Diwisuda menjadi sarjana merupakan dambaan setiap mahasiswa. Orang tua mana pun juga pasti bangga melihat anaknya memakai toga di kepala. Namun untuk bisa jadi sarjana, banyak hal yang mesti ditempuh. Jadi sarjana itu nggak gampang, kuliah mesti konsisten, nilai harus baik, dan sebagainya.

Banyak mahasiswa yang sudah menahun kuliah namun belum lulus-lulus. Fenomena ini memang meresahkan. Tapi ada sebuah kisah viral yang belakangan bikin salut dan bangga. Seorang pria menunda jadi sarjana selama 21 tahun. Kelihatannya emang miris, namun jika tahu latar belakangnya kamu pasti bakal salut dan bangga. Penasaran? Cekidot!

Viral di Facebook kisah seorang pria yang diwisuda setelah 21 tahun kuliah. Ada alasan yang mulia di balik keterlambatannya untuk jadi sarjana

Advertisement

Ini Kakakku.. Umurnya sudah 39 tahun, tapi baru bisa menyelesaikan kuliah S1-nya hari ini. Sebenarnya, dia pernah…

Geplaatst door Sudarlin Laoddang op Dinsdag 23 april 2019

Untuk bisa jadi sarjana, mahasiswa bisa meraihnya paling cepat selama 3,5 tahun. Namun belakangan viral kisah inspiratif dari seorang yang jadi sarjana setelah 21 tahun kuliah. Sudarlin Laoddang mengisahkan kakaknya yang baru diwisuda di usia 39 tahun.

Kakaknya masuk kuliah pada tahun 1998 namun kuliahnya terbengkalai setelah sang ibu meninggal. Saat itu Sudarlin masih kelas 3 SMP dan adiknya 1 SMP. Sudarlin dan adik dibiayai oleh kakaknya yang memutuskan untuk bekerja.

Awalnya, sang kakak ingin meneruskan kuliahnya sembari bekerja, tapi karena beban hidup terlalu berat, akhirnya dia fokus bekerja dan membiayai adik-adiknya

Berkorban demi adik. via www.facebook.com

Advertisement

Sang ibu meninggal tahun 2000, dua tahun setelah kakaknya kuliah. Sejak saat itu kakaknya jadi tulang punggung keluarga. Awalnya sang kakak bersikukuh meneruskan kuliah, namun karena mesti membiayai sekolah kedua adiknya dia memutuskan untuk menunda kuliahnya. Fase-fase berat dilalui oleh keluarga kecil itu.

Sudarlin akhirnya lulus SMA pada 2004 dan menyusul sang kakak ke Jogja untuk berkuliah. Pun halnya dengan sang adik yang berkuliah dua tahun setelahnya. Semua biaya kuliah ditanggung oleh kakaknya. Sampai akhirnya berkat pengorbanan sang kakak, keduanya jadi sarjana duluan. Barulah di tahun 2019 ini kakaknya bisa menyelesaikan kuliahnya setelah 21 tahun. Selamat dan salut!

Meski diterpa dengan masalah yang pelik namun dia tetap meneruskan kuliah dan diwisuda setelah 21 tahun. Bagaimana dengan kamu? Masa skripsi macet aja udah nyerah?

Jangan patah arang. via www.cnbcindonesia.com

Kisah ini sungguh inspiratif. Pengorbanan kakak yang rela banting tulang demi adiknya bisa menyelesaikan sekolah dan merelakan adiknya jadi sarjana lebih dulu. Sebuah kebesaran hati yang patut diacungi jempol dan ditiru. Nggak banyak orang semacam ini lo.

Kisah ini juga bisa menjadi teguran buat kamu yang kuliahnya terbengkalai. Memang sih kuliahmu belum selama dia, tapi kamu seharusnya malu, sebab kondisimu kini lebih baik dari dia. Kuliahnya yang terbengkalai karena membiayai adik-adiknya terlebih dahulu. Bagaimana denganmu? Kuliahmu terbengkalai karena apa? Kalau cuma karena skripsi macet, masih ada mata kuliah yang mengulang … duh, itu seharusnya nggak dijadikan alasan. Sungguh sepele. Jangan berhenti. Ingat orang tua yang udah banting tulang membiayaimu. Ayo, semangat!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya