Mengunggah keceriaan di media sosial memang bukan hal yang aneh. Seringnya, sebagai ekspresi kegembiraan kita juga selalu mengunggah pencapaian-pencapaian dalam hidup. Tapi sampai sejauh apa sih unggahan kita di medsos bisa memberikan inspirasi bagi orang lain dibandingkan dikira pamer dan ria?

Berikut ini Hipwee Hiburan bakal merasionalisasikan bagaimana sebuah unggahan soal pencapaian itu bisa memicu orang lain untuk kesal. Di sisi lain, pencapaian macam apa yang justru bikin orang lain terinspirasi dan justru terdorong untuk melakukan hal yang sama?

Salah satu unggahan ‘kelulusan’ ini mendadak jadi ramai dan banyak dapat sindiran dari warganet lain. Hmm, kayaknya nggak mungkin juga dapat Ph.D di usia 21 tahun

Advertisement

Unggahan di atas mendapat banyak banget likes dan retweet sejak beberapa hari lalu. Ternyata jumlah komentarnya juga nggak kalah, sudah lebih dari 9 ribu lo. Termasuk di dalamnya komentar dari warganet di Indonesia yang terkesan bercanda dengan nada sarkasme. Yah, namanya juga agak mustahil dapat Ph.D di usia 21 tahun, wajar sih warganet jadi skeptis. Lalu banyak juga komentar yang seolah juga ‘pamer’ pencapaian mereka yang nggak seberapa~

Santai, Guys! Unggahan di atas memang dimaksudkan bercanda oleh si pemilik akun. Dia hanya menghadiri wisuda Ph.D pamannya, dan sedikit menyulut emosi warganet dengan kutipan di unggahannya

Tuh, kan, ternyata cuma buat iseng aja kok. via www.worldofbuzz.com

Dalam kutipannya, warganet dengan nama akun Liz Arya menuliskan “Mendapatkan gelar Ph.D saat berusia 21 tahun. Bagaimana dengan kamu?”. Otomatis kutipannya tersebut selain mengundang tanya juga bikin warganet lain males karena seolah dia hanya memamerkan apa yang dia dapatkan. Padahal aslinya jas dan toga Ph.D itu pun bukan miliknya. Kemudian dia membagikan foto pamannya yang memang benar-benar habis wisuda yang didampingi anggota keluarga lainnya.

Mengunggah ekspresi kegembiraan itu nggak masalah, tapi usahakan jangan memberikan pernyataan kalau kamu lebih baik dibanding yang lain dong

Memberikan pendapat soal pendidikan saat diterima di Stanford. via www.instagram.com

Advertisement

Suatu unggahan pencapaianmu seperti wisuda dan lolos SBMPTN misalnya, mungkin akan dianggap sebagai hal yang wajar kalau kamu nggak memberikan pernyataan yang membuatmu seolah lebih baik dari yang lain. Termasuk sebuah konten yang kamu bagikan, ketika kamu membagikan nilai ujian yang seharusnya bersifat privat dan nilaimu kebetulan bagus-bagus banget, nggak heran sih kalau kamu dikira pamer.

Sebaliknya, ketika kamu mengunggah konten saat menerima penghargaan cum laude di akhir kuliah dan mendapat apresiasi dari banyak orang atas usahamu, dirayakan oleh banyak orang, maka nggak ada salah mengunggahnya sebagai sebuah hal yang menginspirasi. Syukur-syukur kalau kamu  memberikan penjelasan tentang bagaimana perjuanganmu mendapatkannya tanpa perlu menggurui. Simpel, kan?

Lagi-lagi, kalau kamu merasa risih dengan unggahan pencapaian teman-temanmu, kamu tetap bisa membisukan unggahan mereka kok. Hidup itu pilihan ketika orang lain nggak bisa sejalan dengan apa yang kamu pikirkan, maka sulit buat memaksakannya. Lebih baik tinggalkan dan lupakan. Semoga pencapaianmu bisa menginspirasi ketimbang bikin iri, ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya