Merasa takut tanpa belum pernah mencoba itu sudah kalah sebelum berperang namanya, mungkin mereka yang gagal dalam hubungan jarak jauh bukan nggak bisa berkomitmen atau menjaga kepercayaan. Tapi rasa takut mereka jauh melebihi rasa kepercayadirian untuk tetap menjalin dan sulit memaknai bentangan jarak yang memisahkan sampai akhirnya merasa jenuh dan lelah karena kurang menikmati hubungan jarak jauh ini.

Padahal jarak juga memberimu banyak kebaikan. Nggak perlu takut LDR meski kadang kala cintamu berat diongkos, tapi Tuhan akan selalu memudahkan jiwa-jiwa penuh kerinduan untuk bertemu asal kamu sabar dan menjaga komunikasi agar tetap hangat. Ini 5 hal yang perlu kamu ingat saat jarak diantara kalian membuatmu takut.

1. Jangan sampai rindu yang ditahan selama ini berakhir sia-sia karena akhirnya kamu dan dia menyerah dengan jarak

Jangan kalah dengan jarak

Advertisement

Cara paling ampuh untuk berdamai dengan rindu itu sendiri adalah menikmati hari-hari yang penuh kerinduan. Setidaknya dari kerinduan itu kamu punya motivasi untuk menyelesaikan tanggung jawab di tempat masing-masing dan lebih rajin nabung untuk sebuah pertemuan.

Meski rindu menyiksa, tapi itulah yang menguji kesetiaan dan kesabaranmu dalam hubungan dalam jarak seperti ini. Jangan sampai kamu menyerah pada jarak, agar tak sia-sia menahan rindu yang sudah menggunung dan jangan sampai meluntur juga tekadmu yang sudah berani menjalani hubungan jarak jauh. Meski tak mudah, tapi ada keberanian yang perlu kamu banggakan.

2. LDR ini hanya proses belajar membangun hubungan lebih dewasa dan sehat lewat jarak

Belajar membangun hubungan yang dewasa

Hal ini salah satu kebaikan yang diberikan oleh jarak, nggak melulu soal kerinduan tapi juga soal bagaimana kamu bisa belajar membangun hubungan yang dewasa dan sehat lewat jarak. Toh yang sering bertemu pun nggak jamin bakal langgeng dan terhindar dari pertengkaran.

Advertisement

Kamu dilatih untuk tetap menyayangi dengan ketulusan tanpa melihat fisik itu secara nyata di depanmu. Kamu dilatih untuk bersabar menghadapi persoalan yang terjadi antara kamu dan dia dari jauh. Kamu dilatih untuk tetap setia meski sewaktu-waktu godaan bisa dengan mudah mendistrak dirimu dari hubungan ini.

3. Ingat lagi pertemuan yang pasti ada sesekali, bukankan di momen itu kalian bisa menikmati kebahagian yang hakiki?!

Moment pertemuan yang hakiki

Pasti ingin sekali rasanya kamu melipat jarak agar bisa melihat dan menjaganya saat ini, tapi tak semudah itu. Kamu harus kembali lagi melihat realita yang ada bahwa pertemuan harus diupayakan. Kamu yang LDR memang lebih antusias menanti pertemuan ketimbang yang setiap hari bertemu, pasti ada riuh kegirangan di dada saat tau kabar kedatangan hanya dalam hitungan hari lagi.

Pertemuan yang meski hanya sesekali memang terasa sangat mahal dan berharga untuk kamu dan dia, justru moment itulah yang membuat kalian jadi lebih terasa dekat dan saling mengenal lebih dalam. Coba dengarkan lagu kesukaan kalian saat bertemu, karena nanti lagu itulah yang membekas sekaligus menjadi obat saat lagi-lagi kamu dilanda rindu. ~

4. Toh di luar sana ada banyak pasangan LDR yang akhirnya berbahagia karena berhasil bertahan sampai pelaminan

Banyak yang berhasil sampai pelaminan

Dari banyaknya pasangan LDR yang akhirnya berhasil melawan jarak dan bertahan sampai pelaminan, harusnya hal tersebut yang memotivasi kamu kalau kamu juga bisa jadi salah satu dari mereka. Kuncinya pun sama, kepercayaan dan kejujuran. Kalau hati sudah saling terpaut dengan dia yang di sana, alasan apa lagi yang membuat kamu menyerah dengan hubungan ini? Toh dia pun sama berjuangnya denganmu dari sana, sama-sama menjaga kepercayaan dan menghidupkan hubungan meski harus saling berjauhan.

5. Anggap saja jarak diantara kalian adalah cara Tuhan membuat kalian berdua tetap fokus pada cita-cita dan saling merindukan di waktu yang sama, indah bukan?

Membuat kalian fokus pada cita-cita

Menjalin hubungan jarak jauh memang bukan cara yang baik untuk menjalin hubungan, kalau bisa sedekat mungkin kenapa harus berjauhan. Toh memang sudah jalannya seperti ini, perasaan memang nggak bisa dipaksakan. Kalau Tuhan maunya kamu dengan dia yang jauh di sana, kamu bisa apa? Kamu hanya bisa menjalani hal itu dengan sebaik mungkin, setidaknya dia pula unsur kebahagiaanmu sampai saat ini.

Kalian berjarak pun bukan tanpa sebab, karena kamu dan dia punya tanggung jawab masing-masing di tempat yang berbeda. Kamu pun masih tetap bisa fokus menyelesaikan tanggung jawabmu tanpa harus berduaan melulu dan masih tetap bisa saling menyayangi walaupun harus terpisahkan jarak. Biarlah kalian saling berproses dan mendoakan walaupun jauh. Memantaskan diri untuk sesuatu yang sudah ditunggu-tunggu, saat kamu berusaha menjadi yang pribadi yang lebih baik di sini dia pun melakukan hal yang sama di sana.

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya