“Makanya cari pacar, biar nggak kesepian dan ke mana-mana sendirian gitu.”

Entah berapa banyak kalimat itu saya terima. Dari orang-orang yang saya kenal baik, kenal biasa saja, dan bahkan yang baru kenal. Bahkan bertemu dengan orang asing di perjalanan pun, nasihat untuk segera mencari pasangan agar hidup tak kesepian itu saya dapatkan. Padahal, apa iya orang yang nggak punya pacar itu pasti kesepian, dan yang punya pacar itu pasti nggak kesepian?

Advertisement

Bukannya saya tak ingin punya pacar. Saya pengen juga kok punya seseorang yang bisa diajak cerita, diajak makan bareng, dan yang jelas sih dimention saat ada yang nanya “pacarnya mana?”. Tapi dibanding supaya nggak kesepian, saya lebih percaya alasan-alasan ini untuk punya pacar.

1. Biar punya mantan dan bisa ikutan pasang hashtag #DearMantanMaafkanAkuyangDulu

Dear Mantan, maafkan aku yang dulu via www.myjewishclipart.com

Beberapa waktu lalu, hashtag ini cukup ramai di media sosial. Semuanya berlomba-lomba mengunggah foto masa kini dan foto bertahun-tahun yang lalu, dengan hashtag meledek mantan yang pasti menyesal karena pilih meninggalkan demi yang lebih rupawan. Postingannya seru dan lucu-lucu, sayangnya saya tak bisa ikutan karena saya tak punya mantan selain mantan bos.

2. Biar punya alasan buat nggak mager-mager amat di akhir pekan

Biar nggak mager di akhir pekan via unsplash.com

Memang sih, akhir pekan adalah hari yang tepat untuk bermalas-malasan, setelah lima hari digempur pekerjaan. Tapi sedih juga sih kalau ingat 2×24 akhir pekan itu saya habiskan dengan tidur-tiduran, streaming film, tidur lagi, makan, tidur lagi, dst, dsb, sampai saya khawatir tumpukkan kolesterol di pembuluh darah saya.

Advertisement

Bertahun-tahun berlalu, dan akhir pekan saya cuma penuh dengan rebahan. Setidaknya kalau punya pacar kan saya bisa memaksa diri saya untuk bergerak dan melakukan kegiatan yang berarti seperti olahraga bareng ataupun sesederhana nonton film di bioskop.

3. Biar nggak melulu mikirin mantan dan bikin hidup nggak maju-maju ke depan

supaya cepat move on via pixabay.com

Memberi waktu diri sendiri untuk meratapi sakit hati terkadang memang perlu. Tapi batas waktunya harus jelas, sehingga tak banyak waktu yang terbuang sia-sia. Setelah mengerti apa yang membuat hubungan bisa berjalan, tentunya kita harus menentukan kapan harus mulai melangkah meninggalkan kenangan. Salah satunya adalah dengan membuka hati dan membuka diri untuk mencintai orang lain lagi.

Mungkin ini terkesan jahat karena seperti sedang mencari pelarian. Tapi bukankah move on itu bisa pakai banyak cara ‘kan? Dan cinta juga nggak bisa muncul tiba-tiba. Ada juga cinta yang datang karena terbiasa. Jadi, menurut saya membuka hati untuk orang lain agar berhenti memikirkan masa lalu adalah alasan yang cukup masuk di akal.

4. Pengen belajar menjalani komitmen yang sudah disepakati. Hitung-hitung buat latihan

belajar komitmen via pixabay.com

Memang pacaran dan pernikahan nggak bisa disamakan. Tanggung jawabnya berbeda, tantangan yang dihadapi juga berbeda. Tapi dalam pacaran juga ada komitmen, meskipun hitungannya “baru latihan”. Kalau kita sudah berkomitmen untuk menjalin hubungan dengan seseorang, pastinya ada sederet konsekuensi di belakangnya ‘kan?

Mulai dari jaga hati, sampai belajar mengatur waktu supaya bisa pacaran tapi juga tetap berprestasi, belajar mengatur keuangan supaya bisa kencan fancy sesekali tapi tabungan tetap aman. Jadi, alasan cari pacar yang satu ini sangat masuk akal dan bisa diaplikasikan. Siapa tahu langsung bertemu dengan sosok yang klik di hati dan hubungan awet sampai pelaminan ‘kan?

5. Penasaran aja sih, soalnya belum pernah pacaran

pengin coba via pixabay.com

Melihat pasangan yang dimabuk cinta memang lucu. Gelagat-gelagat orang jatuh cinta kadang mengundang tawa, tapi sering juga membuat awkward yang lainnya. Untuk orang yang belum pernah jatuh cinta, pastinya hal seperti ini bikin penasaran. Emang cinta sememabukkan itu ya? Memangnya iya, pacaran itu bikin nggak kesepian? Memang iya, kalau sedang jatuh cinta bahkan tahi ayam pun terlihat seperti cokelat? Memangnya iya, kalau lagi sayang-sayangnya, dunia ini seolah milik berdua dan yang lainnya cuma ngontrak?

Setiap orang pastilah punya alasan sendiri-sendiri kenapa ingin mencari pasangan. Ada memang serius ingin belajar komitmen dan melakukan penjajakan. Ada juga yang sekadar iseng-iseng untuk mengisi waktu luang, dan siapa tahu bisa saling dorong untuk mengejar cita-cita. Bahkan ada juga yang memang tujuannya memang agar nggak kesepian.

Yang terakhir itu, menurut saya harus diwaspadai. Karena memiliki pacar nggak otomatis terbebas kesepian. Bahkan kesepian bisa terjadi saat kamu sedang bersama dengan seseorang atau berada di tengah keramaian. Kesepian bukan soal keberadaan fisik, melainkan soal hati. Memiliki pasangan namun nggak bisa “nyambung” secara apa pun, sehingga sama-sama sulit saling memahami, juga bisa membuat kita kesepian.

Lagipula, kesepian bisa diatasi dengan berbagai cara, nggak harus dengan cari pasangan kok. Misalnya dengan mencari berbagai kegiatan menarik. Mengikuti komunitas baru, mengembangkan hobi, traveling, dan lain sebagainya.

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya