Kalau JokPin bilang Jogja terdiri dari pulang, angkringan, dan rindu — Solo pun layak diberi predikat macam itu.

Adakah dari kamu yang pernah menetap atau justru berasal dari Solo? Atau sekadar pernah berkunjung dan berwisata di kota ini. Diakui atau tidak, ragam etnis serta adat Jawa yang masih kental membuatmu susah berpaling dari kota yang memiliki semboyan berseri. Bahkan, banyak sisi hangat kota Solo yang membuatmu rindu untuk pulang.

Advertisement

Sebenarnya hal-hal kecil apa sih yang membuatmu Solo selalu dirindu? Yuk, kita nostalgia bareng lewat artikel Hipwee satu ini!

1. Bicara tentang Solo tak bisa dilepaskan dari lagu legendaris karya Gesang

Bengawan Solo - Gesang

Bengawan Solo – Gesang via hiburan.kompasiana.com

Bengawan Solo

riwayatmu…kini….

Lagu ciptaan alm. eyang Gesang ini memang udah tersohor kemana-mana. Bahkan lagu keroncong ini juga disukai dan diadaptasi oleh masyarakat Jepang. Bengawan Solo bisa jadi merupakan ikon kota Solo, lagunya pun masih sering dimainkan oleh banyak kalangan dari mulai musisi ternama hingga pengamen jalanan. Kamu bakal sering kok menjumpai pengamen jalanan yang masih membawakan lagu ini dengan bermodalkan kencrung sederhana.

2. Solo juga identik dengan Jokowi yang kini menduduki puncak tertinggi kepemimpinan

seger e rek

seger e rek via foto.liputan6.com

Advertisement

Kini, bukan cuma Gesang yang identik dengan Solo. Jokowi juga. Orang Solo patut berbangga karena warganya jadi orang nomor 1 di Indonesia.

3. Atau, pasar Klewer dan Batik Solo yang  tak bisa disepelekan namanya

batik pasar Klewer

batik pasar Klewer via intisari-online.com

Kamu yang kini kuliah atau bekerja di luar kota tentu merasa bangga kalo ada teman sekampus atau sekantor yang beli batik di pasar Klewer.

Bahkan gak jarang kamu akan berkata dengan bangganya,

Batik Solo tuh, bro! heuheu

Temen kamu pun cuma jawab dengan datar : Ye, terus kenape?

4. Tapi buatmu yang pernah menetap lama di Solo — kota ini tak istimewa karena lagu legendarisnya. Bukan pula karena jadi kota asal Presiden Indonesia

Sampai kapanpun, Solo tetap di hati

Sampai kapanpun, Solo tetap di hati via serbasolo.blogspot.com

5. Masih segar di kepala. Dulu kota ini cuma punya 2 mall saja

Ada masanya, bahagia itu sesederhana cuci mata dan shopping di Luwes

6. Sebelum kini berkembang jadi berderet jumlahnya

Ada keriuhan khas kota yang tetap bisa ditemukan

Ada keriuhan khas kota yang tetap bisa ditemukan via ri-sul.blogspot.com

Kalo dulu cuma ada Luwes dan Matahari yang cukup bisa memuaskan hasrat jalan-jalanmu, kini sudah ada 5 mall besar yang ada di kota Bengawan. Ada SGM (Solo Grand Mall), Solo Square, Paragon, Hartono Mall, dan The Park. Seakan tak cukup, kini di Solo makin marak pembangunan mall dan gedung-gedung tinggi lainnya.

7. Tapi itulah uniknya Solo. Di balik kesederhanaannya, Solo tetap menawarkan keriuhan khas “kota”

Antrian di gerai makanan bisa dengan mudah kamu temukan

Antrian di gerai makanan bisa dengan mudah kamu temukan via myfunfoodiary.com

Pertumbuhan mall yang pesat bahkan mengundang banyak wisatawan “dadakan.” Ada masanya orang Jogja sengaja melancong ke Solo demi nonton bioskop. Di kota lain macam Klaten dan Jogja, kemewahan bioskop berlimpah tak bisa didapatkan dengan mudah.

8. Dikemas dengan lebih sederhana, Solo juga punya taman hiburan yang mirip Dufan-nya Jakarta

THR Sriwedari

THR Sriwedari via www.starjogja.com

Kalo di Jakarta kamu bisa menemui taman bermain yang megah seperti Dufan dan Ancol, maka kamu bisa mendapatkan kebahagiaan yang sama dalam bentuk yang lebih sederhana, taman Sriwedari. Taman hiburan rakyat yang terletak di jantung kota Solo ini memang populer dari jaman dulu. Sering digunakan sebagai sarana rekreasi keluarga karena tiket masuknya yang terbilang cukup terjangkau. Bahkan banyak juga event yang digelar di taman rekreasi mini ini. Salah satunya adalah festival drumband taman kanak-kanak ataupun konser musik untuk band-band Indonesia yang diselenggarakan di Stadion Sriwedari.

Walaupun ukuran taman Sriwedari ini terbilang kecil, tapi kamu bisa menemui berbagai wahana mulai dari boom boom car, rumah hantu, mandi bola, hingga mini coster. Gak cuma taman bermain aja lho yang ada di sini, kamu juga bisa singgah ke gedung wayang orang di sebelahnya. Gedung yang sudah berusia lebih dari satu abad ini merupakan aset budaya kota Solo. Kamu dapat pula menyaksikan pentas wayang orang tiap malamnya.

9. Berjalan beberapa langkah dari Taman Sriwedari, pemandangan macam ini dengan mudah bisa kamu temui

pengamen di Solo

pengamen di Solo via judithlovesyou.blogspot.com

Di Solo kamu akan mudah menjumpai pengamen sekitar 2-3 orang dengan berdandan ala sinden lengkap dengan kebaya, jarik, dan kondenya. Mereka akan menyanyikan tembang Jawa dengan diiringi siter. Duh, suasana jadi makin syahdu dengan lantunan tembang dari mereka.

10. Solo adalah bukti bahwa perbedaan suku tidak harus membuat kita sensi

ragam etnis ada di kota Bengawan

ragam etnis ada di kota Bengawan via forum.viva.co.id

Etnis Tionghoa? Jelas ada! kalo orang Arab? Ada juga! orang Jawanya? Apalagi!

Saat beberapa daerah terpecah karena perbedaan suku, di Solo kamu bisa menemukan berbagai suku hidup berdampingan dengan damai.

11. Bahkan karena keragaman suku itulah, kuliner di Solo menjadi kaya rasa dan beragam jenisnya

Mulai dari panganan halal sampai yang non halal bisa ditemui di Solo, bahkan kamu gak harus sembunyi-sembunyi untuk membeli kuliner berlabel non halal di kota ini karena semuanya dijual BEBAS. Kuliner Solo pun kondang dengan rasanya yang gurih dan juga nikmat.

a. Nasi liwet yang jawara

nasi liwet

nasi liwet via wisata.kompasiana.com

Beberapa contoh kuliner halal yang populer dan bisa kamu temui di solo, ada nasi liwet, cabuk rambak, tahu kupat, sate kambing, selat, serabi, pecel ndeso, gudeg ceker, nasi rawon, tengkleng, sate bunthel, sate kere.

b. Babi kuah yang bisa kamu makan tanpa perlu sembunyi-sembunyi

babi kuah nikmat

babi kuah nikmat via jejak-bocahilang.com

Sementara itu, kamu bisa menemui kuliner non halal, babi panggang dan babi kuah, biasanya dijajakan di daerah pasar Gede dan Jagalan.

c. Jenang dan minuman segar juga dengan mudah bisa kamu temukan di pinggir jalan

es gempol pleret

es gempol pleret via kratonpedia.com

Minuman segar dan nikmat yang bisa menjadi pelepas dahagamu juga banyak macamnya, ada tahok, es gempol pleret, dan es dawet ayu.

d. Jangan lupa! Ada Shi Jack. Tempatmu bisa nyusu dan ngemil-ngemil lucu

nyusu dulu kesini

nyusu dulu kesini via www.jenzcorner.net

Warung Susu Segar Shi Jack juga gak boleh ketinggalan. Karena letak geografis kota Solo yang bertetangga dengan kota penghasil susu, Boyolali, membuat warung tenda ini menjamur di kota Solo. Bahkan kamu bisa menemukan susu dengan varian rasa di warung kaki lima ini. Gak cuma itu, ragam lauk dan camilan yang tersedia di atas meja sukses meredam nafsu laparmu. heuheu~

12. Sakralnya Sekaten dan perayaan malam 1 Suro: bukti bahwa Solo tidak lupa pada kentalnya adat Jowo

adat di kota Solo masih kental

adat di kota Solo masih kental via sendiridanrahasia.blogspot.com

Di perayaan 1 suro, kota Solo makin semarak dengan adanya Sekaten atau pasar rakyat yang biasanya digelar di alun-alun utara. Selain sekaten masih ada juga kirab pusaka yang merupakan puncak acara. Kirab pusaka biasanya dilaksanakan pukul 00.00 dengan mengarak rombongan kerbau kiai slamet, prajurit keraton, abdi dalem, beserta dengan sejumlah pusaka dari keraton.

Bisa dibilang warga Solo memang solid dan kompak, mereka rela turun ke jalan di tengah malam demi melihat prosesi perarakan pusaka dan hewan yang dikeramatkan oleh keraton. Hayo siapa yang dulu bela-belain melek tengah malem dan turun ke jalan demi nonton rombongan kebo bule?

13. Kebangganmu sebagai penghuni kota Bengawan juga datang karena padatnya event budaya yang sering diadakan beriringan

Solo Batik Carnival

Solo Batik Carnival via wisata.kompasiana.com

Selain keragaman kuliner, kamu juga bisa menemui bermacam event budaya yang ada di kota Solo. Di kota kecil yang asri ini kamu bisa menemui parade batik yang seringkali menggunakan Jalan Slamet Riyadi sebagai catwalknya. Kalo sabtu malam bingung mau kemana, mungkin kamu bisa menyambangi pasar Ngarsopuro yang berada di depan halaman Keraton Mangkunegaran.

Minggu pagi kamu bisa juga jalan-jalan santai menikmati kesejukan taman Balekambang. Di perayaan hari raya Nasional, beberapa sudut kota Solo juga akan dihias sedemikian rupa untuk membuatnya terlihat semakin semarak dan meriah. Tengok saja di Pasar Gede tiap perayaan imlek. Gak cuma sekedar hari besar dan hari raya nasional aja, tapi terkadang ada juga acara yang berbasis Internasional dan diselenggarakan di Solo, semacam SIPA, IIMF, Solo menari 24 jam. Gak pernah mati gaya deh pokoknya!

Solo tetap tidak sempurna sebagai kota

14. Walau pariwisatanya berkembang pesat, jalanan kota Solo kini makin padat

mulai macet, ada si Komo kayaknya

foto ini diambil oleh si Komo waktu nyebrang Slamet Riyadi via surakarta.go.id

Selain keberadaan gedung bertingkat dan mall besar yang mulai merajalela, kenyamanan berkendara di Solo juga mulai menurun. Pasalnya, sekarang jalanan Solo mulai dipadati oleh beraneka jenis kendaraan pribadi. Parkir liar di bahu jalan juga semakin memperparah kemacetan di jalanan kota Solo. Sedih deh :'(

15. Pertumbuhan mall yang kian tak terkendali membuat kota ini seperti kehilangan jati diri

Pertumbuhan mall di Solo makin tak terkendali

Pertumbuhan mall di Solo makin tak terkendali via vicipras.blogspot.com

Katanya kota Bengawan, kota yang budayanya kental. Kok yang dikembangkan bukan sanggar kesenian tapi malah pusat perbelanjaaan?

Rasanya ingin bilang ke Pak Rudi,

“Pak…gak mau restorasi bangunan kuno aja Pak? Jangan nambah mall lagi to…”

16. Kadang kamu juga ingin mengkritik soal gelar Kraton yang kini tidak sesakral dulu lagi

Nyi Mas Agung Tumenggung Yuli Rachmawati

Nyi Mas Agung Tumenggung Yuli Rachmawati via www.mentari.biz

Jupe = Nyi Mas Agung Tumenggung Yuli Rachmawati.

YA.

17. Tapi bagaimanapun, keramahan dan kehangatan Kota Solo selalu menarikmu kembali

senyumnya tulus lho

senyumnya tulus lho via www.peterloud.co.uk

“monggo mbak, becake, ajeng teng pundi?”
(mari mbak becaknya, mau pergi kemana?)

Di kota ini, pengayuh becak dan penjaja makanan dengan sopan menawarkan jasanya. Dengan seulas senyuman pula. Kemewahan yang amat langka di kota-kota besar lain di Indonesia. Tepo seliro wong Solo memang jawara.

18. Mendengar lagu Stasiun Balapan, membayangkan jajan di Gladag tengah malam — memunculkan satu kata di kepalamu: pulang

Stasiun Balapan

Stasiun Balapan via tjahaju.blogspot.com

Ning stasiun balapan
Kuto solo sing dadi kenangan

Pernah berkunjung atau lama menetap di sini, Solo selalu punya magnet untuk menarikmu kembali….

Kalo kamu, apa sih yang paling bikin kamu kangen sama Solo?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya