Senangnya datang ke festival musik seperti Synchronize Fest 2018. Bukan cuma bisa menikmati musik terkini saja, tapi juga nostalgia bareng orang kesayangan. Ada banyak musisi lawas lintas generasi dari berbagai genre yang tampil menyemarakan festival musik tahunan ini. Serunya, para penggemar musik yang masih milenial pun banyak yang hafal lagu-lagunya, lho.

Mulai dari era band legendaris 80-an seperti God Bless sampai musisi akhir 90-an kayak Sheila On 7, para musisi lawas ini sukses bikin penonton sing along bersama. Bahkan, ada yang sampai niat menikmati aksi panggung mereka sambil kepo-in liriknya via ponsel. Semua itu dilakukan demi nonton konser di Synhcronize Fest 2018 nggak rugi selama tiga hari-tiga malam.

Hari Pertama

Koil dan Naif adalah dua perpaduan band senior yang dinanti para pecinta musik. Dengan genre berbeda, keduanya sukses membuat suasana Synchronize Fest 2018 sangat seru

Advertisement

Koil hadir menyapa penikmat musik di Dynamic Stage dengan lagu-lagu metalnya. Sontak, para penonton yang telah memenuhi area Dynamic Stage pun riuh dan ikut menyanyikan bait demi bait. Beberapa lagu yang dibawakan seperti “Apa Yang Kita Percaya”, “Rasa Takut Adalah Seni”, hingga “Kenyataan Dalam Dunia Fantasi” membuat para penonton heboh berjingkrak mengikuti iramanya. Jujur saja penampilan Koil malam itu memberikan energi yang membuat saya jadi makin bersemangat menikmati festival musik hingga tengah malam. Celotehan-celotehan konyol nan nyentil pun kerap dilontarkan oleh sang vokalis. Misalnya kasus hoax Ratna Sarumpaet yang lagi hangat-hangatnya membuat para penikmat musik di Synchronize Fest 2018 tak lupa dengan realita yang sedang terjadi di dalam negeri.

Naif pun nggak mau kalah. Sudah banyak penonton yang rela menanti penampilan band satu ini untuk berjoget santai bareng di tengah malam

David Naif ketika sedang nyanyi

Advertisement

Menikmati pertunjukkan Naif memang tak perlu serius-serius amat. Liriknya yang simpel, kocak, dan aransemennya yang santai mampu membuat para penonton rela menanti musisi lawas ini tampil di tengah malam. Mereka rela memaksimalkan rasa letih dan kaki pegalnya untuk berjoget santai bareng Naif. Dan tentu saja Naif bukan hanya band yang bikin suasana seru menjadi makin seru, tapi juga sing along dengan lirik lagunya yang mayoritas bisa dinyanyikan siapa saja. Sebut saja “Piknik 72”, “Jikalau”, “Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada Di Seluruh Dunia”, dan tentu saja yang sudah lama ditunggu yaitu “Mobil Balap”. Ya, Naif sukses menutup Jumat malam eh salah Sabtu dini hari di Dynamic Stage dengan penuh kemeriahan.

kemeriahan Naif sewaktu tampil

Hari Kedua

Pantas saja God Bless disebut band legendaris. Meski sudah lansia, penampilan mereka tetap prima dengan aksi panggung yang sukses membakar semangat penonton

God Bless

Yang telah ditunggu-tunggu pun tiba, yaitu penampilan dari band legendaris Indonesia, God Bless. Tak perlu heran ketika mereka tampil, area Dynamic Stage dipenuhi banyak pengunjung dari generasi lansia. Meski begitu, tak sedikit para kaum milenial mencoba mengikuti nyanyian God Bless lantaran lagu hits seperti “Rumah Kita” dan “Panggung Sandiwara” dibawakan. Melihat penampilan God Bless secara live ibarat menonton sebuah aksi panggung yang taraf kerennya sudah melewati batas normal. Saya takjub dengan musik rock 70-an mereka dengan energi prima dan pastinya vokal Ahmad Albar yang bikin merinding saking gaharnya. Pun demikian dengan para anggota God Bless lainnya seperti Ian Antono yang memukau penonton lintas generasi ini. Setelah menyaksikannya, saya sempat berpikir kalau vokalis-vokalis pria muda saat ini masih jarang sekali yang bisa selevel dengan Ahmad Albar.

penonton God Bless

Suara Duta yang serak dan kurang maksimal tetap tak menurunkan atmosfer seru Synchronize Fest 2018 untuk menikmati lagu-lagu favorit yang dibawakan Sheila On 7

Sheila On 7 via www.instagram.com

Atmosfer yang dirasakan setelah menonton God Bless cukup lain dengan apa yang dirasakan ketika menonton penampilan Sheila On 7. Band asal Jogjakarta ini memang selalu meraup banyak dukungan Sheilagank. Hanya saja penampilan Sheila On 7 yang adem-adem saja ini sepertinya kalah dari performa yang disuguhkan oleh God Bless. Salah satu faktornya adalah vokal Duta yang sempat tersengal-sengal di tengah lagu. Walau begitu, band yang lagu-lagunya bisa dinikmati lintas generasi dan bisa dinyanyikan siapa saja ini membuat suasana malam minggu terasa lengkap. Apalagi liriknya yang romantis nan puitis bikin siapapun kerap terbawa suasana. Hampir seluruh lagu berhasil dinyanyikan penonton bersama-sama tanpa ada salah lirik. Pun demikian lagu terakhir yang energik seperti “Melompat Lebih Tinggi” berselip solo gitar impresif dari Eross makin membuat para Sheilagank heboh sendiri, hehe. Band yang mulai eksis sejak akhir 90-an ini kerap mencoba berinteraksi dengan jokes receh yang tidak terlalu bisa memuaskan selera humor penonton. Satu-satunya alasan kita menghargainya adalah karena itu keluar dari mulut seorang Duta.

Yang semakin menyegarkan dari pengalaman menonton festival musik di hari kedua ini adalah penampilan kocak dari Project Pop

Project Pop

Kelar Sheila On 7, para penonton diberi penampilan seru dan menyegarkan oleh Project Pop. Grup musik yang terkenal lewat lagu-lagu seru, berlirik kocak, dan aksi panggung yang selalu mengundang tawa ini memang nggak boleh terlewat. Hits seperti “Pacarku Superstar”, “Tu Wa Ga Pat”, dan “Dangdut is The Music of My Country” berhasil memeriahkan penampilan perdana mereka di District Stage Synchronize Fest 2018. Mereka pun membawakan lagu yang didedikasikan untuk almarhum salah satu personil, Oon, lewat “Tanpamu Jadi Kurang Seru”.

Hari Ketiga

Penonton lintas generasi dan genre sama-sama rela menunggu hari Senin tiba sambil menikmati reuni Dewa 19 lengkap dengan Ari Lasso dan Once, serta Padi Reborn

Dewa 19 via www.instagram.com

Para penikmat musik yang datang di hari ketiga Sychronize Fest 2018 semakin beragam. Penonton lintas generasi ini membaur untuk melihat pertunjukan dari musisi-musisi yang tampil di hari Minggu. Kaum milenial, rombongan orangtua, dan para papa-mama muda yang datang bersama anak-anaknya yang masih bayi dan balita juga hadir di festival musik ini. Mayoritas dari mereka terlihat area Dynamic Stage saat Padi Reborn dan Dewa 19 feat Ari Lasso dan Once tampil. Ketika kedua band ini muncul, sontak saja saya bersama penonton lintas generasi ini sing along sambil bernsotalgia ke masa dulu. Tanpa disadari, aksi panggung Padi Reborn dan Dewa 19 feat Ari Lasso dan Once ini membuat saya kembali mengingat masa lalu ketika kaset, CD, dan MP3 abal-abal menjadi andalan untuk mendengarkan lagu mereka. Meski saat Padi Reborn tampil sempat terjadi insiden sound di awal, hal tersebut tak mengganggu keseruan penonton menyaksikan mereka.

Tapi sebelumnya ada lagi pertunjukan dari band lawas yang punya banyak hits di masanya. Siapa lagi kalau bukan Jamrud

penonton Jamrud via www.instagram.com

Sebelum Dewa19 feat Ari Lasso dan Once, serta Padi Reborn tampil, penonton disuguhkan aksi serunya Jamrud dengan vokal serak-basah yang masih saja terdengar sama seperti ketika mereka masih eksis di layar kaca. Lirik nyeleneh yang dibalut lagu rock-metal ini pun berhasil memanaskan suasana hari terakhir perhelatan Synchronize fest 2018 di Gambir Expo, JIExpo Kemayoran, Jakarta. Interaksi yang singkat dengan penonton menjadi konsekuensi Jamrud yang lebih ingin memaksimalkan kesempatan memainkan sebanyak mungkin lagu. Tanpa banyak komunikasi yang sok-sokan lucu (karena celotehan personil Jamrud yang memang mengundang tawa), mereka langsung menghentak malam itu dan diiringi sing along para penikmat musik lintas generasi ini. Lagu “Berakit-Rakit”, “Sik Sibatumanikam”, “Kabari Aku”, “Surti Tejo”, dan “Pelangi di Matamu” meriuhkan suasana, sekaligus pertunjukkan musik apik tanpa catat. Pun demikian dengan lagu “Selamat Ulang Tahun”yang membuat siapapun saat itu berjingkrak dengan sisa-sisa tenaga selama band asal Cimahi, Jawa Barat ini tampil.

Perhelatan festival musik tahunan Synchronize Fest 2018 yang berlangsung pada 5,6, dan 7 Oktober 2018 di Gambir Expo, JIExpo Kemayoran, Jakarta memang sudah selesai. Di tengah padatnya serangan musik dari luar negeri yang menyita perhatian kaum milenial Tanah Air, Synchronize Fest 2018 menjadi bukti kalau industri musik Indonesia masih dicintai. Para penikmat musik yang datang tiap harinya makin bertambah, bersamaan dengan suguhkan line up lokal yang telah lama dinanti. Beruntung, kita masih punya festival musik tahunan yang berkomitmen dengan belantika.

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya