunya, Tulus bahkan membuka kenyataan cinta yang sebenarnya.

Mencintai seseorang tidak akan hanya menawarkan kebahagiaan. Berani mencintai berarti berani menerima segala tuntutan yang akan muncul nanti. Tuntutan pasangan bukan bukti bahwa dia tidak bisa menerima kita apa adanya, justru dari tuntutan itulah kita bisa tumbuh jadi lebih dewasa.

6. Tulus bukan penyanyi religi. Tapi lagunya bisa jadi pengingat bahwa kita adalah hamba yang sering beribadah setengah hati

arsitek hatiku~

arsitek hatiku~ via www.laughonthefloor.com

Sering malu karna sujud
Hanya bila tertekan duhai pria
Yang mengaku-ngaku dewasa

Sekilas dengar, lagu Bunga Tidur terkesan nakal. Seperti menceritakan pagi seorang pria yang baru saja mengalami malam liar di hari sebelumnya. Namun jika didengar dengan lebih seksama Tulus justru memasukkan unsur Tuhan dan manusia di dalamnya. Di lagu itu Tulus memasukkan unsur sujud yang berarti berdoa pada yang kuasa. Dan apa yang ia sampaikan pun sangat benar. Selama ini kita sebagai anak muda lebih sering mendekat padaNya hanya saat masalah mendera. Sisanya? Cuek saja~

7. Di tangannya, kesendirian tidak harus selalu diasosiasikan dengan kesepian. Tulus memang punya mata jeli dalam menangkap realita cinta kaum urban

poster konser Tulus di Jogja

poster konser Tulus di Jogja via www.ramlimuhamad.com

“Tuan apa yang salah padamu
Mengapa wajahmu ada seribu
Tuan apa yang salah padamu
Seakan dunia hanya kamu, kamu, kamu, kamu

(tuan berkata)
Nona apa yang salah padamu
Apa enaknya tenggelam dalam khayal
Nona apa yang salah padamu
Kau tahu ku tak punya hati
Kau masih saja menanti

Mereka terlarut dalam ego
Hati tertutup terdengar kataku
Berkata tapi tak berkaca
Semua orang hanya angin lalu.”

Tulus seakan punya mata dan insting yang tajam untuk menangkap realita cinta kaum urban. Saat penyanyi atau grup band lain mendramatisasi kesendirian dengan menggubahnya jadi lagu sendu — Tulus justru menciptakan lagu tentang 2 orang yang memilih sendiri dengan sudut pandang yang sangat logis.

Kaum urban kini memang pintar menutupi kesepiannya dengan berbagai kesibukan. Di lagu Tuan-Nona, Tulus dengan gamblang membuka tabir sok tangguh kaum urban  yang sering menyembunyikan kesepian mereka. Biar bagaimanapun, sesukses apapun — sebagai manusia biasa di dalam hati kita akan tetap merindukan pendampingan.

8. Lagu Sewindu dengan jujur bertutur: patah hati memang mengirim nyeri sampai ke ulu hatimu. Tapi gagal dalam cinta tidak harus membuat kita sehancur itu

IMG_7363-copy

Lagu Sewindu milik Tulus menggambarkan proses panjang mencintai dan mendapatkan seseorang. Selama 8 tahun, digambarkan bagaimana seorang pria bersabar demi mendapatkan hati wanita yang digandrunginya. Tapi setelah perjuangan sekian lama, pria itu harus menerima kenyataan bahwa wanita yang ia cinta memilih pria lain yang bukan dirinya.

Setiap pagi ku menunggu di depan pintu
Siapkan senyum terbaikku agar cerah harimu
Cukup bagiku melihatmu tersenyum manis
Di setiap pagimu, siangmu, malammu

Sesaat dia datang pesona bagai pangeran
Dan beri kau harapan bualan cinta di masa depan
Dan kau lupakan aku semua usahaku
Semua pagi kita, semua malam kita.

Jika musisi lain bisa membuat lagu yang sangat picisan dari pengalaman serupa, Tulus justru menghadapi patah hati dengan biasa-biasa saja. Dalam lagu Sewindu, Tulus dengan jujur mengatakan bahwa kalah tentu menyakiti hati. Tapi pengalaman perih itu memberinya pelajaran untuk kelak tidak berbuat bodoh lagi. Cukuplah sekali salah tujuan dalam menitipkan hati. Kini saatnya memulai perjalanan baru lagi.

Jujur memang sakit di hati
Bila kini nyatanya engkau memilih dia
Takkan lagi ku sebodoh ini
Larut di dalam angan-angan tanpa tujuan

Kamu yang masih suka berlama-lama galau dalam kisah cinta yang lampau, coba dengar lagu Sewindu deh. Be strong, life must go on no?

Kalau mau dibongkar, masih banyak nilai lain dari lagu-lagu Tulus yang bisa jadi amunisi semangat dalam hidup. Tapi seperti puisi yang selalu kaya akan interpretasi, kamu juga bebas menentukan makna lagunya sendiri. Kalau ada makna lain yang belum Hipwee kupas, sila tinggalkan pesan di kolom komentar ya 😀

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya