Belakangan ini, di media sosial beredar beberapa video yang memperlihatkan beberapa orang yang diduga figur terkenal sedang melakukan masturbasi. Tentang benar atau nggaknya video itu, sampai sekarang sih masih proses penyelidikan.

Namun di luar dugaan, tanggapan warganet bukannya resah dan saling membela figur publik kesayangan mereka, warganet justru bersatu padu untuk satu tujuan, minta link videonya. Hmmm, kok bisa, ya, cuma beginian yang bisa bikin warganet kompak dan nggak rusuh? Mari kita kulik bareng Hipwee Hiburan.

1. Video skandal orang terkenal itu, ya, biasanya bikin penasaran. Kadang nggak cukup cuma tahu kabar dan beritanya aja, pengen liat pakai mata kepala sendiri 🙁

Saking niatnya sampai pake VR nontonnya! via www.videvo.net

Advertisement

Meski sudah tahu detail beritanya, kadang terasa masih ada yang kurang kalau belum nonton langsung videonya. Beberapa video skandal yang pernah tersebar, terbukti jadi video paling diburu oleh banyak orang. Rasanya pengen membuktikan sendiri kalau itu benar-benar wajah sang idola, sambil menikmati adegannya. Halah!

2. Pada dasarnya, warganet di Indonesia ini memang liar, suka tantangan baru. Kalau perang komentar sudah membosankan, yang beginian selalu menyegarkan. Kacau nih!

Melek sampai malem demi cari link. via www.charismanews.com

Akui saja kita ini memang liar banget. Cari keributan di kolom komentar itu malah sudah jadi hobi dan mata pencaharian loh. Berhubung ada skandal baru, langsung dimaknai sebagai sebuah ‘tentangan’ baru buat membicarakan topik yang seru. Soalnya gimana lagi ya, kalau video beginian secara nalar kehewanan, warganet memang paling gercep. Hmmm, rasanya pengen nyuruh tobat~

3. Dari lubuk hati terdalam aslinya semua manusia punya sisi nakal, cuma bingung melampiaskannya gimana. Nah kalau ada rumor semacam ini, kenakalan langsung mengambil alih sikap patriot yang biasanya kita pakai buat perang komentar

Ulala beiby! via tenor.com

Biasanya sih berlomba buat keren-kerenan di medsos. Pokoknya gimana caranya kelihatan paling kece, kelihatan sebagai pribadi paling oke. Tapi kalau ada beginian, rasanya sudah nggak ada yang peduli pencitraan. Sisi kenakalan langsung ambil alih mumpung ada kesempatan.

4. Sudah nggak ada cebong dan kampret, nggak ada fans dan haters. Semua lebur menjadi satu bersatu padu demi minta link video

Persatuan warganet. via www.phonecheck.com

Advertisement

Bukannya menganggap adanya video skandal semacam ini adalah hal positif ya, tentu kita prihatin dan berharap itu hanyalah rekayasa orang iseng yang pengen cari sensasi. Tapi hal positif yang bisa kita petik adalah kita nggak lagi berseteru di kolom komentar. Nggak peduli cebong kampret, fans atau haters, semua akrab dalam bertransaksi link. Aslinya kita punya potensi buat jadi warganet kompak!

5. Untungnya warganet kita nggak langsung merundung si figur publik habis-habisan kok. Mereka memahami ini tindakan manusaiawi, cuma nggak pantas aja tersebar

Jangan sampai pada tau uwh! via dailyurbanista.com

Hal lain yang patut disyukuri adalah, warganet nggak marah-marah, ngata-ngatain sampai merundung artis yang bersangkutan. Meskipun ada, jumlahnya kalah sama orang yang ‘bahagia’ dan berharap dapat linknya. Lagian ini belum terbukti mereka loh, jadi jangan berspekulasi kejauhan.

6. Hmmm, atau jangan-jangan sesimpel kita semua memang biasanya sok suci aja? Ini nggak nuduh loh, cuma curiga 😀

Coba berkaca lagi~ via www.rochester-bern.ch

Coba kalau poin ini kita renungi bersama aja. Mawas diri dan tinggalkan semua pencitraan kita. Kita benar-benar orang yang budiman Sujatmiko nggak sih?!

Sebenarnya kalau ingin dikulik ala-ala psikologisnya, video yang mengandung adegan dewasa atau konten pornografi memang berfungsi seperti narkoba di otak kita. Dia menyebabkan kita kecanduan dan punya kekuatan luar biasa untuk memberikan ‘kesenangan’ di otak. Huhuhu, wajar sih jadi bersatu padu dalam suatu topik yang disepakati sebagai ‘hal menyenangkan’.

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya