Dalam hubungan pacaran, pertengkaran sudah jadi peristiwa yang teramat biasa. Kalau nggak ada berantemnya malah seperti ada yang kurang. Orang-orang menyebut pertengkaran ini sebagai bumbu dalam hubungan. Ya, namanya juga bumbu pasti jelas bikin hubungan berasa nikmatnya. Tapi kalau kebanyakan bumbu malah jadi nggak karuan rasanya. Kadang malah bumbu bisa jadi racun gara-gara berantemnya sudah teramat serius sampai bikin sakit hati nggak terobati, kalau sudah kejadian begini bisa jadi hubungan berubah nggak sehat.

Berantemnya kamu dan pacar nggak melulu bisa ditoleransi sebagai bumbu dalam hubungan. Masalah yang datang dalam hubungan harus disikapi dan diselesaikan dengan baik-baik biar hubungan awet tanpa ada yang tersakiti. Tetapi menyelesaikan masalah memang nggak mudah, perilaku egois bisa membuat penyelesaian masalah malah merugikan salah satu pihak. Kamu harus jitu membedakan mana yang benar-benar jadi bumbu, mana yang bisa jadi racun. Jadi, jangan selalu menganggap remeh pertengkaran kalian bisa jadi hal itu berbuah negatif.

1. Pertengkaran yang terus berulang setiap bertemu bisa membuat kalian jenuh. Kebanyakan bumbu malah nggak karuan rasanya

Tiap ketemu marahan? Kalian pacar apa musuh!? via unsplash.com

Berantem setiap kali bertemu? Kalian pacaran atau musuhan sih, kalau memang sedang sama-sama merawat cinta harusnya nggak setiap saat bertengkarnya. Kamu harus pintar mengendalikan keegoisanmu, berikan kesempatan pasangan untuk marah bisa jadi soalusinya. Biarkan dia marah, tunjukkan kamu juga menanggapinya dengan kepala dingin tanpa balas memarahinya. Hal negatif nggak bisa dilawan dengan sikap negatif juga, perlu pengorbanan untuk menahan diri mengeluarkan amarah.

2. Jelas, kekerasan fisik dalam pertengkaran apapun nggak bisa ditoleransi. Kalau sedang berantem sebisa mungkin hindari hal ini

Jangan sampai deh pacarmu tega melakukannya ke kamu via unsplash.com

Advertisement

Pertengkaran dalam hal apapun bisa saja terjadi, selama dalam batas koridor yang jelas dan manusiawi hal itu lumrah-lumrah saja. Tapi mirisnya banyak hal yang merugikan terjadi kala emosi nggak bisa ditahan, amrah meluap dan yang terjadi selanjutnya adalah kekerasan fisik yang traumatik. Kalau hubunganmu sudah begini, nggak bisa lagi disebut pacaran sehat dong. Malah bisa saja jadi hubungan yang sangat merugikan. Hati-hati ya kalau bertengkar, jaga sikap biar pertengkaran nggak jadi perkelahian.

3. Jangan selalu mendramatisir masalah kecil apalagi mencari dan mengungkit permasalahan yang sebenarnya sudah selesai perkaranya

Marahan lewat chat bisa sering salah tangkap via unsplash.com

Masalah muncul dari kesalahan kecil, tapi kalau dipikir-pikir memang masalah yang kecil buat apa sih dibesar-besarkan? Pertengkaran juga terjadi karena salah satu suka mendramatisir masalah kecil, bahkan sampai mengungkit masalah yang sebenarnya sudah selesai. Kalau seperti ini dijamin sakit hati nggak bakal sembuh satu dua hari. Harusnya maslaah yang sudah berakhir biar dipendam atau jadi batu loncatan, bukannya malah jadi diungkit jadi masalah yang baru lagi.

4. Menuntut pasangan untuk menjadi orang lain di luar dirinya berarti nggak menghargai dia sebagai dirinya sendiri

Hargai pasangan apa adanya, jangan menuntutnya jadi orang lain via unsplash.com

Menghargai pasangan berarti menghargai apa yang dimilikinya, apa yang ada dalam dirinya. Sementara membandingkan dirinya dengan orang lain adalah hal yang jahat, apalagi memaksanya untuk jadi orang lain. Kalau sampai saat ini kamu dan pasangan masih suka banding-bandingin pacar baiknya dikurangi, karena nggak bakalan kamu bisa bersyukur. Kamu harusnya bisa memperoleh kebahagiaan dengan ikhlas dan menerima apa yang kamu terima. Toh, sebelum kamu menuntut pasangan baiknya melihat diri sendiri dulu deh.

5. Menghindar dari pertengkaran tanpa menyelesaikannya dengan baik membuat hubungan serasa selalu ada yang mengganjal

Jangan dipendam kelamaan, suatu saat bisa meledak-ledak nggak karuan. via unsplash.com

Kesalahan yang menimbulkan masalah harus diselesaikan dengan baik-baik. Tetapi memang pertengkaran nggak bisa dihindari dengan mudah, nggak apa sih kalau bisa menyelesaikan masalah. Daripada kamu diam dan masalah nggak kelar-kelar malah bikin mengganjal di hati. Hubungan yang bikin perasaan mengganjal seperti ini pasti nggak nyaman dijalani. Kalian harus menemukan jalan keluar, pertengkaran sewajarnya saja jangan berlebihan dan berujung permusuhan.

Berantem, jika diresapi lebih banyak lagi memang nggak melulu jatuh pada hal negatif. Pertengkaran bisa berbuah manis kalau diakhiri dengan menentukan jalan keluar dan baikan, momen baikan inilah buah manis dari berantem. Kalau saja kamu berantem dengan pacar, usahakan semua kemarahannya disikapi dengan bijak. Sering banget muncul pertengkaran yang padahal kalau disikapi denga tenang tanpa amarah bisa diselesaikan dengan mudah. Semoga kalian punya bumbu dengan porsi yang pas untuk hubungan kalian, jangan kebanyakan ya! Bisa jadi racun!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya