Hubungan dikatakan sudah tak lagi sehat saat pertengkaran yang terjadi selalu berkepanjangan dan hanya satu pihak yang bertahan untuk membuat semuanya kembali baik-baik saja, taenpa sadar kalian pun sudah saling menyakiti. Rasanya nggak ada hari tanpa berantem, seakan-akan menangis seperti agenda wajib yang kamu lakukan beberapa kali dalam seminggu.

Entah karena sikap egoisnya yang selalu melukaimu, atau perangainya yang kasar padamu. Sikapnya selalu menyisakan perih di dada, akhirnya membuatmu berpikir untuk melepasnya. Namun karena alasan-alasan takut kesepian, merasa tidak enak hati dengan orangtuanya yang sudah kamu kenal dengan baik, atau mengingat hubungan yang sudah berjalan lama, akhirnya kamu nyaman dilukai dan tetap bertahan meski selalu kesedihan yang kamu dapat. Kamu perlu sadar ini alasannya kenapa kamu nggak perlu bertahan dalam hubungan yang menyakitkan.

1. Saat tak lagi dengannya, mungkin hari-harimu akan terasa kosong tapi kamu nggak perlu takut kesepian

Nggak perlu takut kesepian dan sendirian via Www.unsplash.com

Advertisement

Lebih baik sakit satu kali tapi setelah itu benar benar lega daripada bertahan tapi sakit terus menerus. Saat rasanya kamu sudah tak mampu lagu bertahan dan memutuskan berpisah mungkin galau yang kamu terima hanya beberapa hari tapi kalau terus bertahan, galau yang kamu terima akan terus ada seiring hubungan berjalan.

Lagipula kalau pun ada dia, apa bisa jamin hatimu yang sering terluka itu nggak merasa kosong? Kamu nggak perlu takut kesepian. Kamu masih punya banyak teman-teman yang akan membuat hari-harimu penuh keceriaan dan keluarga yang selalu ada untukmu.

2. Ada kalanya kamu tak perlu pedulikan apa kata orang, hubungan ini kalian yang menjalaninya

Nggak perlu mikirin apa kata orang via Www.unsplash.com

Salah satu kendala seseorang tetap bertahan pada hubungan yang padahal menyiksa adalah, karena hubungan dengan orangtua dan teman-temannya sudah terjalin dengan baik. Sampai kamu merasa nggak enak hati, kalau kamu memutuskan untuk tak lagi bersamanya. Pertanyaan “kalo gue putus, nanti apa kata mereka?” Selalu terngiang setiap kali kamu ingin bertindak membahagiakan hatimu.

Advertisement

Yang tau seperti apa hatimu, ya kamu. Toh yang menjalani hubungan ini kalian, mereka pun nggak akan mengerti perasaanmu. Ada kalanya kamu nggak perlu memikirkan apa kata orang melulu, kalau begitu terus kapan kamu bahagianya? Putus darinya bukan berarti kamu nggak bisa lagi menjalin hubungan baik dengan keluarga dan teman-temannya kan?

3. Percaya dengan pepatah putus satu tumbuh seribu, karena memang akan ada yang lebih baik menantimu di hari-hari depan

Putus satu tumbuh seribu via Www.unsplash.com

Seringkali disakiti, perangai buruknya yang sering melukai hatimu tak pernah berubah, bahkan galau pun sudah jadi makanan sehari-hari. Masa iya kamu mau diem aja? Kamu nggak boleh lupa dengan pepatah yang mengatakan putus satu tumbuh seribu dan setelah putus, siap-siap status sendirimu sekarang jadi incaran banyak orang yang sudah lama menunggumu. Putus dengannya bukan berarti membuat urusan cintamu selesai. Persiapkan babak baru untuk cerita percintaan yang lebih baik.

4. Kamu nggak perlu merasa bersalah saat akan melepaskan, toh selama lebih banyak air mata daripada tawa kebahagiaan

Daripada capek sendiri via Www.unsplash.com

Kemudian kamu pun mulai lelah mempertahankan hubungan dan bosan selalu memaafkan kesalahannya yang terus diulang, putus itu nggak ada salahnya kok. Nggak perlu merasa bersalah dan merasa dirimu jahat, kamu juga harus ingat bahwa keputusanmu pun selalu beralasan dan bukan tanpa sebab.

Daripada kamu berpura-pura mempertahankan hubungan yang sebenarnya sudah tak lagi kamu inginkan, sama saja kamu menyikitinya. Lebih baik kamu jujur dengan perasaanmu sendiri, buat apa membohongi perasaanmu hanya untuk membahagiakan dia yang bahkan selalu bikin kamu nangis doang?

5. Kalau kamu berpikir takut menyesal dan sia-sia, apakah bertahan lebih lama nggak akan membuat waktumu semakin sia-sia?

Apakah bertahan lebih lama nggak akan makin sia-sia? via Www.unsplash.com

Menjalin hubungan yang sudah terlanjur lama memang butuh banyak pertimbangan untuk mengakhirinya, apalagi beradaptasi dengan orang baru bukan hal yang mudah. Namun lagi-lagi ini bukan perihal kuantitas hubunganmu, masalah berapa lama hubungan kalian tapi tentang seberapa bahagia kamu dengannya?

Apakah kamu akan terus bertahan meski hubungan ini tak membahagiakan? Tak ada hal yang sia-sia selalu ada makna dibalik semua yang telah terjadi, justru putus darinya memberikan banyak pengalaman untukmu tentang bagaimana bertahan dalam pahit manisnya cinta yang akan membuatmu lebih bijaksana dalam memilih pasangan kedepannya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya